Persawahan di Kec. Boleng Terancam Gagal Panen, Rafael Taher Layangkan Surat Terbuka Untuk Presiden

Persawahan di Kec. Boleng Terancam Gagal Panen, Rafael Taher Layangkan Surat Terbuka Untuk Presiden
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MABAR – Aktifis sosial Rafael Taher, sekaligus Ketua Forum Petani Kecamatan Boleng (FPKB), melayangkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam ancaman serius bagi para petani akan gagal panen di persawahan Terang, Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat.

Melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Kamis, (01/02/2024) Ketua FPKB Rafael Taher mengatakan bahwa Pemerintah saat ini semestinya harus peka dan peduli terhadap para petani yang menjerit akan curah hujan yang sangat rendah, karena akan berdampak pada kekeringan pada persawahan para petani khususnya di wilayah Terang, Kecamatan Boleng ini.

Untuk itu, dirinya meminta kebijaksanaan Presiden Jokowi, agar membuat Irigasi pengairan di persawahan dataran Terang, yang tersebar di 5 desa. Desa Golo Ketak, Desa Mbuit, Desa Beo Sepang, Desa Sepang, dan Desa Golo Sepang.

Rendahnya curah hujan di awal musim tanam, ratusan hektar areal persawahan dataran Terang yang mengharapkan air hujan (sawah tadahan), terancam gagal tanam serta gagal panen. Para Petani pun khawatir bakal terjadi kelaparan yang hebat pada tahun 2024.

“Untuk sebagian daerah dataran Terang yang notabene mengandalkan curah hujan itu ada beberapa potensi [ancaman]. Saat ini para petani masih menunggu hujan. Kalau sampai akhir februari hujan masih belum menentu ada kemungkinan gagal tanam, dan yang sudah menanam akan gagal panen,” jelas Rafael

Rafael mengatakan, petani di Terang memiliki perilaku yang berbeda-beda. Beberapa petani akan menanam menyesuaikan musim tanam atau sesuai jadwal dengan bantuan mesin pompa air. Sedangkan beberapa petani lain menunggu curah hujan turun secara teratur terlebih dahulu guna memastikan ketersediaan air.

“Petani yang lahan garapannya terletak tidak jauh dari keberadaan sungai dapat menggunakan mesin pompa air guna mengairi lahan. Sementara sebagian besar masih mengandalkan curah hujan untuk mengairi persawahannya,” katanya..

Ia pun berharap perhatian serius dari pemerintah. Baik pemerintah daerah, Provinsi maupun Pusat agar persoalan yang dialami oleh para petani khususnya di wilayah Terang Kecamatan Boleng ini dapat diatasi secepatnya agar masyarakat tidak mati kelaparan,”ujar Rafael Taher. (MR/Eras)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.