Deklarasi Jurnalis Dan Permintaan Maaf Bawaslu Ogan Ilir Pada Awak Media Yang Belum Sempat Terkaper

Deklarasi Jurnalis Dan Permintaan Maaf Bawaslu Ogan Ilir Pada Awak Media Yang Belum Sempat Terkaper
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PALEMBANG – Dalam kegiatan Konsulidasi pengawasan tahapan kampanye yang diselenggarakan Bawaslu Ogan Ilir, sejumlah jurnalis yang bertugas di Kabupaten Ogan Ilir berkomitmen mengawal pemberitaan Pemilu 2024 tanpa hoaks agar tercipta iklim demokrasi yang kondusif.

Komitmen tersebut disampaikan melalui Deklarasi yang disampaikan jurnalis Ogan ilir Henny Primasari pada acara yang digelar dilantai III Hotel Beston Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Jumat (08/12/2023) malam.

Adapun komitmen Deklarasi media di Ogan Ilir yang disampaikan tersebut yakni :

1. Senantiasa menjaga integritas dan menjamin kemandirian dalam pemberitaan pengawasan kepemiluan.

2. Menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) untuk menciptakan Pemilu damai.

3. Bersikap adil dan berimbang dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pemangku kepentingan kepemiluan secara transparan.

4. Menguatkan pesan damai dan memberi solusi pada peristiwa konflik serta tidak memperuncing situasi di antara pemangku kepentingan kepemiluan.

5. Siap meluruskan disinformasi, berita bohong dan palsu atau hoaks untuk mencerdaskan pemilih melalui pemberitaan edukasi pengawasan kepemiluan.

6. Senantiasa menyampaikan pesan pengawasan partisipatif dalam diseminasi informasi kepemiluan.

7. Siap berkolaborasi untuk ikut serta mengawasi penyelenggaraan Pemilu.

Deklarasi yang disampaikan tersebut disaksikan oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu Provinsi Sumsel, Bawaslu Ogan Ilir, KPU Ogan Ilir, Polres Ogan Ilir, Kejari Ogan Ilir dan diikuti oleh para jurnalis yang hadir.

Usai pembacaan Deklarasi tersebut, Sentra Gakkumdu dan puluhan jurnalis menandatangani komitmen untuk mengawal Pemilu tanpa berita hoaks di Kabupaten OganIlir.

Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Ogan Ilir Dewi Alhikmah Wati menyampaikan permohonan maaf kepada awak media yang ada di Ogan Ilir yang belum sempat terkaper pada acara tersebut.

“Saya atas nama Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir menghaturkan permohonan maaf pada awak media yang bertugas di Kabupaten Ogan ilir, yang belum sempat terkaper dalam kegiatan ini,” kata Dewi.

Dewi melanjutkan, Deklarasi yang disampaikan tersebut merupakan wujud komitmen dari Bawaslu Ogan Ilir bersama stakeholder untuk menciptakan situasi yang kondusif selama pelaksanaan Pemilu dengan tidak dirusak oleh berita-berita hoaks.

“Saya yakin dan percaya jurnalis yang ada di Ogan Ilir akan memegang teguh komitmen sesuai isi deklarasi, serta bersama Bawaslu Ogan Ilir bersama-sama menangkal berita hoaks selama pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 yang berlangsung,” tuturnya.

Sementara itu, Rusdi, S.Sos selaku Ketua KPU Ogan Ilir mengatakan, bahwa saat ini logistik sudah mulai masuk ke KPUD seperti bilik suara, kotak suara dan tinta. Untuk didistribusikan ke 16 kecamatan 241 desa di Kabupaten Ogan Ilir.

“DPT di Kabupaten Ogan Ilir yang terdaftar sebanyak 158.416 orang laki laki dan 156.862 orang perempuan. Dengan kategori Pemilih jika dikelompokkan yakni Kelompok Gen X (Usia 47-56 tahun), Gen Z Millenial (Usia 25-40 tahun), Lansia (Usia 75 tahun keatas) dan Baby Boomers (Usia 57-75 Tahun),” terangnya.

Dia juga menambahkan, bahwa paling berpotensi terpapar Hoaks adalah dari Gen Z (17-24 tahun), karena usia ini masih sangat mudah dan sangat gampang dipengaruhi. (MR/YP007)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.