Estimasi RKPD Kabupaten Sorong Selatan Lebih Besar di Banding ABPD Sorsel, Pemda Sorsel Bentuk Tim Lakukan Lobi di Jakarta
METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – Musrenbang kabupaten Sorong Selatan TA.2024, Estimasi Anggaran yang direncanakan dalam mengisi pembangunan di kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2024 kurang lebih 2 Triliun maka tentunya estimasi tersebut lebih besar dibandingkan APBD Kabupaten Sorong Selatan kurang lebih 1 triliun 200 miliar.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Sorong Selatan dalam sambutannya pada acara penutupan Punutupan Musrenbang Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Sorong Selatan Kamis, 30 Maret 2023.
Bupati Samsudin Anggiluli,SE,M.Tr,Ap dalam sambutannya mengutarakan bahwa Musrenbang yang dilakukan ini merupakan program rotin yang dilakukan setiap tahun guna mengefaluasi dan menetapkan rencana kerja tahun berikutnya.
Dasar Pelaksanaan UU Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Daerah Pasal 17 ayat 2 Penyusunan Rancangan APBD berpedoman Kepada RKPD dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia, Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata cara
Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, tata cara evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD serta dan Tata cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD.
Lanjut Samsudin lagi, total estimasi anggaran yang di butuhkan dalam melaksanakan pembangunan kabupaten Sorong Selatan tahun anggaran 2024 berjumlah 2 triliun 2 ratus miliar sehingga program yang di usulkan untuk menggunakan anggaran tersebut ada yang diayai oleh APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Sorong Selatan.
“Karena estimasi yang besar kita juga harus membentuk tim yang harus ada di Jakarta untuk melakukan lobi-lobi pembangunan dan juga lobi anggaran sehingga semua program yang di rencanakan akan terbangun. Itupun semua harus di Sertai dengan data apalagi fokus pemerintah pusat saat ini adalah mempercepat pembangunan di wilayah Papua,”tegas Samsudin. (MR/DEWA)
