Lapor Pak Kapolda, Di Desa Sennah Banyak Alat Berat Jenis Beko Diduga Menggunakan BBM Bersubsidi

Lapor Pak Kapolda, Di Desa Sennah Banyak Alat Berat Jenis Beko Diduga Menggunakan BBM Bersubsidi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LABUHANBATU -Pemerintah sudah melakukan pembatasan penggunaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak(BBM)Bersubsidi tapi.para mafia BBM bersubsidi akan selalu berusaha mencari cara untuk mengelabui bahkan para mafia BBM solar tersebut hukum itu dianggap tidak begitu penting.

Dalam kenyataannya sekarang Di Desa Sennah,Kecamatan Pangkatan,Kabupaten Labuhanbatu,Sumatera Utara, masih ada cara oknum yang diduga melakukan penyelewengan BBM Solar bersubsidi tersebut dengan cara diam-diam disuling dari mobil truk untuk kebutuhan alat-alat berat atau Backhoe loade yang sering disebut orang kampung Beko.

Salah satunya seperti yang ditemukan oleh awak media pada salah satu perkebunan Kelapa Sawit bernama Perkebunan Nagamas yang berlokasi disimpang Rawa,Bombang Bidang,Desa Sennah,Kecamatan Pangkatan,Kabupaten Labuhanbatu,Sumatera Utara,Selasa,(28/5/2024) Ditemukam adanya aktivitas Repelanting tanaman Sawit penggunakan Alat berat jenis Beko yang yang diduga bekerja menggunakan BBM bersubsidi jenis solar ilegal

Dan hasil pantauan awak media di lokasi tersebut ditemukan adanya 2 unit alat berat atau Backhoe loade yang sering disebut Beko yang diduga menggunakan BBM solar bersubsidi yang dapat dengan cara ilegal

Menurut informasi dari warga sekitar yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan memang betul bang,alat berat atau Beko tersebut menggunakan BBM Solar bersubsidi yang dilansir oleh mobil truk menggunakan jerengen dan tangki air yang ditutupi dengan terbal,Rabu,(28/5/2024)

“Harapan kami, kepada pihak berwajib agar menindak tegas apa kegiatan yang diduga ilegal dikampung kami ini,karna sudah merugikan warga dan Negara dan para mafia BBM juga harus ditindak tegas,”sebutnya.

Mengenai hal penggunaan BBM untuk repelanting konfirmasi pihak penanggung jawab Pekerkebunan Naga Mas yang berlokaso Disimpang Rawa,Bombang Bidang, Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu dengan Pak Candratien melalui WhatsApp pribadinya menyebutkan
Kalau alat berat, kami Sistem borong ke pemborong nya Pak. Jadi masalah BBM, kami tidak ikut bertanggung jawab. Karena kami di sini sistimnya memborong kan kepada pemborong, Rabu,(29/5/2024). (MR/HPS)

Metro Rakyat News