Semua Proyek Lanskap Tidak Memenuhi Spek, Walikota Medan Beri Waktu 90 hari Kontraktor Bongkar Proyek Total Lose ‘Lampu Pocong’
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan memberikan tenggat waktu 90 hari kepada para kontraktor yang telah membayarkan kerugian proyek lanskap (Lampu Pocong) untuk membongkar sendiri barang material lampu tersebut.
Bobby Afif Naution juga mengaku kebanyakan bahan material pembuatan landscape ‘Lampu Pocong’ ini menyalahi spek dari yang sudah ditentukan. Untuk pembongkaran material tersebut, Bobby juga menawarkan bila memerlukan bantuan, pihak kontraktor dapat menggunakan peralatan miliki Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi Kota Medan tanpa ada biaya tambahan.
“Kenapa kita katakan proyek lanskap (lampu pocong) itu proyek total lose sebab dari jenis pekerjaannya dapat dilihat dari kondisinya jauh dan hasil pemeriksaan Inspektorat itu banyak tidak sesuai dengan spek yang diminta. Contoh, harusnya betonnya K-25 namun dikerjakan dilapangan ada yang K-90, jauhnya berapa banyak itu. Selain itu pondasinya juga tidak sesuai, harusnya dipasang Galvanisasi ini malah dipasang besi, makanya berkarat berkarat. Makanya ketika berkarat maka kami melihat bahwa speknya terbuat dari besi,”sebutnya saat melakukan kunjungan pemantauan proyek Uditch saluran drainase yang sedang dikerjakan di Jalan Danau Singkarak Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Jumat (12/5) sekira pukul 17.00 WIB.
Kunjungan Wali kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution ini juga didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi Kota Medan, Topan Obaja Ginting, SSTP, Camat Medan Barat, para lurah se-kecamatan Medan Barat, kepling kelurahan Sei Agul.
Disebutkan Bobby Nasution, dari 8 ruas yang dikerjakan tersebut semua kurang memenuhi termasuk juga jarak kerapatan yang tidak sesuai.
“ Itu termasuk proyek total lose dan milik para kontraktor, sehingga yang bertanggungjawab untuk membongkar adalah kontraktor,”sebutnya.
Tentang proyek penataan kota yang saat ini sedang berjalan seperti proyek revitalisasi lapangan merdeka dan lainnya, Bobby Nasution menerangkan langkah yang telah dilakukan pemko Medan salah satunya sistem transparansi.
“Drainse kita pakai Uditch, pengaspalan kita memakai e-katalog itu semata mata kita lakukan untuk transparansi, percepatan sekaligus mem-filter agar para kontraktor, pekerja yang Qualified (berkualitas-red) dapat mengerjakan pekerjaan di pemko Medan dengan bagus dan berkualitas. Kemauan kita jalan jalan sudah bagus. Jadi kita titik beratkan kualitas pekerjaan agar masyarakat Medan puas. Dan tidak ada merasa uang yang dititipkan ke kami (pemko medan –red) melalui pajak ini mereka tidak pas dengan yang ada di hati mereka,”ujarnya.
Diakhir kunjungan nya tersebut, Bobby Nasution berharap, tentunya proyek Uditch untuk saluran drainase yang akan dibangun pada sisi bagian kanan dan sisi bagian kiri dapat mengurangi dan menghilangkan banjir di sepanjang jalan Danau Singkarak.(MR/Red)

