Makanan Batok Sagu, Kuliner Khas Simeulue yang Unik dan Lezat, Ampon Reza: “Rasanya Ternyata Enak Sekali dan Patut Dijadikan Andalan Kuliner Lokal

Makanan Batok Sagu, Kuliner Khas Simeulue yang Unik dan Lezat, Ampon Reza: “Rasanya Ternyata Enak Sekali dan Patut Dijadikan Andalan Kuliner Lokal
Keterangan foto: Penjabat Bupati Simeulue, Teuku Reza Fahlevi,(Metroramyat.com/Adi)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIMEULUE – Gelaran lomba memasak bekal anak sekolah dan kuliner berbasis komoditi lokal di Alun-Alun Pendopo Bupati Simeulue pada Rabu (11/12/2024) menjadi momen penuh kehangatan dalam peringatan Hari Ibu ke-96 di Kabupaten Simeulue. Acara ini berlangsung meriah dengan partisipasi dari jajaran Forkopimda, SKPK, serta para camat dari 10 kecamatan yang ada di kabupaten Simeulue.

Keunikan lomba ini terletak pada para peserta yang sebagian besar adalah kaum bapak. Mereka menunjukkan kreativitasnya langsung di lokasi dengan menghadirkan berbagai masakan berbahan dasar sagu—disebut batok dalam bahasa Simeulue—yang menjadi primadona dalam kompetisi ini.

Salah satu peserta, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue, menghadirkan tiga hidangan khas berbahan sagu, yaitu _Sanggal Batok Malaulu, Ikan Panggang Amarehet,_ dan _Tabaha Malahi_. Perpaduan sagu dengan ikan panggang, santan durian, gulai ikan, dan bahan-bahan lokal lainnya menciptakan rasa autentik yang kaya dan menggugah selera.

Sagu, yang berasal dari saripati batang rumbia yang tumbuh subur di Pulau Simeulue, telah menjadi bahan utama berbagai jenis kuliner lokal. Selain diolah menjadi hidangan utama, sagu juga dapat disajikan dalam bentuk minuman khas seperti cendol, gudi, dan jugang, menambah keberagaman kuliner khas daerah ini.

Penjabat Bupati Simeulue, Teuku Reza Fahlevi, atau yang akrab disapa Ampon Reza, hadir sebagai salah satu juri dalam perlombaan ini. Ia mencicipi setiap hidangan dan menyampaikan kekagumannya terhadap kelezatan kuliner lokal Simeulue.

“Ternyata enak sekali. Ini bisa menjadi salah satu bahan pokok alternatif pengganti beras untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Sebelumnya, saya hanya mendengar bahwa masyarakat Simeulue mengonsumsi sagu. Hari ini saya mencobanya sendiri, dan hasilnya luar biasa. Batok mantap!” ujar Ampon Reza dengan antusias.

Lomba memasak ini tidak hanya menjadi ajang promosi sagu sebagai warisan kuliner khas Simeulue tetapi juga menonjolkan potensinya sebagai bahan pangan alternatif yang mendukung ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut menjadi momentum penting dalam menghargai peran keluarga, khususnya dalam menyediakan bekal sehat dan bergizi bagi generasi penerus.(MR/Adi)

Metro Rakyat News