Warga Nagori Bosar Simalungun Protes Minta Pengelolaan BUMNAG Diusut APH dan Pangulu Terpilih Sofian Batal Dilantik

Warga Nagori Bosar Simalungun Protes Minta Pengelolaan BUMNAG Diusut APH dan Pangulu Terpilih Sofian Batal Dilantik
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Sejumlah warga di Nagori Bosar Kecamatan Panombean Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Selasa (9/5/2023) menggelar aksi protes mempertanyakan sekaligus meminta pertanggungjawaban atas pengelolaan Badan Usaha Milik Nagori (BUMNAG). Warga meyakini Sofian selaku Pangulu Nagori Bosar dan kuasa pengguna anggaran (KPA) tidak transparan dalam pengelolaan usaha milik Nagori Bosar.

Keberatan yang disampaikan warga tersebut selanjutnya disampaikan dengan memasang spanduk protes, berisikan warga menolak BUMNAG Nagori Bosar diajukan untuk ikut dalam kompetisi badan usaha desa/nagori terbaik. Tidak hanya itu, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun agar membatalkan pelantikan Sofian sebagai pangulu untuk periode berikutnya.

Warga menilai kasus BUMNAG di nagori Bosar pantas untuk dilaporkan ke APH yakni Kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun dan menyeret nama Sofian sebagai terdakwa.

Dalam spanduk protes yang disampaikan warga tertulis pengelolaan BUMNAG bobrok dan amburadul.

Debi (32) salah seorang warga Nagori Bosar mengatakan, warga sekitar sangat kecewa dengan pengelolaan BUMNAG yang dinilai tidak transparan dan amburadul.

Tidak hanya itu, perencanaan dalam tata kelola BUMNAG juga dilakukan secara amatir dan menghambur hamburkan keuangan BUMNAG.

“BUMNAG membangun tandon sumur bor di Huta (dusun, red) 1 padahal di lokasi yang sama juga sudah beroperasi tandon air sumur bor yang sama. Sehingga pembangunannya tidak efektif dan sesuai kebutuhan,” ujar Debi ditemui, Selasa (9/5/2023) sore.

Akibat perbuatan management BUMNAG warga merugi, dimana pembangunan fasilitas sumur bor yang sebelumnya berdiri atas bantuan sosial saat ini difungsikan secara komersil.

“Manajemen BUMNAG bangun tandon air dan sumur bor di lokasi yang sudah ada tandon airnya. Kemudian sumur bor yang mereka bangun justru tidak berfungsi, mulai dari awal dibangun sampai dengan kami protes saat ini. Itu kan pemborosan uang negara,” ujarnya.

Warga mengaku, hingga kini kesulitan dalam meminta pertanggung jawaban pengelolaan BUMNAG dari Sofian selaku Pangulu Nagori Bosar (KPA) beserta seluruh managemen. Sementara, pergantian direktur BUMNAG juga dilakukan tanpa musyawarah dengan warga. Dan informasinya direktur BUMNAG mengundurkan diri tanpa pertanggung jawaban.

Atas kejadian itu, warga berharap aparat penegak hukum (APH) segera melakukan pemeriksaan terhadap BUMNAG di Magori Bosar Kabupaten Simalungun dan meminta bupati Simalungun untuk tidak melantik Sofian sebagai pangulu Nagori Bosar. (MR/Tim)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.