Wujudkan Pemilu Damai, Kejari Tarutung Doa Bersama Dengan Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Dan Peserta Pemilu

Wujudkan Pemilu Damai, Kejari Tarutung Doa Bersama Dengan Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Dan Peserta Pemilu
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT –  Jelang Pemilu 14 februari 2024 Kejaksaan Negeri Tarutung melaksanakan Kegiatan Jaksa Menyapa dengan tema Sinergitas antar lembaga, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan peserta pemilu dalam kegiatan Doa Bersama mewujudkan Pemilu Damai di wilayah Kab. Tapanuli Utara Tahun 2024.

Kejaksaan Negeri Tarutung melaksanakan kegiatan Doa bersama mewujudkan pemilu damai di wilayah kabupaten Tapanuli Utara hari Senin 5 Februari 2024 bertempat di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tarutung.

Kegiatan doa bersama dihadiri
Kajari Taput Donny K. Ritonga SH., MH
,Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak SH.,SIK, Danramil 22/Tarutung Kapten Inf Joni Lumbantoruan, Asisten 1 Pemkab. Taput Bahal Simanjuntak mewakili bupati Taput, Kaban Kesbangpol Taput Ir. Toni Simangunsong, Kasatpol-PP Taput Rudi Sitorus, Komisioner Divisi perencanaan data dan informasi KPUD Taput Darwin Manulang mewakili ketua KPU, Sekretaris KPUD Taput Erifan Manulang, Bawaslu Taput David Lumbantobing, Para Kasi, Kasubagbin, Kacabjari, Kasubsi, Jaksa Fungsional dan Staf Kejari Taput, Pengurus Partai Politik Kab. Taput, Anggota Panwaslu Kec. Tarutung, Tokoh Agama Kab Taput, Tokoh Adat LADN Taput.

Kepala Kejaksaan Negeri Tarutung Donny K. Ritonga SH.,MH dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) secara esensi merupakan proses pembelajaran dalam rangka pendewasaan bangsa. Pemilu juga merupakan momentum ujian bagi seluruh elemen bangsa, mengenai seberapa jauh nilai-nilai demokrasi telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.

“Moment Pemilu merupakan proses pembelajaran dalam pendewasaan berdemokrasi. Kita semua sependapat bahwa pemilu damai merupakan cita-cita kita bersama. ‘Dalihan na tolu’ sebagai warisan budaya yang harus kita pertahankan, filosofi ini dapat kita terapkan dalam kolaborasi seluruh komponen mewujudkan pemilu damai di wilayah Tapanuli Utara,”jelas Kajari.

Kajari menambahkan bahwa semua yang hadir di kegiatan itu sependapat, bahwa Pemilu Damai adalah sebuah kerja besar yang membutuhkan partisipasi dari seluruh elemen bangsa, mulai dari tataran individu. Pemerintah sendiri, telah senantiasa berkomitmen untuk menjaga kondusifitas dan keamanan selama Pemilu.

Diakhir sambutannya Kajari mengajak saudara-saudara, sesuai dengan batasan kewenangan dan bidang urusan masing-masing, untuk turut memastikan bahwa Pemilu Damai tidak semata-mata dimaknai sebagai slogan, melainkan sebagai ikhtiar untuk menciptakan atmosfer yang kondusif selama seluruh rangkaian tahapan Pemilu.
“Kita boleh berbeda pilihan dalam pesta demokrasi tahun ini, tapi bukan menjadikan kita tercerai-berai. Semoga pemilu berjalan damai, tercapai kedewasaan dalam berdemokrasi sehingga indonesia semakin maju,” harap Kajari Diakhir sambutannya.

Bupati Tapanuli Utara Dr. Drs. Nikson Nababan, M.Si yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Bahal Simanjuntak dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing sesuai ketentuan agar pemilu tanggal 14 Februari 2024 dapat berjalan dengan lancar.

“Bapak Bupati Dr. Drs. Nikson Nababan, M.Si sangat mengapresiasi penyelenggaraan Doa Bersama yang difasilitasi oleh Kejari Tapanuli Utara ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dan layak dicontoh,” ucap Bahal Simanjuntak.

“Kami mengajak seluruh elemen Masyarakat terutama tokoh Agama, tokoh Adat dan tokoh pemuda untuk berperan aktif menjaga kekondusifan pelaksanaan pemilu 2024 ini. Penyelenggara pemilu agar melaksanakan tugas sebaik mungkin sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi atas informasi yang belum tentu kebenarannya. Jika ada permasalahan di lapangan, segera koordinasi dengan KPU, TNI-POLRI dan Bawaslu.” tambah Bahal Simanjuntak.

Perwakilan tokoh agama yang hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Protestan, Katolik, Islam dan Budha dan setiap perwakilan tokoh agama terlebih dahulu menyampaikan ceramah berupa ajakan untuk turut serta memilih pada TPS dan untuk selalu menjaga kedamaian, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama.
(MR/ Andoky Feri Welli Manalu)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.