Lantai Beton Cor Pekerjaan Jaringan Irigasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pematangsiantar Rusak dan Berlubang cukup Lebar, PPK Diduga Tidak Mau Tahu

Lantai Beton Cor Pekerjaan Jaringan Irigasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pematangsiantar Rusak dan Berlubang cukup Lebar, PPK Diduga Tidak Mau Tahu
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANGSIANTAR – Pasca diberitakan beberapa waktu yang lalu, dimana salah satu proyek pekerjaan jaringan irigasi milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar yang diawaki Drs Legianto Pardamean Manurung, MAP selaku kepala dinas lantai beton cornya ditemukan sudah kopak kapik di beberapa titik, kini kembali ditemukan kondisi serupa tetapi dengan kondisi kerusakan yang lebih parah dan dengan jangkauan yang lebih luas dari sebelumnnya.

Baca juga : https://metrorakyat.com/2025/01/lantai-beton-proyek-jaringan-irigasi-dinas-ketahanan-pangan-dan-pertanian-siantar-ditemukan-kupak-kapik-bukti-dugaan-kuat-ppk-tidak-lakukan-pengawasan/

Proyek Pekerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani DI Bahkora-II Belakang Kandang Ayam Lanjutan Kelurahan Mekar Nauli Kecamatan Siantar Marihat dengan penyedia jasa CV PASMA JAYA yang menggunakan uang negara sebesar RP 199.600.000 yang bersumber dari APBD Kota Pematangsiantar, sesuai amatan langsung di lokasi, Jumat (10/1/2025) ditemukan lantai beton cor dengan titik berbeda kondisinya jauh lebih parah tingkat kerusakannya dari yang sebelumnya. Dimana lantai beton cor jaringan irigasi tersebut di beberapa titik berbeda (jumlah titik bertambah banyak) ditemukan rusak dan berlobang cukup lebar dan bahkan lantainya jadi berlumpur dan berpasir. Kondisi itu didapati saat kru media bersama tim coba menyentuh lantai beton cor dengan alat bantu seadanya yang didapat dari sekitaran lokasi proyek.

Dan yang membuat semakin miris, kondisi itu ditemukan dengan jumlah sebaran titik yang lebih banyak dan lebih luas daripada sebelumnya. Padahal jarak amatan saat pertama ditemukan (7/1) dengan saat terakhir ditemukan (10/1) tidak terlalu jauh. Kondisi itu terjadi diduga akibat buruknya campuran bahan yang digunakan untuk membuat lantai. Hingga lantai beton cor tidak kuat menahan gerusan aliran air sehingga membuat lantai menjadi rusak dan berlubang. Sekaligus juga menunjukkan bukti jika PPK diduga kuat tidak bekerja maksimal dalam melakukan pengawasan dan diduga tidak mau tahu meski sebelumnya telah santer diberitakan.

Atas temuan tersebut, Drs Legianto Pardamean Manurung, MAP selaku Kepala Dinas/ Pengguna Anggaran dan juga PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) proyek pekerjaan ketika dikonfirmasi pertama hanya bungkam.

Selanjutnya saat dikirimi gambar atau foto foto hasil temuan di lokasi pekerjaan membalas dengan ucapan terima kasih dan akan segera ditindaklanjuti bersama pelaksana proyek. “Terimakasih infonya pak,
Km akan segera tindaklanjuti bersama pelaksana proyek,” tulisnya lewat pesan WhatsApp.

Sikap bungkam di awal yang ditunjukkan Drs Legianto Pardamean Manurung, MAP selain menunjukkan jika dirinya selaku PPK dan Pengguna Anggaran diduga tidak mau tahu atas kondisi yang terjadi juga diduga bekerjasama dengan pihak pihak terkait dalam hal ini penyedia jasa dan konsultan pengawas pekerjaan. Sehingga hal ini layak menjadi perhatian aparat penegak hukum (APH) karena ada dugaan korupsi di dalamnya dan terkesan memainkan uang negara yang merugikan rakyat.

Sedangkan balasan yang menyebut akan segera ditindaklanjuti publik akan menunggu dan melihat realisasi/tindakan nyata dari jawaban PPK tersebut. (MR/MBPS)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News