KLHK Ambil Tindakan Tegas Atasi Kontoversi Di Tn Komodo, PT. Flobamor Keos
METRORAKYAT.COM, LABUAN BAJO – Taman Nasional Komodo, sebuah situs warisan dunia UNESCO, dikenal sebagai rumah bagi spesies unik komodo, kadal raksasa yang hanya ditemukan di wilayah tersebut.
Namun, belakangan ini, isu terkait tarif jasa pemanduan di Taman Nasional Komodo menjadi perhatian utama. PT Flobamor, pengelola taman nasional, telah mengeluarkan keputusan untuk menaikkan tarif jasa pemanduan, yang menuai kecaman dari berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM telah mengeluarkan surat yang salinanya yang diterima media Metro Rakyat.com Sabtu, 6 Mei 2023 malam, nomor : S.462/Menlhk-Setjen/Roum/KSA.3/5/2023 tertanggal 5 Mei 2023 Perihal Penanganan Isu Strategis terkait Taman Nasional Komodo.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginstruksikan langkah-langkah tindak lanjut untuk menangani isu strategis terkait Taman Nasional Komodo.
Surat tersebut menyoroti hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (KSP-RI), Helson Siagian yang telah merumuskan 6 langkah tindak lanjut yang harus dilaksanakan oleh PT. Flobamor, KLHK, Kemendagri, dan Asosiasi Pariwisata dan Masyarakat.
Salah satu tindak lanjut yang paling penting adalah permintaan untuk *MENCABUT* keputusan Direksi PT Flobamor terkait kenaikan tarif jasa pemanduan, dan segera menyusun SOP pelayanan jasa pemanduan yang berkualitas tinggi.
Selain itu, PT Flobamor juga harus mengikuti konsep “good governance” dalam penyesuaian tarif, dengan melibatkan FGD, sosialisasi, konsultasi publik, dan dialog dua arah. Semua proses ini harus dipastikan mendapatkan kesepakatan dari semua pihak terkait.
Tentu saja, langkah-langkah tindak lanjut tersebut tidak akan mudah dilakukan, tetapi Menteri Lingkungan Hidup berkomitmen untuk memperbaiki situasi di Taman Nasional Komodo.
Dia meminta PT Flobamor untuk segera melakukan konsultasi dan koordinasi dengan KLHK untuk detail pelaksanaan semua langkah tindak lanjut yang telah ditetapkan.
Langkah-langkah tindak lanjut ini bertujuan untuk menjaga kondusif-nya kegiatan wisata alam di Taman Nasional Komodo, khususnya menjelang pelaksanaan ASEAN Summit.
Dalam waktu singkat, para pihak harus mencapai kesepakatan yang dapat menjaga kualitas pelayanan wisata dan mempertahankan harga yang terjangkau.
Dengan melakukan hal ini, Taman Nasional Komodo dapat terus menjadi tujuan wisata alam yang menarik dan menakjubkan di Indonesia.(MR/Eras)

