Wahana Generasi Aceh (Wangsa) Soroti Gangguan Listrik Di Aceh, PLN Diminta Penuhilah Hak Konsumen

Wahana Generasi Aceh (Wangsa) Soroti Gangguan Listrik Di Aceh, PLN Diminta Penuhilah Hak Konsumen
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ACEH – Wahana Generasi Aceh (Wangsa) angkat suara terkait gangguan listrik yang melanda sebagian wilayah Aceh pasca blackout di sistem PLTU Nagan Raya. Menurut Jhony Howord, Ketua Wangsa, PLN tidak hanya perlu meminta maaf, tetapi juga harus memenuhi hak konsumen yang dirugikan akibat kejadian ini.

Jhony Howord menegaskan bahwa PLN tunduk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Oleh karena itu, PLN wajib memenuhi hak-hak konsumen, termasuk:

1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi layanan listrik.
2. Hak untuk memilih layanan listrik dan mendapatkannya sesuai dengan standar yang dijanjikan.
3. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas layanan yang diterima.
4. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila layanan yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau standar yang berlaku.

Jhony Howord berpandangan bahwa PLN seharusnya memberikan kompensasi kepada masyarakat, bukan hanya meminta maaf. Besaran kompensasi tersebut harus sesuai dengan hak konsumen atas lama gangguan yang terjadi.

“PLN harus menghormati hak-hak konsumen dan memberikan solusi yang konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini. Masyarakat berhak mendapatkan layanan listrik yang berkualitas dan handal, dan PLN bertanggung jawab untuk memenuhinya.” Tegas Jhony Howord.

Berikut skema kompensasi yang diusulkan Wangsa, Jhony mengatakan skema kompensasi ini didapatkan dari kasus serupa yang pernah terjadi.

* 50% dari biaya beban atau rekening minimum apabila lama gangguan sampai dengan 2 jam di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik.
* 75% dari biaya beban atau rekening minimum apabila lama gangguan lebih dari 2 jam sampai dengan 4 jam di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik.
* 100% dari biaya beban atau rekening minimum apabila lama gangguan lebih dari 4 jam sampai dengan 8 jam di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik.
* 200% dari biaya beban atau rekening minimum apabila lama gangguan lebih dari 8 jam sampai dengan 16 jam di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik.
* 300% dari biaya beban atau rekening minimum apabila lama gangguan lebih dari 16 jam sampai dengan 40 jam di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik.
* 500% dari biaya beban atau rekening minimum apabila lama gangguan lebih dari 40 jam di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik.

Wangsa berharap PLN dapat segera menyelesaikan permasalahan ini dan memberikan solusi yang memuaskan bagi masyarakat Aceh.(MR/udinjazz)

Metro Rakyat News