Secercah Asa Di Ujung Penantian Panjang Terwujud Lewat TMMD 

Secercah Asa Di Ujung Penantian Panjang Terwujud Lewat TMMD 
Bagikan

Oleh : Erni Manja.Hasibuan, S.E.M.M

METRORAKYAT.COM-Labuhanbatu, Terik cahaya matahari yang menyengat terus membakar semangat para lelaki tegap yang terlatih tempur di medan peperangan. Mereka para lelaki berpakaian loreng berkolaborasi dengan personel Polri dan Pemda sengaja hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam meningkatkan pembangunan wilayah dikawasan terisolir yang menjadi sejarah bagi Belanda.

Meski harus meninggalkan keluarga sebulan lamanya, bukan masalah bagi mereka untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berdomisili di Kampung Bersejarah Yang Dulunya Sempat Menjadi Perlintasan Persinggahan Kapal Belanda. Kampung Yang ‘Dianggap’Terlupakan tersebut kini mulai mendapat kehidupan baru setelah hadirnya TNI AD dalam Program TMMD 120 Kodim 0209/LB, Korem 022/Pantai Timur, Kodam I Bukit Barisan. Kini masyarakat pun tersenyum bahagia dengan adanya TMMD.

Berkolaborasi dengan instansi terkait, Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudi Ardiyan Saputro S.I.P memberikan sentuhan pembangunan peningkatan jalan di wilayah bersejarah tersebut. Tak hanya jalan yang diidamkan warga selama puluhan tahun saja ditingkatkan Letkol Inf Yudi Ardiyan Saputro S.I.P bersama personel Satgas TMMD 120.Melainkan yang paling menyentuh hati setelah Abituren Akmil 2003 melihat kondisi kehidupan masyarakat pesisir tersebut hidup berpuluh tahun tanpa air bersih layak konsumsi.

Melihat keprihatinan menyentuh hati tersebut lantas Pamen yang pernah digembleng di Lembah Tidar Magelang tersebut pun langsung mengambil inisitif memasukan sasaran tambahan Program TMMD 120 Kodim 0209/LB dengan pembuatan lima titik Sumur Bor Air Bersih Layak Konsumsi Program Unggulan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Desa Selat Beting,Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu,Provinsi Sumatera Utara (Sumut).Selama ini wilayah memiliki 14 dusun di kawasan ujung timur tapal batas Selat Malaka dan Kabupaten Labuhan Batu tersebut selama puluhan tahun mendambakan air bersih layak konsumsi.

Berkat upaya kerja keras Komandan Kodim 0209/LB Letkol Inf Yudi Ardiyan Saputro S.I.P, berkolaborasi dengan Plt Bupati Labuhan Batu Hj Ellya Rosa Siregar, S.Pd., M.M dan instansi terkait serta masyarakat membantu mengatasi kesulitan warga masyarakat yang hidup jauh di wilayah terisolir jauh dari kota yang sebagian besar penduduknya nelayan tersebut melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 Tahun 2024,Kodim 0209/LB, Korem 022/Pantai Timur, Kodam I Bukit Barisan memasukan program fisik sasaran tambahan pembuatan lima titik sumur bor air bersih layak konsumsi Program Unggulan Kasad.

Melalui thema “Dharma Bakti TMMD Mewujudkan Percepat Pembangunan di Wilayah”, sesuai Undang-Undang Nomor. 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1),tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara dan tugas TNI dalam Operasi Militer Perang (OMP) juga melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam keadaan damai, khususnya dalam kontek ini membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pembangunan dan tugas-tugas kemanusiaan, penanggulangan akibat bencana dan untuk kepentingan nasional lainnya.

Letkol Inf Yudi yang pernah menjabat Danyonif 433/Julu Siri Kostrad bersama Pemkab Labuhan Batu akhirnya mengatasi kesulitan warga masyarakat yang selama puluhan tahun merindukan dan mengimpikan Air Bersih.

Menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, akhirnya mantan Kasiops Divif 3 Kostrad kelahiran Provinsi Lampung tersebut langsung perintahkan Satgas untuk mengerjakan Program Unggulan Air Bersih KASAD di wilayah Dusun II Tangkahan, Dusun II Pasoman, Dusun XIV Sirahu dan Dusun I Inpres serta Dusun VIII Tanjung Marulak, guna mewujudkan kehidupan sehat masyarakat tersebut akhirnya tuntas semua sehingga saat ini airnya sudah dimanfatakan warga masyarakat.

Di desa yang memiliki luas wilayah +_ 7.430 ,25 Ha dengan jumlah penduduk 5 122 Jiwa terdiri dari Wanita sebanyak 2.512 jiwa dan Pria sebanyak 2.610 jiwa tersebut Kodim 0209/Labuhan Batu Korem 022/Pantai Timur Kodam I Bukit Barisan mewujudkan pembangunan infrastruktur membantu Pemda demi mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan taraf perekonomian.

Diketahui bahwa Desa Selat Beting memiliki
634 kepala keluarga warga kurang mampu. Meskipun lokasi yang di kelilingi Sungai Barumun dan susah air bersih,Kodim 0209/LB berhasil mencegah anak Stunting sehingga tidak ada seorang pun BALITA STUNTING dan peserta KB sebanyak 356 orang.

Kepedulian TNI AD dalam hal ini Kodim 0209/LB harus menempuh jarak 125 Km 5 jam perjalanan dari Kodim ke lokasi dengan menyebrang menggunakan perahu getek merogoh kocek Rp. 5000 tersebut ,Letkol Inf Yudi Ardiyan Saputro S.I.P berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Labuhan Batu berhasikll wujudkan hidup sehat warga masyarakat dengan memenuhi air bersih laya konsumsi.

Diketahui bahwa KASAD melalui jajaran Kodam,Korem, Kodim dan Koramil telah membangun lebih dari 1.898 sumber air bersih di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi berbagai seluruh komponen bangsa dalam program TNI AD Manunggal Air.

Meski sudah banyak air bersih diciptakan untuk masyarakat.TNI AD akan terus menggenjot pencapaian program TNI AD Manunggal Air untuk membantu menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang wilayahnya masih kekurangan air bersih, salah satunya yang saat ini dikerjakan Satgas TMMD Selat Beting di wilayah terisolir.

Diwilayah tersebut selama puluhan tahun warga masyarakatnya menggunakan air Sungai Barumun dan curahan air hujan ,air bekoan dari selokan untuk minum dan mandi sehari-harinya. Meski demikian di Dusun II Selat Beting tidak ada Balita yang kena Stunting. Hal tersebut membuktikan bahwa peran besar Babinsa Koramil 04/Labuhan Bilik Kodim 0209/LB berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan unsur desa memberikan makanan vitamin bergizi sebagai asupan Balita.

Dansatgas TMMD 120,Letkol Inf Yudi Ardiyan Saputro S.I.P, menyampaikan bahwa program TMMD 120 yang dilaksanakan di wilayah Desa Selat Beting untuk membantu masyarakat desa dalam menyelesaikan setiap permasalahannya. Program ini berupaya membantu memaksimalkan potensi desa, karena desa merupakan sumber penyuplai bahan-bahan baku pangan nasional serta sebagai sumber ketenagakerjaan.

“Selain membantu Pemda mewujudkan pembangunan,TMMD juga menggali sumber-sumber potensi yang bermanfaat, salah satunya meningkatkan program ketahanan pangan, cegah stunting, dan TNI Manunggal Air Bersih, “sebut Letkol Yudi.

Masih kata Letkol Yudi, program TMMD termasuk salah satu program bentuk kepedulian TNI dalam membantu pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau. Kegiatan ini juga sebagai salah satu untuk melestarikan budaya luhur bangsa Indonesia, yakni gotong royong.

“Selain mengerjakan fisik dan non fisik disini Satgas juga membangun lima titik sumur bor air bersih layak konsumsi untuk masyarakat, “kata Letkol Yudi.

TMMD, kata Letol Yudi juga untuk pertajam kepekaan terhadap perkembangan situasi dan lakukan tindakan proaktif kepada segala bentuk ancaman yang akan menganggu Persatuan dan Kesatuan bangsa serta tegakkan kedaulatan dan pertahankan keutuhan wilayah NKRI .Para prajurit TNI harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi dan menciptakan
kesejahteraan rakyat agar mampu menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang rakyat kepada TNI AD,”ungkap Letkol Inf Yudi.

Dengan di luncurkannya program TMMD merupakan kegaiatan yang nyata dan langsung dirasakan masyarakat manfaatnya. Karena dalam program TMMD,TNI, Polri, Pemkab bersama masyarakat bergotong royong dalam membangun dari berbagai macam kebutuhan masyarakat yang dianggap penting.

Disini,meski harus meninggalkan keluarga sebulan lamanya, bukan masalah bagi Satgas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berdomisili di Kampung Bersejarah Yang Dulunya Sempat Menjadi Perlintasan Persinggahan Kapal Belanda. Kampung Yang ‘Dianggap’Terlupakan tersebut kini mulai mendapat kehidupan baru setelah hadirnya TNI AD dalam Program TMMD 120 Kodim 0209/LB Korem 022/Pantai Timur Kodam I Bukit Barisan. Kini masyarakat pun tersenyum bahagia dengan adanya TMMD, air bersih dapat dan jalan bagus pun sudah bisa dimanfaatkan. “SECERCAH ASA DI UJUNG PENANTIAN PANJANG TERWUJUD LEWAT TMMD

Sekedar diketahui bahwa untuk menuju ke lokasi TMMD 120,Prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD 120 Tahun 2024 Kodim 0209/LB harus menyusuri perkebunan sawit dan karet dengan jalan kupak kapik berdebu jika musim kemarau dan musim hujan jalannya bagaikan ‘kubangan kerbau’. Sesampainya di kawasan Negeri Lama personel Satgas melintasi Perkebunan Cisadane sejauh 1 1/5 jam perjalanan lagi dengan melintasi kebun dan perkampungan terisolir jalan kupak kapik.

Sesampainya dilokasi yang mengendarai mobil harus parkir di Tangkahan (dermaga kampung, red) milik warga masyarakat dikarenakan tidak bisa dibawa menyebrang Sungai yang memiliki dua muara Sungai yaitu, Sungai Bilah dan Sungai Barumun.Dimana kedua aliran sungai itu kemudian mengalir ke pesisir Pantai Labuhan Bilik dan berujung ke Selat Malaka.

Dengan menggunakan Getek (perahu tradisional mesin dompeng, red) bermodalkan minyak solar yang hanya bisa ditumpangi 10 orang saja personel Satgas dipimpin Letkol Inf Yudi menyebrangi sungai dengan waktu 10 menit.

Meski bagi tentara sungai dan laut sudah menjadi makanan dalam latihan militer Ralasuntai (rawa, laut,sungai dan pantai). Namun bagi masyarakat umum pendatang tentu menjadi tantangan maut. Mengapa demikian karena dimalam hari tekong getek hanya bermodalkan naluri kebiasaan bisa menyebrang tanpa penerangan lampu dan siang hari juga menantang maut.

Di wilayah terisolir bersejarah Ujung Timur Perbatasan dengan Selat Malaka, TNI AD dalam hal ini Kodim 0209/LB Berikan Penghidupan Baru. Selat Malaka merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk dimasa penjajahan Portugis dan Belanda hingga orang Belanda sering menelusuri aliran Sungai Barumun untuk mengawasi pergerakan masyarakat tersebut Letkol Inf Yudi memberikan kehidupan sehat dengan membangun lima titik sumur bor Program Unggulan Kasad.

Bayangkan saja keprihatinan Letkol Yudi dengan kehidupan diwilayah yang sebagian besar berpenghasilan dari dagang keliling kampung, nelayan dan buruh perkebunan yang selama puluhan tahun menantikan air bersih layak konsumsi tersebut membuat hati Letkol Yudi tergugah dan menjerit batinnya melihat kondisi kehidupan yang sehari-harinya menurut warga masyarakat minum, mencuci makanan (beras) mandi dengan air Sungai Barumun dan tadahan air hujan saja.

Selama sebulan berkolaborasi dengan instansi terkait, Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudi Ardiyan Saputro S.I.P memberikan sentuhan pembangunan peningkatan jalan di wilayah bersejarah tersebut. Tak hanya jalan yang diidamkan warga selama puluhan tahun saja ditingkatkan Letkol Inf Yudi Ardiyan Saputro S.I.P bersama personel Satgas TMMD 120.Melainkan yang paling menyentuh hati setelah Abituren Akmil 2003 bersama Plt Bupati melihat kondisi kehidupan masyarakat pesisir tersebut hidup berpuluh tahun tanpa air bersih layak konsumsi.

Melihat keprihatinan menyentuh hati tersebut lantas Pamen yang pernah digembleng di Lembah Tidar Magelang tersebut pun langsung mengambil inisitif memasukan sasaran tambahan Program TMMD 120 Kodim 0209/LB dengan pembuatan lima titik Sumur Bor Air Bersih Layak Konsumsi Program Unggulan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Dalam memperjuangkan kehidupan di kawasan ekosistem sungai dan perbatasan timur Selat Malaka tersebut,Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro S.I.P selaku Dansatgas TMMD ke-120 bersama personel Satgas terdiri dari prajurit TNI AD sebanyak 119 personel.Dari Yonif 126/Kala Cakti,Yonzipur 1 Dhira Dharma dan personel Kodim 0209/LB jajaran.Sedangkan dari TNI AL dari Lanal Tanjung Balai 5 personel,TNI AU 5 personel dari Lanud Soewondo dan personel Polres Labuhanbatu 10 orang,dibantu Pemda 10 orang dan warga masyarakat 15 orang berbaur bahu membahu mengerjakan sasaran fisik utama peningkatan badan jalan sepanjang 1. 550 meter dengan lebar 6 meter dan ketebalan 0,6 meter dari Desa Selat Beting menuju Desa Sei Siarti dan sasaran tambahan pembuatan lima unit sumur bor air bersih layak konsumsi Program Unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Selama sebulan personel Satgas berkolaborasi dengan instansi terkait mengerjakan sasaran fisik dan non fisik demi mensejahterakan masyarakat, personel Satgas juga menciptakan pembinaan pertahanan wilayah (Bintahwil) yang kokoh dengan mendukung tugas TNI AD.

Di wilayah terisolir bersejarah Ujung Timur Perbatasan dengan Selat Malaka, TNI AD dalam hal ini Kodim 0209/LB berikan penghidupan baru. Selat Malaka merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk dimasa penjajahan Portugis dan Belanda hingga orang Belanda sering menelusuri aliran Sungai Barumun untuk mengawasi pergerakan masyarakat tersebut Letkol Inf Yudi memberikan kehidupan sehat dengan membangun lima titik sumur bor Program Unggulan Kasad yang kini telah dimanfaatkan masyarakat.

Kepedulian dan keprihatinan Letkol Yudi bersama Plt Bupati Labuhan Batu dengan kehidupan diwilayah yang sebagian besar berpenghasilan dari dagang keliling kampung, nelayan dan buruh perkebunan yang selama puluhan tahun menantikan air bersih layak konsumsi tersebut membuat hati Letkol Yudi dan Plt Bupati tergugah dan menjerit batinnya melihat kondisi kehidupan yang sehari-harinya menurut warga masyarakat minum, mencuci makanan (beras) mandi dengan air Sungai Barumun dan tadahan air hujan,serta air bekoan saja.

Akhirnya doa dan impian puluhan tahun warga tersebut terkabul setelah Letkol Inf Yudi dan Plt Bupati sang wanita tangguh menjadikan lokasi Selat Beting yang didominasi suku Batak, Melayu dan Jawa tersebut dalam Program TMMD 120 Kodim 0209/LB.

Selama sebulan, sejak ayam berkokok dipagi hari, seratusan personel Satgas yang menginap di Poskotis TMMD di Puskesmas Selat Beting dan Aula Balai Desa langsung bergegas ke Mesjid untuk Sholat Subuh bagi yang beragama Islam. Usai sholat mereka sarapan pagi yang telah disiapkan nasi bungkus buatan warga dengan Istilah Satgas “Nasi Infanfri”. Selesai sarapan para personel tiga matra dan kepolisian langsung apel pagi dengan membawa peralatan kerja untuk menerima arahan dan bimbingan dari Dan SSK TMMD Lettu Inf Wen Gusriadi yang kesehariannya menjabat sebagai Dantonban Kipan C Yonif 126/Kala Cakti.

Apel pagi rutin untuk memberikan arahan pembagian tugas dan bimbingan tersebut juga diikuti warga masyarakat yang turut membantu kegiatan TMMD.

15 menit menerima arahan dari Dan SSK TMMD Lettu Inf Wen Gusriadi selanjutnya personel Satgas bergerak dengan penuh semangat ke lokasi sasaran fisik pembuatan peningkatan badan jalan

Usai menerima arahan dari Dan SSK TMMD Lettu Inf Wen Gusriadi selanjutnya personel Satgas bergerak dengan penuh semangat ke lokasi sasaran fisik pembuatan peningkatan badan jalan tembus antar desa sepanjang
1.550 meter dengan lebar 6 meter dan ketebalan 0,6 m dari Desa Selat Beting menuju Desa Sei Siarti yang memiliki 14 dusun tersebut Satgas mengerjakan sasaran utama jalan dibantu alat berat Buldozer meningkatkan jalan di Dusun VII,IX dan XI.

Ironisnya, di wilayah terisolir kegiatan dilaksanakan TMMD yang harus menempuh perjalanan dari bandara KNIA sejauh 337 Km dengan memakan waktu hampir sekitar 10 jam tersebut sangat senang sekali hadirnya tentara. Mereka dianggap masyarakat sebagai penolong yang peduli.

Selain mengerjakan pekerjaan program TMMD dan sasaran tambahan, setiap hari personel Satgas Kes TMMD door to door memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Lansia dan Balita. Tak hanya itu saja, Satgas beragama Islam juga azan berkumandang langsung ke Mesjid untuk menunaikan ibadah sholat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Dan yang beragama Nasrani juga setiap hari Rabu dan Minggu kebaktian di Gereja yang ada dilokasi TMMD.

Semoga saja niat tulus dan ikhlas jejak personel Satgas tetap diingat masyarakat Selat Beting selamanya. Meskipun hanya sebulan lamanya mereka dilokasi TMMD.

Kehadiran personel Satgas bukan hanya membawa berkah bagi warga masyarakat, para pedagang dan tekong getek pun penghasilannya meningkat pesat sejak hadirnya TMMD.

 

Kabupaten Labuhanbatu yang berada pada jalur lintas timur Sumatra dan berada pada persimpangan menuju Sumatera Barat dan Riau, yang menghubungkan pusat-pusat perkembangan wilayah di Sumatera dan Jawa serta mempunyai akses yang memadai ke luar negeri karena berbatasan langsung dengan Selat Malaka masyarakatnya bangga dengan tugas dan kemampuan Dandim 0209/LB dan Plt Bupati Labuhan Batu yang sangat peduli dengan masyarakatnya tersebut.

Kabupaten memiliki Kesultanan Bilah yang beribu kota di Negeri Lama dan Kesultanan Panai yang beribu kota di Labuhan Bilik memiliki luas 2.561,38 km² dan pada tahun 2003 Kabupaten ini menjadi salah satu daerah kabupaten/kota dengan ekonomi terbaik se-Indonesia tersebut akan terus digenjot pembangunan wilayahnya demi mensejahterakan kehidupan masyarakatnya.

Di sembilan kecamatan,diantaranya Kecamatan Bilah Barat, Bilah Hilir, Bilah Hulu, Panai Hilir, Panai Hulu, Panai Tengah, Pangkatan, Rantau Selatan dan Rantau Utara, tersebut Hj Ellya Rosa Siregar, S.Pd., M.M si wanita tangguh tersebut terus berkolaborasi dengan TNI, khususnya TNI AD dalam menggelorakan Program Unggulan Kasad.

Untuk pembuatan sumur bor pertama di Dusun II Tangkahan, Dusun II Pasoman, Dusun XIV Sirahu dan Dusun I Inpres serta Dusun VIII Tanjung Marulak, semuanya berjalan lancar dan saat ini sudah bisa dimanfaatkan warga masyarakat.

Menanggapi program unggulan Kasad, Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han), menyampaikan bahwa pembuatan 5 titik sumur bor air bersih di Selat Beting,sangat bagus sekali dan sangat membantu kelangsungan hidup manusia. Dimana selama puluhan tahun warga masyarakat disana sangat mendambakan air bersih layak konsumsi. Kasihan sekali mereka puluhan tahun konsumsis air sungai, air tadahan hujan dan air bekoan untuk MCK.

Untuk itu, kata Kadispenad TNI AD melalui Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, terus berupaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang kekurangan air bersih layak konsumsi di seluruh Indonesia, khususnya yang ada diwilayah Desa Selat Beting.

Abituren Akmil 97 yang dibesarkan di satuan Kostrad, Para Raider ini menambahkan bahwa Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus menggelorakan Program yang dikenal dengan nama “TNI AD Manunggal Air” yang juga selaras dengan semangat penyelenggaraan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 di Bali, yang mengambil tema “Air Bagi Kemakmuran Bersama”.

“Dengan hadirnya TMMD 120 berkolaborasi dengan Pemda, Kodim 0209/LB menambah sasaran pembuatan 5 titik sumur bor air bersih layak konsumsi sangat tepat sasaran, “sebut Pati Bintang Satu pernah menjabat Asops Kasdam I/BB.

 

Hal senada disampaikan Ketua Tim Wasev TMMD 120 Kodim 0209/LB Kolonel Inf P. Marpaung, S.IP, M.Han, menyampaikan rasa harunya melihat kondisi masyarakat Desa Selat Beting, ternyata mereka semua ini selama ini menggunakan air sungai untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan jikalau hujan deras turunlah baru menikmati air bersih. Mereka ini manusia normal butuh perhatian dan bantuan, ternyata sudah puluhan tahun merindukan air bersih.

“Saya melihat Program Unggulan kasad terkait penyediaan sumber air bersih sangat tepat sasaran, tepat sekali sasarannya, setelah saya lihat langsung dan mendengar keluhan warga mau menangis rasanya batin ini, sedih, terharu sekali,”ungkap Kol Marpaung seraya menambahkan fasilitas yang di berikan oleh bapak Kasad dapat di manfaatkan oleh masyarakat, agar dapat dijaga dan di rawat.

Dilokasi yang sama, Danrem 022/PT Kolonel Inf Tagor Rio Pasaribu, SE,menyampaikan bahwa kita mengetahui bahwa TNI manunggal membangun desa (TMMD) merupakan bentuk operasi Bhakti TNi yaitu OMSP (Operasi Militer Selain Perang) dengan menentukan sasaran fisik sudah sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan prioritas kebutuhan yang sangat di perlukan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan TMMD yang sudah berlangsung selama satu bulan, yang di awali dengan kegiatan pra TMMD yakni bersatu padunya semua komponen bangsa yang terkoordinasi, dan terkoordinir yang dilaksanakan secara bahu membahu dan gotong royong.

TMMD ke -120 Kodim 0209/LB di samping melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik juga melaksanakan pembangunan dengan sasaran tambahan berupa Program Unggulan Kasad meliputi TNI Manunggal Air,Program Penurunan Stunting, serta program Ketahanan Pangan.

Danrem menyampaikan,sekaligus kami juga mengucapkan terimakasih kepada wartawan baik media cetak maupun elektronik yang telah meliput,merilis dan mempublikasikan kegiatan TMMD ke -120 ini, sehingga dapat di akses oleh masyarakat sekitar maupun secara nasional untuk menambah semangat membangun daerah lain.

“Saya selaku Danrem 022/PT mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan seluruh komponen dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan TMMD disini berjalan lancar, dan apabila ada kesilafan atau tutur kata Satgas yang telah menyinggung warga masyarakat mohon maaf yang sebesar-besarnya, “ucap Danrem.

Pamen abituren 96 kualifikasi Komando ini menyampaikan bahwa lokasi Selat Beting sangat tepat untuk sasaran TMMD,khususnya TNI Manunggal Air Program Unggulan Kasad, jauh dari kota terisolir dan memang air bersih disini sangat dibutuhkan sekali untuk kelangsungan hidup manusia, khususnya generasi.

“Kiranya Warga bisa menjaga dan apa yang telah dibangun oleh Satgas TMMD Ke-120 Kodim 0209/LB, rawat dan jagalah,ingatlah kami hadir untuk masyarakat, “sebut Pamen lama tugas di Kopassus.

Sementara, Muktar Dalimunthe selaku Tokoh Masyarakat mengucapkan terimakasih atas terpilihnya desa Kami menjadi sasaran TMMD ke 120 tahun 2024 Kodim 0209/LB. Harapan Kami dengan adanya program TMMD ini dapat meningkatkan dan mempercepat pembangunan dan tarap hidup masyarakat di Desa Selat Beting. “Terimakasih bapak Kasad telah memberikan air bersih di desa kami, tanpa ada TMMD disini mungkin bisa saja seumur hidup kami gak pernah nikmati air bersih layak konsumsi, ” ungkapnya.

“Terimakasih Bapak Kasad, Terimakasih Bapak Kasad, Terimakasih Bapak Dandim, TMMD Datang Kami Bisa Dapat Air Bersih,” teriak masyarakat Selat Beting

Sementara itu, Plt Bupati Labuhan Batu Hj Ellya Rosa Siregar, S.Pd., M.M menyampaikan dengan telah ditutupnya TMMD Kodim 0209/LB, Melalui thema “Dharma Bakti TMMD Mewujudkan Percepat Pembangunan di Wilayah”semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga Selat Beting.

” Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada TNI, karena melaksanakan kegiatan TMMD ke-120 Kodim 0209/LB Kodam I/BB Tahun 2024 di Desa Selat Beting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah pedesaan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengadakan program TMMD 120 di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Ini adalah bukti nyata kolaborasi yang kuat antara institusi Pemerintah dan TNI dalam upaya membangun dan meningkatkan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu”.

“TMMD ini merupakan upaya bersama dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Kegiatan ini akan fokus pada pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas serta kualitas pelayanan publik”, kata Plt Bupati.

Kegiatan fisik peningkatan jalan dari Desa Selat Beting menuju Desa Sei Siarti berjalan sukses dan kegiatan non fisik sukses semua.Selain itu pembuatan sasaran tambahan 5 unit sumur bor air bersih juga sukses dan lancar. “Saya sangat berterimakasih TNI AD telah membantu saya,khususnya mewujudkan air bersih layak konsumsi” ucap Plt Bupati

 

Pj. Kades Selat Beting Yusnan Harahap, mengucapkan banyak terimakasih dan sangat apresiasi apa yang telah diberikan Satgas TMMD dan Ibu Plt Bupati Labuhan Batu. Selama ini warga sangat kesulitan berdagang dan untuk bekerja karena jalan rusak parah. Sekarang, kata Pj. Kades Selat Beting warga sudah bisa berdagang dan bekerja dengan lancar setelah jalan siap menjadi bagus dibuat Satgas TMMD.

“Saya mewakili warga juga sangat berterimakasih karena telah dibuatkan lima sumur bor air bersih layak konsumsi,selama ini kami disini sangat kesulitan sekali air bersih, untuk kehidupan sehari-hari gunakan air sungai, air tadahan hujan dan air bekoan,sekarang kami senang sekali bagaikan dapat penghidupan baru lagi setelah sumber air dibuatkan Satgas, “sebut Yusnan.

Sementara, Ahmad Syahroni Dalimunthe (50)warga Dusun II Tangkahan mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Dandim Labuhan Batu yang telah membantu memberikan sumber air bersih di kampung kami.

” Puluhan tahun air sungai dan air bekoan, air tadahan hujan kami gunakan sehari-hari, baru skarang bisa menikmati air bersih dari TNI AD, makasih sekali kami pak, “ungkapnya menetes airmatanya sembari memeluk Ketua Tim Wasev.

Seorang siswa kelas II SD Al Ghazali Nasution,sangat senang saat mandi di kamar mandi umum bersama rekannya ditanyai Ketua Tim Wasev TMMD. Dirinya baru ini mandi air bersih, selama ini mau sekolah mandi di sungai. “Mantap kali air bersih om tentara ini,kami sekarang tiap hari bisa mandi air bersih disini,” ucapnya.

Tak hanya air bersih,peningkatan jalan saja yang dinikmati warga masyarakat. Melainkan para pedagang juga meraup keuntungan sejak adanya TMMD di wilayah Selat Beting.

Pemilik warung Ibu Lindawati br Nasution (60) warga Dusun II Tangkahan juga sangat berterimakasih sekali sejak adanya TMMD warung miliknya omzetnya meningkat pesat. Dimana yang biasanya tidak ada TMMD hanya tutup pukul 20.00 Wib, ada TMMD jadi pukul 00.Wib karena personel Satgas banyak yang minum kopi dan makan indomie diwarungnya.

“Makasih sekali sebulan jualan bisa menambah celengan keluarga, TMMD memang benar-benar sangat bermanfaat bagi masyarakat,bapak – bapak jangan putus hubungan silaturahmi dengan kami disini ya, datanglah maen kemari, “pesan Ibu Lindawati.

Senada, Effendi Nasution (35) warga Dusun II Tangkahan juga mengucapkan bangga dengan adanya TMMD dikampungnya. Sejak ada TMMD kampungnya ramai dan omzet getek (perahu tradisional) pun meningkat terus setiap harinya.Ada TMMD disini,kata Effendi banyak yang menyeberang gunakan getek dan ongkosnya pun ditambah. Biasanya perorang Rp 5000 ditambah sepeda motor Rp 10.000 bisa bayar menjadi Rp. 20.000.

“Lumayan sekali kami dapat hasil dari perahu getek sehari 24 jam beroperasi bisa mencapai 800.000,kalau gak ada TMMD hanya 350.000 saja, “ungkap pria memiliki tiga anak yang berprofesi nakhoda getek penyebrangan Desa Selat Beting.

Kapolres Labuhan Batu yang diwakili Iptu Sunaryo selaku Waka Polsek Panai Tengah,patut dibanggakan sekali sinergitasnya. Pasalnya Pama Polri disenangi masyarakat tersebut setiap hari turun kelokasi TMMD untuk mengecek personel Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD.Kedekatannya dengan Satgas TMMD membuat banyak masyarakat semakin senang.

“Kehadiran kami dari personel Polri tergabung dalam Satgas TMMD atas perintah pimpinan untuk terus berkolaborasi dengan TNI dan Pemkab serta masyarakat mewujudkan pembangunan dan menjaga Kamtibmas. Tanpa kerjasama TNI Polri dan masyarakat situasi wilayah tidak akan terpantau,dengan adanya kegiatan TMMD membuat jalan bagus, tentu sangat membantu patroli wilayah personel Polri dan kokohkan sinergitas dan soliditas TNI Polri dan Pemda, “sebutnya.

Kampung yang ‘dianggap’terlupakan tersebut kini mulai mendapat kehidupan baru setelah hadirnya TNI AD dalam Program TMMD 120 Kodim 0209/LB Korem 022/Pantai Timur Kodam I Bukit Barisan. Kini masyarakat pun tersenyum bahagia dengan adanya TMMD yang telah menyulap kampung mereka. (erni manja)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.