TPT PUPR Jalan Penen – Martelu Patah Sebelum Diresmikan
SIBOLANGIT, METRORAKYAT.COM – Pembuatan tembok penahan tanah (TPT) pada penanganan rekonstruksi Jalan Penen – Martelu Kecamatan Sibolangit Deli Serdang patah sebelum diresmikan.
Pantauan awak media ini di kawasan Dusun Pagar Batu Desa Mardinding Julu, Jumat (12/1/2024) tampak TPT tersebut nyaris longsor ke jurang. Bahkan saat diamati kondisi fisik TPT tanpa tulang besi (jangkar) untuk penahan material semen dan batu.
Kondisi proyek Inpres yang dikerjakan PUPR ini belakangan menuai kritik warga yang menduga ada kong kali kong dalam pengerjaannya.
Sejak awal warga mengkritisi pengerjaan lean concrete (LC)atau lantai kerja untuk pekerjaan rigid pavement. Warga melihat LC yang baru, dikorting saat ditemukan aspal dan rigid beton lama. Alasannya, pengiritan biaya.
Demikian juga tembok penahan tanah (TPT) dan lapis pondasi (basecourse). Material batu pecah dengan gradasi standar diduga tidak merata disebar ke seluruh volume jalan atau pada TPT sebagaimana direncanakan. Karenanya, warga tidak yakin daya tahan jalan dalam hitungan setahun.
“ Semakin mendekati akhir kontrak, penyimpangan proyek ini diduga dengan kualitas asal – asalan. Kalau begini, kami menduga daya tahannya maksimal setahun, “ ujar warga mengulang.
Proyek jalan sepanjang 4.90 Km ini sudah 3 kali berganti kontraktor dan terakhir dikerjakan PT Trimurti Perkasa.

Penjelasan PT Trimurti Perkasa
Zulmi, staf kepercayaan PT Trimurti Perkasa yang dikonfirmasi via selular, awalnya mengelak disebutkan TPT tanpa pembesian ( tulang besi ). Setelah ditegaskan soal temuan di lapangan, penjelasannya kemudian diperbaiki dengan menyebut pengerjaan TPT ada 2 tipe.
“ TPT yang memakai tulang dan tidak. Kondisi alam yang ada menjadi syarat penggunaan tulang itu, “ ujarnya memberi penjelasan.
Terkait temuan awak media dengan TPT yang sudah patah sebelum peresmian, Zulmi awalnya meragukan. Terutama soal posisi bangunan. Padahal konfirmasi lokasi bersumber dari Kades Mardinding dan Kades Cinta Rakyat.
Belakangan dijelaskannya patahnya TPT akibat galian PT Telkom. Galian kabel tidak dirapikan dan tidak dipadatkan. Akibatnya tergerus tanah di bahu jalan ditambah curah hujan yang tinggi dengan medan jalan sangat terjal.
Sudah kita atasi dengan mengecor bahu jalan dan segera diperbaiki pasangan batunya, kata Zulmi sambil mengatakan posisi TPT temuan media berada di jurang bambu berkisar 700 meter dari lokasi yang dimaksudkan.
Sementara itu, dokumentasi foto pengerjaan PT Telkom bertanggal 26 Desember 2023 menunjukkan tidak ada TPT yang rusak. Bahkan galian dan kabel tampak berada di posisi berbeda meski bersisian.
Komunikasi yang berlangsung via Whatsapp tersebut berakhir dengan permintaan Zulmi untuk bicara via telepon pada pukul 21.51 WIB. Namun tidak dapat dipenuhi akibat pada saat bersamaan redaksi dalam tekanan waktu editing laporan wartawan. (JB)
