Kapolda Sumut Minta Keluarga Korban Pemukulan Brigadir SS Laporkan ke Paminal

Kapolda Sumut Minta Keluarga Korban Pemukulan Brigadir SS Laporkan ke Paminal
Keterangan gambar : FH ( 16 ) warga Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu. (metrorakyat.com/Sy)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Informasi kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh Brigadir SS, Oknum Unit Lantas Polsek Pancur Batu terhadap FH ( 16 ) warga Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu akhirnya sampai juga ke telinga Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu. Kepada awak media Jendral berbintang 2 ini dengan sangat tegas mengatakan bahwa korban dipersilahkan membuat laporan pengaduan ke Propam Polda Sumatera Utara.

” Berkenan laporkan ke Propam,” tulis Kapolda Sumatera Utara melalui pesan singkat WhatsApp. ( 18/8/2024)

Sebelumnya diberitakan seorang anak yang masih didudul di bangku SMA berinisial FH menjadi korban kebringasan seorang oknum polisi lalulintas yang bertugas di Polsek Pancur Batu berpangkat Brigadir berinisial SS.

Chandra Tarigan yang merupakan ayah kandung dari FH meminta agar pelaku penganiayaan hingga menyebabkan sejumlah luka dan engsel bahu kanan korban retak berharap presiden RI, Jokowi dan Kapolri serta Kapolda Sumatera Utara memecat oknum polisi tersebut karena telah bersikap arogan dan berprilaku sewenang-wenang karena menganiaya FH agar dipecat dari dinas kepolisian.

Hal ini dikatakan Chandra Tarigan pada awak media saat diwawancarai digubuknya pada Jumat ( 16/8/2024) sekita pukul 22:00 WIB.

” Saya minta kepada bapak presiden RI dan Kapolri serta Kapolda Sumatera Utara memecat oknum polisi tersebut karena telah melakukan hal yang tidak manusiawi memukuli, menendang dan membanting anak aku hingga terluka,” ucap Chandra Tarigan sambil menangis.

Begitupun dengan FH yang diwawancarai kembali dikamar rumahnya, sambil berbaring hanya beralaskan tikar dan menahan sakit lantaran belum mendapatkan perawatan medis dan belum ada baik dari pihak kepolisian Sektor Pancur Batu maupun pelaku yang datang ke rumahnya melihat atau pun menjenguk mengatakan kalau bisa Brigadir SS dipecat dari dinas kepolisian.

” Masih sakit pak, gerakkan tangan sebelah kanan pun payah aku, karena bahuku sakit sekali, aku ditendang, dipijak, dibanting dan disuruh merayap ditanah sambil diinjaknya berulang kali kalau bisa dipecat dan ditarik semua fasilitas yang diberikan negara sama dia,” ucap FH.

Sementara seorang temam FH berinisial DM (17) yang turut menyaksikan keringasan Brigadir SS melakukan penganiayaan terhadap FH mengatakan bahwa ia lah yang membawa Korban dari Polsek Pancur Batu ke RS Pancur Batu untuk mendapatkan perawatan medis

” Aku juga lihat, banyak pun yang lihat kejadian itu lebih dari 20 orang kurasa, pas datang si Polisi itu langsung dipukuli, ditendang, diinjak dan dibantingnya si FH, juga disuruh merayap di tanah,” jelas DM pada awak media bercerita.

Tak hanya bersikap arogan Brigadir SS juga sempat viral dimedia sosial dan media online beberapa bulan yang lalu lantaran bermain judi tepat diareal Polsek Pancur Batu.

Dikutip dari detiksumut yang tayang pada 28 Maret 2024 jam16:03 WIB dengan judul 3 Personel Polsek Pancur Batu Diperiksa Propam Gegara Diduga Main Judi.

Satu vidio bernarasi personel Polsek Pancur Batu sedang bermain judi beredar di media sosial. Kini personel tersebut dipanggil Propam Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan.

Dilihat detiksumut, Kamis 28/3/2024 vidio itu berdurasi beberapa menit. Terlihat ada tiga pria yang sedang bermain kartu sembari bercakap-cakap.

” Personel Polsek Pancur Batu giat judi berjamaah di kantin rumah dinas” demikian narasi di dalam video tersebut.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Hendra Gunawan Simatupang ( menjabat pada saat itu ) membenarkan bahwa orang yang didalam vidio itu adalah anggotanya.

” Persoalan itu sedang ditangani di Propam Polrestabes Medan. Mereka hanya bermain kartu untuk mengisi kekosongan dalam pelaksanaan piket,” kata Hendra saat diwawancarai detiksumut pada Kamis (28/3).

Dia menerangkan lokasi itu di asrama personel, belakang kantor Polsek Pancur Batu. Ketiga personel tersebut berinisial Aiptu SIB, Bripka SS dan Bripka RS.

” Kejadiannya beberapa waktu lalu, di asrama,” ucapnya.

Dilain pihak, Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Tomy mengatakan pemeriksaan sedang berlangsung.

” Jadi sekarang ketiga personel itu sedang diproses pemeriksaan. Untuk lebih lanjutnya nanti akan disampaikan,” ujarnya.

Atas kebenaran berita ini, awak media Bharata Yudha.Com pun langsung mengkonfirmasi Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Tomy dan Kapolsek Pancur Batu, AKP Krisnat namun hingga beberapa hari sampai berita ini ditulis, keduanya kompak membisu, walaupun pesan WhatsApp pada keduanya dibaca.

Sebelumnya diberitakan hanya masalah bermain futsal siswa SMA 1 Pancur Batu berinisial FH menjadi korban penganiayaan oleh oknum Polisi yang berdinas di Polsek Pancur Batu berpangkat Brigadir, berinisial SS pada 14 Agustus 2024 siang.

Brigadir SS yang pada saat itu melintas di jalan Jamin Ginting tepatnya depan lapangan sepak bola Pancur Batu melihat 2 orang anak sekolah berkelahi. Kemudian Brigadir SS langsung menghampiri korban dan langsung tanpa basa-basi melalaikan penganiayaan terhadap FH hingga menyebabkan sejumlah luka-luka. ( Bharata 1 )(MR/red)

Metro Rakyat News