KPT Samosir Pertama Diresmikan Menteri Pertanian di Sumut

KPT Samosir Pertama Diresmikan Menteri Pertanian di Sumut
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo Tanam Perdana Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Hariara Pintu-Harian, Kabupaten Samosir

Peresmian diawali dengan penanaman perdana Bibit Kentang bersama Bupati Samosir, Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung, Dirjen Hortikultura, Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Sarana dan Prasarana Kementan RI, Kadis Ketapang, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Rabu (1/3/2023)

Pemkab Samosir terus menggalakkan potensi pertanian dengan Terobasan baru menciptakan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) seluas 2.650. Dengan konsep KPT diharapkan terwujud pertanian yang berdaya saing dan saling bersinergi dalam satu kawasan yang dikelola kelembagaan petani berbasis koperasi. Pengembangan KPT dimanfaatkan untuk pengembangan Tanaman Hortikuktura (1.000 ha), tanaman pangan 100 Ha, Tanaman Buah (250 ha), Tanaman Keras Non Buah (75 ha), Agroforestri (500 ha) dan 536 ha untuk investasi. Penanaman perdana seluas 60 ha yaitu, 40 ha kentang, tanaman kubis 10 ha, bawang merah 5 ha dan 5 ha bawang putih. Untuk Tahun 2023, KPT direncanakan seluas 234 Ha dan sisanya akan dituntas secara berkelanjutan.

Pengembangan Kawasan Terpadu di Samosir dilatarbelakangi ketersediaan potensi lahan areal penggunaan lain (APL) juga Klimatologi yang sangat mendukung penyelenggaraan dengan sistim pertanian yang terintegrasi antara komoditi hortikultura, komoditi tanaman pangan, komoditi perkebunan, komoditi peternakan dan perikanan. KPT telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Samosir Nomor 254 Tahun 2022 tentang penetapan lokasi pengembangan Kawasan Pertanian terpadu di Samosir.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, memuji terobosan baru Bupati Samosir membuat skema pengembangan pertanian melalui Kawasan Pertanian Terpadu yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya senang bangat hari ini hadir di Samosir, lahannya bangus bangat. Terobosan ini sangat baik dan langkah tepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Samosir, manfaatkan sumber daya yang diberikan Tuhan” ucap Mentan.

KPT Samosir diharapkan dapat menjadi lokomotif membangkitkan pertanian dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia khususnya di Sumut. Kabupaten Samosir akan dapat melangkah lebih cepat dengan menjalin kerjasama mulai dari desa, kecamatan.

“Persiapkan lahan lebih baik, lahan di Samosir jauh lebih baik dari tempat lain, didaerah lain lebih banyak batu dari tanah, air, rawa susah dikendalikan. Tapi di Samosir dengan lahan yang bagus pasti hasilnya bagus. Jangan hanya menanam saja, Tidak boleh kalah dengan kabupaten lain” tambah Syahrul. Oleh karena itu, Mentan menegaskan lahan harus clear, jangan ada masalah, orangnya/petani harus jelas dan dikelompokkan, sehingga mudah untuk dilatih. Pengembangan KPT Samosir diharapkan memiliki komodoti klaster tersendiri.

Bupati Samosir, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mentan. “Sebuah kado dalam hari jadi ke-19 Kabupaten Samosir, mendapat program luar biasa yang langsung dihadiri menteri terima kasih kepada bapak yang sudah berkenan hadir” ucapnya.

Samosir sebagai KSPN harus mengikuti program pusat, 80 persen hidup sebagai petani untuk itu potensi pertanian tidak bisa ditinggalkan. KPT ketika sukses dapat dikombinasikan/ dijadikan mendukung pariwisata melalui agrowisata.

Bupati terkesan dengan pesan Menteri ketika pertama jumpa di Kementerian “kalau tujuan mencari uang silahkan keluar dari ruangan saya, tapi kalau tujuan mu membuat petani sejahtera saya senang”. Dengan ucapan menteri tersebut, serta mengaku termotivasi sehingga dengan kerja keras KPT dapat terwujud.

Bupati meminta kementerian pertanian untuk bersabar memberikan pendampingan, mengajari serta memberikan bantuan alat pertanian mendukung kesuksesan KPT.

Bupati Samosir mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kawasan Pertanian Terpadu. Menyukseskan KPT tidak bisa hanya pemerintah. Dengan kemajuan jaman, banyak teknologi pertanian, untuk itu mari sama-sama belajar jangan merasa puas terus berubah mau belajar, dan menerima pengetahuan dari pusat dan propinsi. “Jangan sia-siakan program ini, karena banyak daerah yang membutuhkan. Mari kita manfaatkan dan sukseskan program ini untuk kesejahteraan dan peningkatan perekonomian petani,” ajaknya, menutup. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.