Bantuan Pemerintah Terus Mengucur, Janda Miskin Tunawisma Tak Tersentuh Bantuan Di Kertapati

Bantuan Pemerintah Terus Mengucur, Janda Miskin Tunawisma Tak Tersentuh Bantuan Di Kertapati
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PALEMBANG – Senah (78) janda miskin tunawisma tulang punggung keluarga warga Rt 18 Rw 04 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Kota Palembang Provinsi Sumsel, tak henti-hentinya mengusap tetesan air mata sedihnya menjalani hidup di usia tua.

Tubuh renta dan keriput sering sakit sakitan ini terpaksa menjalani hidup dengan meminta minta kesana kemari demi mengharapkan belas kasihan orang, kehidupan pahit yang harus dilakoni seorang ibu demi untuk bertahan hidup bersama dua orang anaknya.

Saparudin (49) Anak ibu Senah sudah empat tahun mengalami sakit tidak bisa bekerja dan tidak ada uang untuk berobat. Sementara anaknya yang satunya bekerja sebagai buruh bangunan, itupun kalau sedang ada. Ke dua orang anaknya tersebut tinggal satu atap dengannya.

Saat awak Media Metrorakyat.com mendatangi kediaman ibu Senah bersama kedua anaknya, kondisi kehidupannya memang betul betul sangat memprihatinkan.

Dihadapan pewarta, Ibu Senah menceritakan kisah hidupnya bersama suami, hingga masa-masa pahit setelah ditinggal sang suami dan harus menjadi tulang punggung untuk ke dua anaknya.

Sampai seusianya kini bersama anaknya tinggal satu atap di rumah yang tak layak huni. Dia mengaku semenjak tinggal ditempat tersebut belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Mirisnya lagi, ditengah derasnya program bantuan pemerintah guna membantu warga yang kurang mampu, tapi janda tua miskin seorang tunawisma ini justru tidak tersentuh sama sekali oleh berbagai program tersebut.

Ibu Senah hanya bisa mengelus dada dan diam seribu bahasa saat melihat dan mendengar warga kurang mampu dikampungnya pada setiap bulan menerima berbagai program bantuan dari pemerintah.

“ Selama ini, saya belum pernah terima bantuan dari pemerintah. Sementara tetangganya setiap bulan mengambil BPNT, PKH dan BLT” katanya.

Meski demikian, Ibu Senah tetap tegar walau sebenarnya abyar. Dia tidak pernah protes dan ngotot memaksakan diri untuk mendapatkan berbagai program bantuan tersebut, walau hatinya menangis.

“ Orang tua sepert saya ini tidak laku tenaganya. Terpaksa saya meminta minta kesana kemari mengharapkan belas kasihan orang untuk bisa bertahan hidup bersama ke dua anak saya” ungkapnya sedih.

Sementara itu, Firliyanto, SH selaku ketua RT 18 dihubungi mengatakan,
Kepada pihak pemerintah agar masyarakat yang dalam keadaan lemah segalanya dapat tersentuh uluran kasih. Apalagi terhadap masyarakat yang memang membutuhkan bantuan dari pemerintah

” Ibu senah warga saya adalah tulang punggung dari kedua putranya, anak anaknya bekerja sebagai buruh bangunan, kalau ada pekerjaan bangunan mereka bekerja dan kalau tidak ada pekerjaan bangunan mereka tdk bekerja. Sehingga ibu Senah harus mencari nafkah di usia nya yang tidak memadai lagi dan sering sakit sakitan” tuturnya.

Dia menegaskan, mewakili warga masyarakat dalam hal ini mengharapkan agar kepada pihak pemerintah terkait dapat memikirkan serta membantu keadaan ekonomi ibu Senah yang kehidupannya benar benar terpuruk.

” Besar harapan saya selaku ketua Rt 18 Rw 04 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati, agar pemerintah segera langsung dapat memberikan bantuan kepada ibu Senah, apalagi beliau ini usia nya sudah sangat tua dan sering sakit sakitan,” pungkasnya. (MR/YP007)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.