Belasan Rumah Kebakaran Ujung, Singkil Lebih Tiga Tahun Berlalu Tak Kunjung Dibangun
METRORAKYAT.COM, SINGKIL – Seakan masih hangat terlintas dibenak pikiran masyarakat ibukota Kabupaten Aceh Singkil, ketika peristiwa kebakaran hebat membakar belasan unit rumah warga Desa Ujung, Kecamatan Singkil, yang sebagian besar berpenghasilan menengah kebawah, Kamis, 20 Februari 2020 silam, membuat ibukota Kabupaten Aceh Singkil, membara dikala itu.
Jeritan teriakan minta tolong dan isak tangis para korban terdengar dikala sijago merah berkobar membakar rumah mereka disaat warga lainnya sedang sibuk melakukan aktifitasnya masing-masing, sekira pukul 10.00 wib.
“Kobaran api menggamuk menghanguskan kurang lebih 17 unit rumah warga yang sebagian besar berkontruksi kayu itu rata dengan tanah, ucap Ogek salah seorang pemuda pihak korban kebakaran Desa Ujung, Singkil, Selasa, 8 Agustus 2023.
Akibat dari musibah kebakaran itu, sekira 24 Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah 100 jiwa harus rela kehilangan tempat tinggal yang telah mereka tempati sejak kecil bahkan lahir.
Ditambah lagi dalam musibah kebakaran tersebut, korbannya tidak terlepas dari kaum dhuafa para janda yang tidak memiliki pendapatan tetap.
Namun apa hendak dikata, meski sudah berlalu sekira 3 tahun lebih, tiga kali bulan suci Ramadhan dan lebaran Idul Fitri, belum ada terlihat tanda-tanda belasan rumah korban kebakaran Desa Ujung, Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, itu akan di bangun oleh pemerintah.
Meski sebelumnya berbagai upaya dan usulan sudah pernah dilakukan oleh pihak korban kebakaran kepada pemerintah melalui instansi terkait untuk pembangunan rumah mereka yang terbakar.
Bahkan pasca baru kejadian kebakaran pihak Pemkab Aceh Singkil dibawah kepemimpinan Bupati Dulmusrid dikala itu pernah berjanji berupaya akan membangun rumah korban kebakaran Desa Ujung, Singkil melalui program bantuan pembangunan rumah tempat tinggal mereka, sebut Udin warga korban kebakaran Desa Ujung lainnya.
Dengan begitu, patut menjadi pertanyaaan besar ditengah masyarakat terutama pihak korban kebakaran Desa Ujung, Singkil,
Kabupaten Aceh Singkil, mengapa sampei saat ini sudah lebih dari tiga tahun bantuan rumah yang diharapkan tak kunjung terealisasi, tanya mereka. Ironisnya lagi, dari 17 unit rumah warga yang terbakar hanya satu unit yang di bangun melalui program aspirasi salah satu anggota DPRA Aceh. “Hanya satu unit yang dibangun, lantas belasan lainnya bagaimana nasib bangunan mereka”, ujarnya.
Seakan harapan warga korban kebakaran Desa Ujung, Singkil, yang sebagian besar hidup dibawah garis kemiskinan itu agar pemerintah dapat memberikan bantuan perumahan dilokasi kebakaran, tidak mendapat respon didengar oleh pihak pihak terkait.
Sehingga sampei saat ini, mau tidak mau para korban kebakaran terpaksa memanfaatkan sisa bangunan sebagai tempat tinggal, bahkan ada yang terlihat sudah ditumbuhi semak belukar dengan sisa bangunan yang terbakar.
Begitu juga sebelumnya Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil, Erwin Syahputra, ST, MM saat ditemui wartawan berdalih, untuk pembangunan rumah bantuan terhadap korban kebakaran di Desa Ujung, Singkil, merupakan wewenangnya pihak Provinsi Aceh. Karena jumlah bangunan unitnya mencapai belasan.
“Dengan raut wajah penuh pengharapan, para korban kebakaran Desa Ujung, Singkil ini berharap, dibawah kepemimpinan Pj.Bupati Aceh Singkil, Drs.Azmi, MAP, yang juga merupakan putra Singkil, pemerintah setempat dapat terketuk hatinya untuk berupaya semaksimal mungkin membantu membangun rumah mereka dilokasi kebakaran,” harap mereka.(MR/red)
