Tim Kuasa Hukum Satika-Sarlandy: Tim JTP-Dens Jangan Ciptakan Kondisi Pilkada Ricuh

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Satika-Sarlandy menyesalkan ulah tim Paslon JTP-Dens yang sengaja melakukan provokasi disetiap kampanye Satika-Sarlandy yang dilakukan di beberapa titik seperti Sipoholon, Simalungun, dan Pahae Jae.
Demikian disampaikan Sekretaris tim pemenangan Satika Simamora, SE., MM dan Sarlandy Hutabarat, SH, Dompak Hutasoit, SPd didampingi kuasa hukum tim pemenangan Sultan Sihombing, dan anggota DPRD Provinsi Sumut, Paltak Siburian pada konfrensi pers yang dilaksanakan, Jumat (1/11) di Jalan FL. Tobing No. 120 Kecamatan Tarutung Kabupaten Taput.
Dompak menceritakan, kejadian yang terjadi pada Rabu (30/10/2024) sekitar pukul 22.00 Wib adalah kejadian yang tidak dapat di elakkan. Hal itu disebabkan karena diduga tim JTP-Dens akan mencelakai Kandidat Pasangan Calon Bupati nomor urut 1 Satika-Sarlandy saat iring-iringan kenderaan Pasangan Calon dan tim Pendukung Satika-Sarlandy baru pulang dari acara kampanye Muara Tolang Desa Dolok Saut menuju rumah salah satu pendukung Paslon nomor urut 1 untuk jamuan makan malam.
“Tiba dirumah salah satu pendukung nya, selanjutnya, tim Paslon Satika – Sarlandy menemui tim Paslon JTP-Dens untuk mempertanyakan tindakan yang dilakukan menyoraki Paslon nomor urut 1, namun dari tim JTP tidak ada yang menjawab. Lalu tim Satika-Sarlandy kembali ke rumah salah satu pendukung tersebut. Pada saat tim dan paslon Satika-Sarlandy hendak pulang ke Sipoholon, tepatnya di simpang jalan lintas Pahae, tim JTP sudah menunggu untuk kembali menyoraki rombongan mobil paslon dan tim pendukung Satika-Sarlandy dan bahkan tim JTP mengeluarkan kata-kata tidak senonoh serta makian yang diarahkan kepada paslon nomor urut 1 Satika-Sarlandy dan tim yang mengikuti dari belakang, “ujar Dompak Hutasoit.
Dari semua upaya provikasi yang dilakukan tim JTP-Dens terhadap pasangan nomor urut 1, Satika-Sarlandy tetap tidak membuat paslon dan tim pemenangan ini terpancing emosi dan mengiraukan segala cacian dan ucapan kotor yang diarahkan kepada paslon Satika-Sarlandy.
Saat hendak menuju pulang, selanjutnya, salah satu mobil branding bertuliskan tim JTP-Dens melaju melampaui iring-iringan kenderaan sambil menyampaikan bahasa-bahasa kotor sepanjang jalan kearah rombongan tim dan paslon Satika-Sarlandy.
“Mobil ber branding tim JTP tersebit melaju kencang mendahului rombongan kenderaan mencoba mendekati mobil yang ditumpangi paslon Satika – Sarlandy, sehingga tim pendukung resah dan kawatir pada paslon nomor urut 1. Selanjutnya, tim Satika-Sarlandy mencegat dan memberhentikan kenderaan ber branding JTP-Dens tersebut untuk mempertanyakan maksud dan tujuan yang dilakukan, “sebut Dompak Hutasoit.
Menurut Dompak Hutasoit, ada empat orang pemuda didalam mobil ber branding JTP-Dens diketahui dengan kondisi sudah dipengaruhi minuman Alkohol dan mencoba melakukan perlawanan kepada tim pendukung SatikaSarlandy.
” Keributan dan pertikaian spontan pun terjadi. Jadi kami tidak ada memulai keributan pada saat itu. Keempat orang di dalam mobil ber branding JTP-Dens keluar dan melarikan diri, namun tidak sampai disitu, ternyata keempat pria suruhan tadi memanggil pendukung JTP-Dens lainnya yang seperti sudah di kondisikan dan standby untuk memulai ke onaran, namun tim Satika-Sarlandy hanya mengabaikan kejadian tersebit,”sebut Dompak.
Ternyata, sebut Dompak Hutasoit, tepatnya di Jalan Lintas Desa Sitompul tampak mobil Branding Ormas IPK parkir di pinggir jalan dan terlihat juga sejumlah orang yang diduga anggota IPK berdiri sambil memegang balok tepat disamping mobil yang sedang parkir tersebut. “Diduga karena mengetahui jumlah massa di rombongan tim Satika-Sarlandy lebih banyak, membuat sekelonpok orang diduga suruhan tersebut hanya menyampaikan kata-kata kotor kepada paslon nomor urut 1. Namun rombongan tim Satika-Sarlandy tetap tenang dan tidak terpancing, “terangnya.
Tim Pendukung Satika-Sarlandy Diserang dan dianiaya
Diketahui, diduga tim paslon nomor urut 2 JTP-Dens sudah merencanakan dan sengaja standby di beberapa lokasi lintasan yang akan dilalui oleh tim dan paslon Satika-Sarlandy.
Sementara itu, tim Kuasa Hukum Satika-Sarlandy, Sutan Sihombing mengatakan akan melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda diduga suruhan Tim JTP-Dens telah mencoba melakukan provokasi serta mencoba menyulut emosi tim pemenangan dan paslon Satika-Sarlandy saat hendak menuju pulang usai melakukan kampanye.
Tim Paslon JTP-Dens ini telah dengan sengaja membuat agar situasi kampanye dan pilkada yang semakin dekat ricuh.
“Apalagi saat pertikaian terjadi, pihak tim JTP-Dens yang memulai pertikaian dengan memukul pakai balok kayu dan melempari tim Satika-Sarlandy dengan batu. Jadi pihak kita yang lebih dahulu diserang sampai mengalami luka di sekujur tubuh, sampai pihak aparat kepolisian dan TNI tiba di lokasi untuk melerai. Atas jaminan dari pihak aparat penegak hukum akhirnya, rombongan tim pemenangan Satika-Sarlandy tiba dengan selamat dirumah pemenangan Desa Sipoholon, “ucapnya.
Konfrensi Pers dilakukan dengan mengundang media untuk mengklarifikasikan atau meluruskan sebagaimana berita yang beredar di media sosial dan di masyarakat bukanlah pengeroyokan, akan tetapi upaya yang dilakukan oleh Pendukung Satika Simamora dan Sarlandy Hutabarat untuk melindungi pasangan calon nomor urut 1 tersebut dari upaya mencelakai dan atau dugaan percobaan pembunuhan paslon calon bupati dan wakil bupati Tapanuli Utara yang diusung PDI Perjuangan dan PKB.
” Karena penyerangan telah terlebih dahulu dilakukan oleh tim JTP-Dens sebelum terjadi bentrok. Didalam mobil avanza ber branding tim JTP-Dens juga tim Satika-Sarlandy ada menemukan balok kayu, kunci roda dan yang diyakini sudah dipersiapkan sebelumnya, sehingga menguatkan keyakinan akan adanya rencana mencelakai paslon Satika – Sarkandy, “tegas Sutan Sihombing.
Paltak Siburian, anggota DPRD Provinsi Sumut terpilih periode 2024-2029 dapil Sumut IX menyayangkan terjadinya upaya provokasi oleh sekelompok massa yang diduga suruhan dari pihak paslon JTP-Dens. Paltak meminta agar kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polres Tapanuli Utara dan Dandim 0210, Ketua KPU Taput, Bawaslu Taput, agar membuka mata dan tidak melakukan pembiaran terhadap pelaku yang berusaha melalukan provokasi memancing keributan dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2024 yang sudah semakin dekat.
“Saya berharap aparat penegak hukum dapat memproses laporan yang akan dilakukan oleh para korban dari pihak tim Sartika-Sarlandy yang menjadi korban pertikaian tersebut. Saya juga meninta agar seluruh pihak penyelenggara pemilu termasuk TNI-Polri dapat bertindak netral dan dapat membuat suasana pilkada di Taput aman, kondusif, tidak terjadi perpecahan masyarakat dan damai, “pungkas Paltak Siburian. (MR/Tim)


