Program JKN KIS Jamin Perlindungan Kesehatan Pekerja
METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Saat ini perubahan cuaca dan suhu dunia yang bisa dikategorikan ekstrim pun melanda sebagian besar wilayah-wilayah di benua Asia. Hal tersebut sedikit banyak berdampak pada Indonesia, musim kemarau sudah dimulai sejak April lalu berdampak cukup signifikan terhadap kesehatan dan daya tahan tubuh masyarakat Indonesia. Terlebih bagi orang-orang dengan rutinitas atau pekerjaan di luar ruangan.
Cuaca panas yang kian terasa menyengat saat siang hari ini rentan membuat pekerja-pekerja tersebut dehidrasi atau kekurangan cairan sehingga tak jarang membuat mereka kelelahan bahkan jatuh sakit sehingga berdampak terhadap produktifitasnya. Dan bagi mereka yang tak memiliki asuransi atau jaminan kesehatan bahkan terpaksa harus merogoh kocek lebih untuk membiayai pengobatannya jika tertimpa musibah sakit.
Namun berbeda halnya dengan Muhammad Yusuf (24), pria yang kini bekerja sebagai seorang petugas pengamanan (satpam) di salah satu perusahan wilayah Kota Lhokseumawe ini mengaku telah membekali dirinya dengan perlindungan biaya pengobatan atau jaminan sosial kesehatan pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Menurutnya, keberadaan JKN sangat membantu dirinya merasa aman khususnya akan risiko biaya pelayanan kesehatan untuk melakukan pekerjaan ditengah berbagai ancaman kesehatan yang bisa menimpanya kapan saja.
“Kalau jaga kesehatan itu memang wajib ya, minum air yang cukup, apalagi cuaca panas begini kita-kita yang bekerja diluar jadi rentan sakit atau kelelahan sampai mungkin nanti nggak bisa masuk kerja, tapi kan kalau memang sampai sakit ya saya nggak susah lagi karena bisa langsung aja berobat pakai BPJS,” ujar pria yang akrab disapa Yusuf ini pada Kamis (11/05).
Menaruh kepercayaan penuh pada Program JKN, Yusuf mengaku belum pernah kecewa dengan pelayanan kesehatan yang disediakan. Satpam muda asal Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara ini juga lantas mengatakan bahwa ia kerap mendapatkan pelayanan yang baik saat beberapa kali memanfaatkan JKN untuk berobat.
Terkait kabar yang beredar tentang tak bisa dilayaninya masyarakat yang ingin berobat jika tak terdaftar pada puskesmas atau klinik, Ia mengatakan bahwa hingga kini dirinya belum pernah mengalami penolakan layanan pengobatan di fasilitas kesehatan karena alasan tak terdaftar pada klinik.
“Saya memang tinggalnya di Keude Krueng Geukuh (wilayah Kabupaten Aceh Utara), terdaftar BPJS nya pun di Puskesmas Dewantara, tapi ada juga beberapa kali berobat di seputaran Kota Lhokseumawe karena saat itu memang sekalian jalan dengan daerah tempat kerja, dilayani kok,” ujar Yusuf yang dengan lancar menceritakan pengalamannya.
Selain itu, Yusuf yang saat ini bertugas membantu kedua orang tua untuk memenuhi perekonomian keluarga juga dengan mantap mengatakan bahwa ia mengandalkan JKN untuk perlindungan jaminan kesehatan orang tua dan adiknya.
“Walaupun saya belum mampu membayarkan BPJS mandiri untuk orang rumah saya, tapi saya sudah daftarkan dan pastikan bahwa mereka terdaftar di BPJS walaupun dengan iurannya yang dibantu sama pemerintah,” jelas sulung dari dua bersaudara ini.
Hal itu, dikatakannya lagi, lantaran secara keseluruhan Yusuf menilai pelayanan kesehatan yang didapat dengan memanfaatkan JKN kini dapat diakses dengan mudah tanpa adanya diskriminasi atau pembedaan-pembedaan layanan.
“Kalau harus antre dokter ya menurut saya wajar, yang nggak pakai ini (JKN) pun tetap harus (antre layanan), karena pasien bukan hanya kita, apalagi dengan cuaca yang luar biasa panas begini menjadi penyebab banyak orang yang tiba-tiba sakit, lebih lagi orang tua atau anak-anak yang memang rentan, makanya akan lebih aman kalau sudah punya BPJS kalau sakit langsung bisa berobat gratis,” kata Yusuf menutup perbincangan.(MR/red)

