Retribusi Selalu Dikutip, Tetapi Sampah Dibiarkan Tak Diangkut di Pasar Langsa

Retribusi Selalu Dikutip, Tetapi Sampah Dibiarkan Tak Diangkut di Pasar Langsa
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Sejumlah pedagang di Pasar Langsa tepatnya di Jalan Pasar Ikan mengaku kesal dengan manejemen Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Langsa mengetahui sampah yang kerap dibiarkan saja menumpuk tidak diangkut seperti di lokasi pasar ikan tepatnya di belakang pedagang ayam kaki lima itu.

Padahal retribusi setiap hari dikutip mereka tidak pernah libur. Tetapi pengangkutan sampah tidak dilakukan setiap hari,” ujar salah seorang pedagang ayam, Zul yang diketahui lokasi penjualannya tepat di samping sampah yang menumpuk itu, yakni di simpang tiga pasar ikan, Kamis (6/4/2023).

Menurutnya, setiap hari sampah di dekat tempatnya berjualan tidak diangkut. “Sebelumnya juga seperti ini. Ini sungguh sangat meresahkan kami,” ungkapnya seraya mengaku, hal itu mengakibatkan aroma bau busuk.

Ditegaskan Zul, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Langsa semakin tidak bagus pelayanannya. Padahal retribusi yang dikutip pada kami setiap hari,” ujarnya dan mengaku selama ini dikutip sebesar Rp 1000 ribu per harinya untuk retribusi sampah.

Zul mempertanyakan, untuk apa dikutip uang retribusi itu setiap hari kalau sampah dibiarkan menumpuk. “Tau lah, sampah pedagang 1 hari saja begitu banyak,” kesalnya.

Pedagang lainnya, Memet menegaskan, seharusnya DLHK menjaga kebersihan di lokasi pasar, apalagi mengigat saat ini di bulan puasa masyarakat pengunjung pasar mencium aroma bau busuk dari sampah tersebut,” ujarnya.(MR/FAHRID)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.