Jalan Rusak, Provinsi Aceh Diminta Tidak Anak Tirikan Aceh Singkil
METRORAKYAT.COM, SINGKIL – Setelah sekian lama jalan tembus yang sudah sangat lama menjadi dambaan masyarakat hingga usia Kabupaten Aceh Singkil lebih seperempat abad mekar dari Kabupaten Aceh Selatan, tak kunjung selesai masih dalam kondisi rusak parah dan terendam pasang air laut, meminta Pemerintah Provinsi Aceh, tidak menganaktirikan daerah setempat.
Pasalnya, jalan tembus Singkil – Kuala Baru, yang sudah sangat lama dinantikan masyarakat Aceh Singkil itu hingga kini masih rusak dan tergenang air laut serta sungai, ucap Camat Kuala Baru, Mansurdin, dalam rekaman video saat melakukan aksi di lokasi jalan itu tergenang pasang air laut dan sungai yang diposting di akun facebook Jaminuddin Berutu, Senin, (20/05/2024).
Memang bila dilihat sepintas jalan tersebut hanya terendam banjir. Namun, apabila masyarakat melintas, maka dapat mengamcam nyawa pengendara, sebut Mansur, bersama dukungan masyarakat, ASN, honorer Aceh Singkil, dijalan yang tergenang banjir.
Karena sejak terbukanya jalan tersebut, genangan banjir pasang air laut dan sungai, selalu mengenangi jalan yang penuh dengan bebatuan besar itu dapat mengancam warga yang melintas.
Padahal, selain akses penghubung Kecamatan Kuala Baru menuju ibukota Kabupaten Aceh Singkil, jalan tersebut juga merupakan aksea penguhubung wilayah Aceh Singkil ke Kabupaten Aceh Selatan dan mepersingkat jarak tempuh warga setempat menuju Ibukota Provinsi Aceh.
Sehingga rasanya jalan tersebut sangat strategis untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan prasarana penting sebagai akses penghubung ke Kabupaten/Kota Provinsi Aceh.
Mansur mengaku,, terkait kondisi jalan tersebut yang sangat memprihatinkan itu, pihaknya sudah menyampaikan dan berkordinasi dengan pihak Pemkab Aceh Singkil, pihak Provinsi Aceh.
Tapi apa hendak dikata, jalan tersebut terkeaan hanya dilihat saja. “Mereka hanya menghitung korban-korban yang berjatuhan dijalan yang tergenang bajir pasang air laut dan sungai itu, seraya dibenarkan masyarakat, ASN, honorer lainnya.
“Pj.Gubernur Aceh, Ketua DPRA Aceh, Kadis PUPR Aceh, Ketua Bapeda Aceh, yang sudah pernah melintas dijalan Singkil-Kuala Baru, jangan anak tirikan pembangunan daerah kami”, ucap warga.
Pandanglah kami sebagai saudara, kami tidak melakukan pemberontakan. Kami juga masyarakat provinsi Aceh taat dengan peraturan perundang undangan.
Dikatakan, Ancaman genangan air laut tersebut sudah berbulan bulan, bahkan bertahun-tahun. Haruskah menghitung menanti korban jalan tersebut baru dibangun, ujar Mansur dibenarkan warga.
Karena, sampai saat ini pembangunan jalan tembus yang sudah bertahun-tahun pengerjaan pertahap itu belum kunjung kelar.
Kami tidak menuntut banyak, andai kata anggaran Provinsi Aceh tidak mampu membangun jalan tersebut hingga aspal hot mix seperti jalan lintas daerah lainnya dalan Provinsi setempat, setidaknya jalan yang saat ini terancam dengan pasang air laut dan sungai yang selalu bergentayangan mengenangi akses jalan lintas Singkil-Kuala Baru dengan waktu yang berbeda-beda itu terbebas dari genangan pasang air laut dan sungai.
Sehingga akses jalan Singkil – Kuala Baru dapat dilalui dengan baik dan lancar tanpa adanya ancaman terendam pasang air laut dan sungai, harap warga aksi.(MR/red)



