Sahuti Masukan dari Pedagang, Pemko Medan Tinjau Pasar Kampung Lalang

Sahuti Masukan dari Pedagang, Pemko Medan Tinjau Pasar Kampung Lalang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Menyahuti masukan dari pedagang yang mengadakan unjuk rasa kemarin, Pemko Medan melakukan peninjauan ke Pasar Kampung Lalang, Selasa (2/1/2024).

Peninjauan dipimpin oleh Kabag Perekonomian Setdako Medan Regen didampingi Dirut PUD Pasar Medan Suwarno. Tampak pada peninjauan ini Kacab II Budi F Putra, Kabag Usaha dan Perizinan Fuad Rizal, Kabag Perencanaan Juheri, Kepala Pasar Kampung Lalang Rudi dan rombongan dari Bagian Perekonomian Setdako Medan.

Peninjauan dimulai dari bagian depan gedung. Berlanjut ke lantai II, lantai dasar dan basemen. Tampak pula Regen yang juga Sekretaris Badan Pengawas PUD Pasar Medan mendengar masukan dari pedagang.

Beberapa keinginan yang disampaikan pedagang ke Regen yakni dibangun tangga agar semakin memperbanyak akses masuk. Ditambah toilet di lantai II gedung.

Pedagang meyakini bila hal itu dilakukan agar berdampak dengan bertambahnya pengunjung datang. Dengan begitu, dagangan mereka laku dan berefek terhadap perekonomian pedagang.

“Makanya kami datang ini untuk melihat seperti apa kondisinya. Nanti hasil dari peninjauan ini akan dilaporkan ke instansi terkait supaya bisa diambil langkah untuk mendapatkan solusi,” tandas Regen.

Sebelumnya baru baru ini, beberapa perwakilan pedangan pasar kampunglalang melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Wali Kota Medan menuntut renovasi pasar kampunglalang terutama di gedung lantai 2.

Antony Sirait, selaku kordinator aksi lapangan mengatakan mereka (para pedangang di lantai 2) meminta agar PD Pasar Medan melakukan perbaikan fasilitas pasar terutama membangun kamar mandi (WC) di lantai 1 dan lantai 2. Selain itu para pedagang pasar kampung lalang ini juga menyesalkan adanya pembiaran terhadap para pedagang kaki lima yang berjualan di areal pasar kampung lalang.

” Kami pedagang pakaian di lantai 2 selama ini kecewa karena tidak ada kamar mandi (WC). Fasilitas kios dilantai 2 juga menurut kami kurang memadai sehingga banyak pemilik kios berjualan ke luar gedung. Kami juga meminta kepada Dirut PD Pasar untuk menertibkan para pedagang yang berjualan membuka lapak di sekitar dalam areal gedung,”ucap Antony didampingi para pedagang lainnya yakni  Rosinta br Pardede, Megawati Sianturi , Rosmalina Purba, Novel Batubara pedagang kain di lantai 2.

Dampak banyaknya pedagang membuka lapak berjualan di dalam areal gedung menyebabkan kondisi kios di lantai 1 dan 2 banyak yang kosong.

“Sementara ini, karena pendapatan pedagang setiap hari semakin menurun, sehingga para pedagang pemilik kios hanya mampu bayar listrik, dan jaga malam. Itupun karena pedagang berjualan meskipun rugi. Perbulan para pedagang membayar listrik Rp.70.1000 dan uang  jaga malam sebesar Rp.60.000. Namun tidak mampu jika harus membayar sebesar Rp.200.1.000 setiap bulan,”ucapnya.(MR/red/rel)

 

 

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.