Tantangan dan Peluang Bagi Peran Mahasiswa Dalam Membangun Bangsa Melalui Pendidikan Budi Pekerti 

Tantangan dan Peluang Bagi Peran Mahasiswa Dalam Membangun Bangsa Melalui Pendidikan Budi Pekerti 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, Pendidikan budi pekerti merupakan upaya untuk membentuk dan mengembangkan karakter,kepribadian, dan akhlak mulia peserta didik. Seperti yang kita ketahui bahwa Kihajar Dewantara mengatakan pendidikan budi pekerti adalah upaya untuk memajukan budi pekerti ,yaitu memperkuat kemauan dan mempertinggi budi sehingga menjadi manusia yang berakhlak mulia (Ki Fudyartanta, 2010:282) yang dimaksut Kihajar Dewanta ini kita sebagai seorang mahasisawa harus memiliki kepribadian yang luhur berkarakter dan berbudi pekerti yang baik.

Kita sebagai seorang mahasiswa juga harus mampu mengembangkan potensi diri secara optimal dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai budaya bangsa juga harus berperan aktif dalam memajukan bangsa dan Negara dengan menjujung tinggi kearifan lokal. Menurut Jarolimek (1990:53) pendidikan budi pekerti adalah program pengajaran di sekolah yang bertujuan mengembangkan watak atau tabiat siswa dengan cara menghayati nilai-nilai dan keyakinan masyarakat sebagai kekuatan moral dalam kehidupannya melalui kejujuran dapat di percaya, disiplin dan kerja sama yang menekankan ranah efektif (perasaan dan sikap) tanpa meninggalkan ranah kognitif dan skill psikomotorik (keterampilan ).

Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat dii definisikan bahwa pendidikan budi pekerti merupan pendidikan yang menanamkan pengembangan nilai-nilai sikap dan perilaku peserta didik sesuai nilai-nilai budi pekerti luhur. Seperti nilai kesopanan, kerja sama barlapang dada atau rendah hati, kejujuran disiplin. Menurut kurikulum berbasis kompetisi (2001) budi pekerti berisi nilai-nilai prilaku manusia yang akan di ukur menurut kebaikan dan keburukannya melalui norma agama, norma hukum, tatakrama dan sopan santun .Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat di deinisikan bahawa pendidikan budi pekerti merupakan pendidikan yang dapat mengatur tingkah laku peserta didik harus sesuai dengan norma yang berlaku dan di nilai dari baik buruknya tingkah laku peserta didik.

Mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam membangun bangsa melalui pendidikan budi pekerti yang pertama yaitu mahasisiswa harus menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai luhur budi pekerti seperti kejujuran,tanggung jawab, disiplin,dan kepedulian sosial hal ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat terutama generasi muda.Mahasiswa juga harus menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar atau mahasiswa menjadi motor penggerak perubahan positif di lingkungan keluarga, teman-teman atau masyarakat dengan menyebarkan nilai-nilai budi pekerti melalui keteladanan dan edukasi.

Mahasiswa menjadi sukarelawan dalam program pemberdayaan atau pembangunan berkarekter di masyarakat misalanya memberikan pelatihan konseling atau pendampingan .Mahasiswa juga harus mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam bidang pendidikan budi pekerti.mahasiswa dapat menciptakan program,kurikulum atau metode pembelajaran efektif, mahasiswa juag wajib menyebarkan semangat dan kesadaran akan pentingnya pendidikan budi pekerti hal ini dapat di lakukan de gan cara mahasiswa melakukan kampanye, diskusi,dan kegiatan yang mengedukasi masyarakat, terlibat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, komunitas, dan kegiatan sosial.

Tujuan saya menulis opini ini agar semua maha siswa tahu dan menyadari bahwa dalam membangun bangsa dan generasi yang baik yang berbudi luhur itu di bangun dari mahasiswa itu sendidri mahasiswa harus mampu menciptakan generasi yang memiliki ahklak yang mulia dalam membangun bangasa dan agar mahasisiwa tahu juga mereka adalah garda terdepan untuk membangun bangsa opini ini juga sebagai panutan untuk mahasiswa untuk berprilaku yang baik, terutama bagi orang-orang muda yang menjadi penerus bangsa opini ini dibuat juga sebagai motivasi untuk mahasiswa diamana seorang mahasiswa tidak sekedar lulus dari bangku kuliah yang mencetak lulusan yang cerdas namun juga memiliki kematangan emosional dan sepiritual, karena selama ini saya banyak sekali menemukan orang miuda yamnmg lulus dari bangku sekolah atau perguruan tinggi tapi tidak disadari masih memiliki perilaku atau tingkah laku yang buruk di lingkungan masyarakat itu karena mereka kurang mempelajari atau kurangya pengetahuan tentang pendidikan budi pekerti pada hal hidup di masyarakat apa lagi bangsa kita ini kecerdasan itu nomor dua tapi etitut dan etika itu menjai nomor satu. Dan bahkan kebanyakan dilingkungan sosial mengukur kecerdasan seseorang bisa dilihat dari atau diukur melalu tingkah laku.

Tantangan bagi peran mahasiswa dalam membangun bangsa melalui pendidikan budi pekerti yaitu Kesadaran mahasiswa akan pentingya pendidikan budi pekerti merupakan hal yang sangat penting untuk di perhatikan ada beberapa aspek penting berkaitan kesadaran mahasiswa terkait kesadaran akan pentingnya pendidikan budi pekerti yang pertama yaitu kuranganya pemahaman akan manfaat pendidikan budi pekerti, mahasiswa perlu memahami bahwa pendidikan budi pekerti tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan dan masa depan bangsa. Budi pekerti yang baik akan membentuk karakter yang kuat meningkatkan kempampuan berintraksi dan bersosialisasi,serta menjadi bekal untuk menjadi pemimpin dan anggota masyarakat yang baik.Yang kedua yaitu kesadaran mahasiswa dalam kepedulian terhadap lingkuangan, kesadaran mahasiswa juga harus di barengi dengan rasa kepedualian terhadap lingkungan sekitar mahasiswa perlu memiliki rasa empati, tanggung jawab sosial, dan kepekaan terhadap isu-isu kemasyarakatan.

Ada beberapa tantangan yang di hadapi mahasiswa dalam peran mereka melalui pendidikan budi pekerti yang pertama yaitu budaya instan dan pragmatis dimana mahasiswa saat ini hidup di era yang menuntut segala sesuatu serba cepat dan praktis misalanya mahasiswa mengerjakan tugas-tugas dari kampus itu sangat mudah melalui teknologi yang semakin canggih. Hal ini memyebabkan mahasiswa memngalami penghambatan pendidikan budi pekerti yang membutuhkan proses,kesabaran dan pembiasaan. Yang kedua tantangan mahasiswa yaitu pengaruh negatif media sosial yang mengisi konten-konten yang cendrung superfisial, sensasional,dan kadang tidak mendidik dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku mahasiswa.Tantangan yang ketiga yaitu individualisme dan egoisme gaya hidup yang modern yang cendrung individualistis dan egois dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk berempati, berkolaborasi, dan mengembangkan kehidupan sosoial Ini ada tiga tantangan yang di hadapai dalam peran mahasiswa dalam pendidikan budi pekerti dalam upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga memiliki integritas moral dan karakter yang kuat.

Ada beberapa kendala yang di hadapi dalam mengimplemetasikan pendidikan budi pekerti di lingkungan perguruan tinggi yaitu kurikulum yang belum memadai. Kurikulum di perguruan tinggi sering kali masih terlalu berfokus pada aspek akademik dan kurang mengintegrasikan pengembang budi pekerti secara komperhensif kemudian porsi dan penekanan pada pendidikan budi pekerti masih kurang memadai. Kemudian kurangnya keteladanan dari figure panutan, mahasiswa membutuhkan sosok-sosok yang menjadi panutan atau teladan dalam budi pekerti yang baik,baik dari kalangan dosen, staf, maupun senior, namun keteladanan itu masih kurang terlihat di lingkungan perguruan tinggi. Kendala yang lain juga yaitu tekanan akademik yang tinggi, beban studi yang berat, persaingan yang ketat serta tuntutan prestasi akademik yang tinggi sering kali membuat mahasiswa lebih fokus pada pencapaian nilai dari pada pengembangan karekter.Kendala yang berikut yaitu minimnya dukungan kebijakan dan program, jika perguruan tinggi belum memiliki kebijakan dan program yang jelas terkait pendidikan budi pekerti hal ini akn menjadi kendala dalam mengimplementasikan secara sistematis dan berkelanjutan.Kendala yang berikut yaitu budaya kampus yang kurang kodusif , dimana lingkungan kampus yang masih didominasi oleh budaya instan,individualistis dan kurang menekan nilai-nilai luhur dapat menjadi kendala bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan budi pekerti yang baik.

Sebagai mahasiswa perlu berperan aktif dalam menyebarkan kesadaran akan pentingnya pendidikan budi pekerti menurut saya ada beberapa peran yang harus dilakukan oleh mahasiswa yaitu yang pertama mahasiswa adalah sebagai pedoman dimana dia harus memberikan teladan dengan menunjukan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai budi pekerti yang baik seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, hal ini akan menginspirasikan orang-orang yang berada disekitarnya. Kemudian mahahasiswa harus melibatkan diri dalam kegiatan kemahasiswaan. Seperti bergabung di organisasi atau komuniatas kemahasiswaan yang berfokus pada pengembangan budi pekerti melalui kegiatan-kegiiatan yang di adakan akan mendorong partisipasi aktif dari mahasiswa lain dengan anda membagikan pengetahuan juga pengalaman.

Kemudian melalui mengintegrasikan budi pekerti dalam kegiatan akademik mahasiswa dapat mendorong dosen atau pihak universitas untuk mengintegrasikan topic-topik budi pekerti dalam kurikulum atau kegitan perkuliahan hal tersebut dapat menanamkan nilai-nilai tersebut secara sistematis . kemudian mahasiswa juga menjadi mentor atau tutor bagi mahasiswa lain terutama adik tingkat dalam menerapakn nilai-nilai budipekerti dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa juga bisa berkolaborasi dengan pihak eksternal . mahasiswa dapat bekerja sama dengan organisasi atu komunitas di luar kampus yang fokus pada pendidikan budi pekerti melalui kolaborasi ini dapat berbagai pengetahuan sumber daya dan pengalaman untuk memperluas dampak yang dicapai misalanya mahasiswa mengikuti organiasasi orang muda katolik(OMK) atau organisai lain yang berada di luar kampus.

Peluang mahasiswa dalam membangun bangsa melalui kolaborasi Antara mahasiswa dengan pemangku kepentingan(stakeholder) mahasiswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam membangun bangsa beberapa peluang mahasiswa menurut saya yaitu mahasiswa sebagai agen perubahan mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan positif di masyarakat melalui berbagai inisiatif ,inovasi, dan kepemimpinan juga mahasiswa dapat mengidentifikasikan isu-isu sosial ekonomi, dan politik yang membutuhkan perubahan mahasiswa dapat terlibat dalam pemberdayaan masyarakat mahasiswa dapat terlibat dalam kegitan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesejahtraan dan kualitas hidup masyarakat ,mahasiswa dapat menjadi fasilitator dan pendamping bagi masyarakat dalam mengmbangkan potensi lokal .

Kolaborasi Antara mahasiswa dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk membangun bangsa yaitu pemangku kepentingan dapat menyediakan kesempatan magang, proyek, dan penelitian kolaboratif bagi mahasiswa, memberikan umpan balik dan masukan danmemastikan kesesuaianantara kurikulum dan kebutuhan lapangan menyediakan beasiswa pendanaan dan dukungan lainya untuk mendudkung aksesbilitas dan berkelanjutan pendidikan mahasiswa melalui kolaborasi yang efektif Antara mahasiswa dan pemangku kepentingn mahasiswa dapat mengoptimalkan perannya dalam membangun bangsa hal ini dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki potensi integritas dan kepedulian sosial yang tinggi untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Kolaborasi ini dapat mencakup berbagai sector,seperti pemerintah, industry, organisasi dan masyarakat sipil.

Pemanfaatan teknologi dan media sosial dengan alam mendorong pendidikan budi pekerti teknologi dan media sosial saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Halini dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam mendorong pendidikan budi pekerti melalui berbagai cara yaitu konten yang mengandung unsur positif di media sosial mahasiswa dapat memanfaatkan platform media sosial untuk berbagi konten-konten yang mendorong nilai-nilai budi pekerti seperti mengenai konten pentingnya kejujuran ,tanggung jawab, disiplin, empati juga hal-hal lain yang positif. Hal ini akan menjadi inspirasi dan teladan bagi pengguna media sosial lainya, kemudian mahasiswa perlu melakukan kampanye gerakan budi pekerti mahasiswa dapat mengorganisirkan kampanye atau gerakan di media sosial yang mengajak masyarakat khususnya kalangan muda untuk lebih mengharagai dan mempraktikkan nilai-nilai budaya pekerti dalam kehidupan sehari-hari.

Kampanye ini dapat melibatkan berbagai bentuk konten kreatif seperti video , infogratis, atau bahkan tantangan-tantangan positif.mahasiswa juga dapat memanfaatkan konten edukatif yang tersedia di internet, seperti video, artikel,atau podcast untuk memperkaya wawasan dan pemahaman mereka mengenai pentingnya budi pekerti kemudian mereka dapat menyebarluaskan informasi tersebut melalui media sosial.Dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak mahasiswa memiliki peluang yang besar untuk berperan aktif dalam mendorong pendidikan budi pekerti di lingkungan mereka hal ini dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karekter generasi muda yang lebih beretika dan bermoral.

Strategi untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang pertama yaitu penguatan kurikulum pendidikan tinggi degan memasukan materi budi pekerti, yang pertama dengan integrasi budi pekerti dalam kurikulum dimana mengintegrasikan materi budi pekerti secara sistematis kedalam kurikulum pendidikan tinggi baik dalam mata kuliah inti maupun mata kuliah pilihan , merancang silabus dan rencana pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mempraktikan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari, pengembangan mata kuliah budi pekerti yaitu dengan cara merancang atau menyusun mata kuliah khusus yang membahas secara mendalam tentang budi pekerti, etika, dan nilai-nilai moral, melibatkan pakar dan praktis dalam bidang budi pekerti untuk merancang konten dan metode pembelajaran yang efektif, mengintegrasikan mata kuliah budi pekerti dengan mata kuliah lain untuk menciptakan sinergi dan pemahaman yang holistik.

Melakukan kegiatan ekstrakulikuler dan pengabdian masyarakat dengan mengembangkan kegiatan ekstrakulikuler yang mendukung pengembangan budi pekerti seperti kegiatan keagamaan, kepemimpinan dan pengabdian masyrakat,.melibatkan mahasiswa dalam kegiatan keagamaan , kepemimpinan , dan pengabdian masyarakat , menjalin kemitraan dengan organisasi masyarakat pemerintah dan swasta untuk mendukung kegiatan budi pekerti.Evaluasi perbaikan berkelanjuatan melakukan evaluasi berkala terhadap evektifitas implementasi budi pekerti dalam kurikulum , mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan lainnya untuk perbaikan berkelanjutan , melakukan enyusuaian dan pengembangan kurikulum budi pekerti sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman dengan menerapkan strategi-strategi tersebut diharapkan pendidikan tinggi dapat memperkuat kurikulum dengan memasukan materi budi pekerti secara komperhensif, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas moral dan karekter yang kuat
Pembentuk komunitas atau organisasi mahasiswa yang fokus pada pengembangan karekter dan etika, mendirikan organisai atau komunitas mahasiswa yang secara khusus fokus pada pengembangan etika dan moral dan karekter mahasiswa , organisasi ini dapat mengadakan berbagai kegiatan seperti, pelatihan diskusi, seminar dan workshop terkait isu-isu etika kepemimpinan, dan pengembangan diri ,melalui komunitas ini mahasiswa dapat saling berbagi pengalaman ,belajar dan mendukung satu sama lain dalam membangun karekter yang baik
Studi kasus atau contoh implementasi program pendidikan budi pekerti di beberapa perguruan tinggi.Contoh implementasi program pendidikan budi pekerti di kampus Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng yaitu kampus ini sering mengadakan seminar dalam akhir pecan atau setiap hari sabtu dan seminar ini berkaitan dengan isu-isu yang beada atau yang sedang di perbincangakan di masyarakat, kemudian kampus ini juga sering mengadakan kegiatan ekstrakulikuler sebagai bentuk rasa tanggung jawab mahasiswa harus mengikuti kegiatan ini. Mengadakan kegiatan ini juga dapat membentuk karakter tanggung jawab di dalam diri mahasiswa
Ada pula beberapa pengalaman dalam menjalankan peran mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai agens perubahan melalui pendidikan budi pekerti di kampus Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng melali berbagai organisasi yang berada di kampus ini seperti BEM,PMKRI , dimana melalui organisai-organisasi ini mahasiswa memiliki rasa peduli terhadap masalah atau isu-isu sosial yamg terjadi di masyarakat dengan adanya organisasi ini menjadi tempat diskusi dan dalam mangambil keputusan mahasiswa yang sesuai etika dikampus ini juga sering mengadakan pentas seni budaya melalui kegiatan ini mahasiswa bisa mempelajari melestarikan budaya dan mempromosikan nilai-nilai luhur bangasa, mereka bisa mengharagai keberagaman, kereativitas dan juga kearifan lokal, kemudian pengalaman dimana mahasiswa sering mengadakan bakti sosial di seputaran kota Ruteng seperti di setiap gereja, di pasar dan di tempat lainnya ini adalah bentuk rasa sosial, rasa kepedulian atau kepekaan mahasiswa.melalui kegitan –kegiatan ini mahasiswa tidak hanya mempelajari teori saja melainkan memprakti nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan nyata hal ini menjadikan agen perubahan yang siap membawa dampak positif bagi masyarakat
Dapat kita menyimpulkan bahwa peran mahasiswa dalam membangun bangsa melalui pendidikan budi pekerti sangatlah penting. Sebagai generasi penerus, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dan berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui pembentukan karekter yang unggul . pendidikan budi pekerti berperan dalam membentuk karekter yang yang kuat, berintegritas dan beretika, mahasiswa yang memiliki karekter yang unggul akan memnjadi teladan dan panutan bagi masyarakat , mereka akan membawa nilai-nilai positi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara peran mahasiswa dalam berpikir kritis, kreati dan inovati hal ini akan menjadi mahasiswa di bekali kemampuan untuk memecahakan masalah dan dapat mengeluarkan ide-ide yang segar dan menciptakan solusi-solusi baru, kontribusi inovati mahasiswa akan sangat bermanaat bagi kemajuan bangsa di berbagai bidang. Kepedulian sosial mahasiswa me;alui pendidikan budi pekerti mahasiswa akan dilatih untuk memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi, mereka akan melibatkan diri dalam kegiatan pengabdian masyarakat pengalaman ini akan menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, dan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi pada kesejahtraaan masyarakat.

Mahasiswa akan menjadi teladan dan integritas mahasiswa yang memiliki budi pekerti yang baik akan menjadi teladan bagi lingkungan di sekitarnya mereka akan menujukan integritas, kejujuran dan keteladanan dalam bersikap dan bertindak hal ini akan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sosial, budaya, dan politik masyarakat dengan demikian peran mahasiswa dalam membangun bangsa melalui pendidikan budi pekerti sangatlah penting.

Upaya yang diperluakn untuk mengatasi tantangan dan manfaat peluang melalui menanamkan nilai-nialai moral dan etika sejak dini dimana harus mengintegrasikan pendidikan budin pekerti dalam kurikulum sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, membiasakan berprilaku positif dan keteladanan di lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat, memperkuat karekter dan kepribadian peserta didik mengembangkan program-progaram pengembangan diri yang fokus pada pembentukan karekter seperti kegiatan kepramukaan, keagamaan dan kesukarelaan, mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegitan sosial dan kemasyarakatan.

Ada beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi tantangan dan manfaat peluang mahasiswa melalui pendidikan budi pekerti yaitu mengintegrasikan pendidikan budi pekerti dalam kurikulum melalui menjadikan mata kuliah Etika Profesi sebagai bagian yang wajib dalam kurikulum mengembangkan program-program pengembangan karekter dan kepemimpinan bagi mahasiswa, meningkatkan kemampuan komunikasi dan interpersonal yang dimaksudkan yaitu mahasisa harus harus belajar komunikasi secara efektif dan santun , kemudian mengembangkan kemampuan berintraksi dan bekerjasama dengan orang lain, kemudian mahasiswa harus mengembangkan kepemimpinan ddan kemampuan mengambil keputusan berarti mahasiswa harus belajar memimpin dan membuat keputusan yang bijak, berani mengambil resiko yang terukur dan bertanggung jawab mahasiswa memperluas wawasan dan pengetahuan berarti mahasiswa harus terus belajar dan menggali informasi dari berbagaisumber, mengikuti perkembangan isu-isu actual di masyarakat .

Dengan menerapkan upaya-upaya tersebut mahasiswa dapat mengembangkan budi pekerti yang baik . hal ini akan membantu mereka dalam mengahadapi tantangan dan manfaat peluang ysng ada, baik dalam bidang akademik, karier maupun kehidupan masyarakat pendidikan budi pekerti akan membentuk mahasiswa menjadi peribadi yang integritas, bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya.

Sebagai seorang mahasiswa saya memiliki harapan dan visi yang sangat besar untuk masa depan pendidikan karekter di Negara kita berikut adalah beberapa hal yang saya harapkan dan visi yang ingin saya wujudkanyaitu yang pertama penguatan kuriikulum pendidikan karekter, saya berharap kurikulum pendidikan karekter di Indonesia dapat memperkuat dan diintegrasikan secara komperhensif di semua jenjang pendidikan, materi pembelajaran budi pekerti harus disusun secara sistematis, menyentuh aspek kognitif, efekti, dan psikomotorik peserta didik atau mahasiswa , penekanan pada pengembangan nilai-nilai luhur seperti integritas, disiplin , tanggung jawab , kepedulian sosial dan kecintan pada tanah, kolaborasi perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakatat saya berharap adanya sinergi yang kuat Antara perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan budi pekerti ,orang tua harus dilibatkan secara aktif dalam proses pendidikan karekter mahasiswa , masyarakat juga harus berperean serta dalam menanamkan niali- nilai luhur dan menjadi teladan bagi generasi muda , penuatan budaya kampus berbasis karekter saya berharap perguruan tinggi di Indonesia dapat menciptan budaya kampus yang kuat yang menjujung tinggi nilai karekter, budaya kampus yang kondusi akan mendukung pembentukan karekter mahasiswa secara holistik.

Kegiatan kemahasiswaan program pembiasaan dan keteladanan dari seluruh warga kampus menjadi kunci dalam mewujudkan budaya kampus yang berbasis karekter evaluasi dan monitoring yang komperhensif , saya berharap adanya sistem evaluasi dan monitoring yang komperhensif untuk mengukur keberhasilan pendidikan budi pekerti di perguruan tinggi, indicator keberhasilan tidak hanya pada aspek akademik tetapi juga pada perubahan perilaku dan sikap mahasiswa, hasil evaluasi dan monitoring dapat di gunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan pengembangan program pendidikan budi pekerti yang lebih baik integrasi budi pekerti dalam kehidupan sehari- hari saya berharap nilai-nilai budi pekerti tidak hanya di ajarkan di sekolah, tetapi harus di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan keluarga, masyarakat dan lingkungan sosial lainya visi saya agar budi pekerti menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Indonesia sehingga dapat membentuk karekter bangsa yang kuat dan berintegritas sinergi Antara pendidikan formal dan informal saya berharap sinergi yang baik antara pendidikan informal di lingkungan keluarga serta masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti visi saya agar terjadi kolaborasi yang harmonis Antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang berakhlak mulia dengan harapan dan visi tersebut saya berharap pendidikan budi pekerti di Indonesia data menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk karekter generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial dan kearifan lokal yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.(MR/Oleh: Yohana Kurniatyk(Mahasiswa Prodi PGSD UNIKA St. Paulus Ruteng, Angkatan 2023))

Metro Rakyat News