Di Inhu Kebakaran Lahan Makin Meluas, Tim Gabungan dan 3 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api
METRORAKYAT. COM, INDRAGIRI HULU – Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di Kebupaten Indragiri Hulu ( Inhu ) Provinsi Riau semakin meluas tepatnya di areal lahan masyarakat Desa Sungai Guntung Hilir berbatasan dengan Desa Sungai Guntung Tengah, Desa Kuantan Babu , dan Desa Kampung Pulau Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu, sebanyak 3 unit Helikopter water bombing terbang di udara berusaha memadamkan titik api mulai pagi hingga sore Minggu 21 Juli 2024 berjibaku memadamkan api.
Kepala Kantor ( Kakan ) Penanggulangan Bencana Daerah ( KPBD ) Pemerintah Kabupaten Inhu ( Inhu ), Mulyadi Minggu 21 Juli 2024 malam mengatakan kepada Metrorakyat.Com, bahwa tim gabungan pemadaman KPBD sebanyak 22 Personel
,TNI 10 personel, Manggala Aggni 20 personel, karyawan perusahaan PT.Teso Indah 20 personel,Polri 20 personel, BBKSDA dan MPA serta dibantu 3 unit Helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Riau tepah berjibaku memadamkan api.
Tim gabungan telah berjibaku memadamkan api dan pendingan maupun melaksanakan pemblokiran area kebakaran di titik koordinat S -0.30640, E 102.51356
yang berada di area lahan masyarakat Desa Sungai Guntung Hilir berbatasan Desa Sungai Guntung Tengah, Desa Kuantan Babu , dan Desa Kampung Pulau Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu agar kebakaran lahan tidak semakin meluas.
“Karena luas kebakaran lahan di area lahan masyarakat Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu yang sudah tanaman sawit, semak belukar anak kayu hingga saat ini diperkirakan kurang lebih 311,9 hektar, sedangkan yang dipadamkan saat ini masih sekitar 6 hektar, ” katanya.
Ia menambahkan, tim gabungan pemadaman dilapangan sebahagian mengalami kendala untuk melakukan pemadaman api dikarenakan akses jalan yang sulit ditempuh dengan roda 4, sehingga personil harus melansir peralatan memggunakan kendaraan roda 2 sejauh 1 kilometer.
Tim regu pemadaman dari KPBD, beserta ,TNI, Manggala Agni ,MPA, Polri dan dari PT. Teso Indah berada di kepala api bagian barat, karena hanya sisi barat yang bisa dijangkau dengan kendaraan roda 2 dengan melaksanakan strategi pemblokiran untuk mencegah penambahan luas kebakaran dari sisi Barat menuju Timur.
Sementara kepala api bagian Utara dan Selatan di padamkan oleh 3 unit helikopter melalui water bombing terbang di udara melakukan pemblokadean, pemadaman dan pendinginan seluas lebih kurang 6 hektar, sedangkan kondisi terkini lokasi kebakaean di area lahan tersebut belum bisa dikendalikan dan masih berpotensi meluas.
“Namun dikarenakan waktu sudah sore menjelang magrib dan tidak dianjurkan melaksanakan giat pemadaman di malam hari karena adanya satwa liar yaitu harimau sumatera yang berkeliaran di sekitar lokasi kebakaran maka tim pemadaman dihentikan dan akan di lanjutkan pada esok hari, “ungkapnya (MR/Ob )

