Jaya Rani Melawan BSI, dengan Agenda Menghadirkan Saksi

Jaya Rani Melawan BSI, dengan Agenda Menghadirkan Saksi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Sidang perkara ahli Waris Alm. Rama Chandran melawan Bank Syariah Indonesia Pematang Siantar dilaksanakan hari ini Rabu (29/11/2023) digelar di Pengadilan Negeri Pematang Siantar dalam agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh pelawan (S.S Jaya Rani). Pada sidang ini pelawan menghadirkan 3 (tiga) orang saksi yang masing-masing Endang, Yogas dan Robin Saragih.

Pada saat pemeriksaan saksi Endang menerangkan bahwa Alm. Rama Chandran dan S.S Jaya Rani ada membayarkan sejumlah uang asuransi jiwa pada saat mengajukan akad kredit rumah, namun ternyata pada alat bukti yang dihadrikan Bank BSI pada persidangan hanyalah polis asuransi kebakaran.

Kemudian Saksi Yogas menerangkan pada tahun 2019 adanya permintaan uang sejumlah Rp.82.000.000 (delapan puluh dua juta rupiah) oleh pihak Bank BSI oleh oknum berinisial YN untuk mengambil sertifikat rumah yang diagunkan dan berjanji langsung dibalik nama ke atas nama S.S Jaya Rani yang semula atas nama Rama Chandran.

Dan yang anehnya sampai saat ini tidak terbit sertifikat yang dijanjikan oknum pegawai Bank BSI tersebut. Bahkan ironisnya sertifikat tersebut telah balik nama ke atas nama orang lain.

Masih di lokasi yang sama Advokat Bung Raja dan Anita Rajs, SH selaku kuasa hukum dari S.S Jaya Rani berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh S.S Jaya Rani selaku pelawan.

“Dan kepada bapak Kapolresta Pematang Siantar kami berharap pengaduan klien kami segera ditindaklanjuti dan segera dilakukan penyelidikan terhadap pengaduan klien kami,” tukasnya.

Anita Raj’s, SH menambahkan kliennya harus segera mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Bank BSI dan Gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena sertifikat hak milik atas objek perkara ini telah balik nama ke atas nama orang lain. “Tapi segala keputusan tersebut ada pada klien kami S.S Jaya Rani karena kami hanya dapat menjalankan upaya hukum atas dasar surat kuasa yang diberikan kepada kami,” pungkasnya. (MR/Rel)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.