Pembelian Sapi Anggaran Dana Desa 2022 Tak Sesuai Dengan RAB Dan Di Duga Mark UP

Pembelian Sapi Anggaran Dana Desa 2022 Tak Sesuai Dengan RAB Dan Di Duga Mark UP
Bagikan

METRORAKYAT.COM, INHU – Di jaman pemerintahan presiden Joko Widodo 2 periode saat ini berbagai macam program jitu pembangunan di salurkan kepada masyarakat baik di perkotaan dan pedesaan dengan tujuan guna memajukan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia , baik masyarakat perkotaan dan pedesaan.

Salah satu program Joko Widodo yang di anggap dapat membangun di pedesaan yaitu dengan menyalurkan Alokasi Dana Desa ADD yang banyak di salurkan ke pedesaan dengan tujuan anggaran Dana Desa dapat membangkitkan perekonomian masyarakat pedesaan . Dengan adanya Dana Desa pemerintah telah membuat UU No 14 tahun 2008 dimana tentang keterbukaan informasi publik dalam penggunaan anggaran DD harus transparan terbuka dan tepat sasaran .

Sejalan dengan itu keterbukaan informasi publik bukan saja pihak pemerintah maupun pihak penegak hukum yang di minta untuk mengawasi penggunaan Alokasi Dana Desa ADD tetapi masyarakat luas harus ikut aktif dalam mengawasi nya.Tidak sedikit setiap tahun nya dana ADD ini di kucurkan mencapai Miliyaran rupiah .

Dari perjalanan metrorakyat.com dalam investigasi di lapangan untuk menyelusuri apakah benar penggunaan dana desa tepat sasaran ternyata banyak penggunaan dana desa yang di anggarkan di desa tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja RAB . Salah satu nya desa Sungai Baung kecamatan rengat barat kabupaten Indragiri hulu
Propinsi Riau.

Desa sungai baung di tahun 2022 telah menganggarkan pembelian sapi sebanyak 6 ekor sapi untuk 3 kelompok petani ternak , di mana 3 kelompok ini memperoleh 2 dua ekor sapi dengan sistem di rawat bersama dan di kandangkan . Dari pembelian sapi yang sudah di anggarkan dalam anggaran dana desa DD , ada kelompok ternak di RT 03 dusun 2 Titian tinggi desa sungai baung , yang merasa kecewa di karena sapi yang di terima oleh kelompok berupa sapi anakan yang baru lepas menyusui dari induk sapi , padahal anggaran yang tersedia cukup untuk membeli sapi indukan.

Di sebutkan Sugianto ketua rukun tetangga RT 03 dusun 2 sungai baung yang juga merupakan anggota di kelompok ternak sapi saat di temui di kediamannya mengatakan bahwa sapi 2 ekor Yang sudah 8 bulan di pelihara oleh kelompok dan di letakan di belakang rumahnya , di pelihara dirinya bersama 10 orang anggota masyarakat dusun 2 , diri nya bersama anggota kecewa sapi yang di belikan oleh kades sungai baung Muzakir berupa sapi pedet atau sapi anakan yang baru lepas menyusui , padahal yang saya dengar anggaran sapi itu per ekornya 13 jutaan , kalau di belikan tentu sudah dapat indukan sapi .

Lanjutnya , saat itu di bulan 8/2022, sapi ini di serahkan ke kelompok , saya protes dan menanyakan ke desa kenapa sapi yang di belikan sapi pedet / anakan sementara anggaran cukup untuk beli indukan , saat itu saya sempat hampir ribut di desa terangnya.

Kades sungai Baung, Mujakir saat di hubungi melalui pesan whatshapp di tanya soal berapa anggaran pembelian sapi per ekor tak ingin menerangkan secara rinci malah menjawab ” Mane lak kan sampai. Lalu di tanya kembali soal berapa anggaran, pak kades itu tidak menjawab namun hanya membaca isi pesan.

Berbeda dengan Sekdes Turisnadi. Sekdes nya mengaku saat di chat melalui what shap mengatakan bahwa anggaran belanja sapi 13 juta per ekor belum di potong pajak.

Dari hasil konfirmasi diduga anggaran pembelian sapi yang dianggarkan di dalam rancangan anggaran belanja RAB Dana Desa (DD) tahun 2022 untuk pembelian 6 ekor sapi yang di serah kan kepada 3 kelompok di duga terjadi Mark Up.  Karena menurut sumber, para agen ternak sapi di Inhu yang tidak ingin disebutkan namanya. Kalau lah sapi sebesar itu anggaran pembelian paling 5 sampai 6 jutaan, karena sapi Bali lokal, untuk itu di minta kepada pihak yang berkompeten seperti Inspektorat kabupaten Inhu, agar segera turun ke desa sungai baung kecamatan Rengat Barat. ( MR / KUSJUL ).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.