Maraknya Aspirasi Masyarakat Minta Keseriusan Gubernur dan Bupati Inhu, Apindo Inhu Survei Jalan Alternatif
METRORARAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU – Maraknya aspirasi masyarakat Kabupaten Inhu meminta keseriusan dari Gubernur dan Bupati Inhu menangani masalah angkutan tambang Batu Bara agar membuat jalan sendiri.
Karena selama ini kendaraan angkutan tambang batu bara menggunakan jalan umum tepatnya jalan lintas tengah Peranap, Kelayang, Air Molek hingga Kuala Cinaku Kabupaten Inhu menimbulkan kerusakan parah badan jalan lintas tengah di sejumlah titik disepanjang jalan mulai Peranap hingga Kuala Cinaku mengakibatkan keresahan bagi masyarakat ujar Ketua Dewan Pengurus Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia ( DPK – Apindo ), Mastor alias Asun Kabupaten Inhu kepada Metrorakyat.Com Selasa ( 4/4/2023) sore di Rengat.
Ketua Dewan Pengurus Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia ( DPK – Apindo ) Kabupaten Inhu, Mastor alias Asun di dampingi Wakil Ketua DPK Apindo Inhu, Seno Harto dan Bendahara Apindo Inhu, Rikardo Hutapea menambahkan, maraknya aspirasi masyarakat meminta angkutan tambang batu bara membuat jalan sendiri tersebut, pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo ) Kabupaten Inhu telah melakukan surve selama dua bulan.
Hasil surve tersebut ada dua alternatif, pertama jalan alternatif mulai dari PT. Samataka Kecamatan Peranap hingga PT BBF Kecamatan Kuala Cinaku sepanjang 130 Kilometer dengan rincian melalui jalan Perusahaan Duta Palma Grup sepanjang 50 kilometer, Pangkalan Kasai hingga Bandar Padang melalui jalan Provinsi sekitar 13 Kilometer dan melalui jalan Desa dari simpang DK satu, Sungai Jirak, Sai Ekok, Talang Bersemi dan melalui jalan perusahaan PT BBSI kurang lebih sekitar 10 kilometer
Sedangkan jalan alternatif kedua dari BBF Kecamatan Kuala Cinaku hingga PT. Samataka Peranap sekitar 143 kilometer melalui jalan Provinsi sekitar 300 meter saja, dan melalui jalan PT. Mega Nusa hingga simpang DK 5, Sungai Jirak, Durian Cacar, Sungai Ekok, Talang Bersemi sampai dengan PT. BBSI sekitar 10 Kilomter.
Menurutnya, kedua jalan alternatif itu kondisi badan jalannya sudah ada, tinggal hanya perbaikan peningkatan badan jalan saja,namun untuk jalan alternatif lebih baik alternatif yang pertama untuk digunakan kendaraan angkutan tambang batu bara karena panjangnya lebih pendek dari pada jalan alternatif kedua.
Mastor selaku pengusaha sukses kelahiran Desa Kota Lama Kecamatan Rengat Barat Inhu menyatakan untuk realisasi jalan alternatif angkutan tambang batu bara ini tidak terlepas dari keseriusan dari Gubernur Riau dan Bupati Inhu karena jalan alternatif ini menyangkut melalui jalan di sejumlah perusahaan.
Apalagi sampai hari ini kendaraan angkutan tambang batu bara tidak bisa lewat menggunakan jalan umum di sebabkan aksi dari masyarakat, sehingga adanya jalan alternatif ini nantinya untuk keselamatan masyarakat, dan jalan lintas tengah tidak terjadi kemacetan maupun kerusakan badan jalan tidak semakin parah.
Dan bahkan jalan alternatif itu juga mendorong perekonomian masyarakat dengan membuka usaha rumah makan, perbengkelan, warung kofi sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Ketika disinggung angkutan tambang batu bara melalui jalur sungai Indragiri, beliau mengatakan, itu sangat sulit akibat kondisi sungai indragiri sangat dangkal,dan ada beberapa titik bangunan jembatan terbentang di atas sungai, sementara jika dilakukan pengerukan sungai akan berpotensi abrasi. (MR/Ob)
