Gara-gara Sakit Hati, Nyawa Mantan Anggota DPRD Langkat Periode 2014-2019 Melayang

Gara-gara Sakit Hati, Nyawa Mantan Anggota DPRD Langkat Periode 2014-2019 Melayang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Beberapa waktu lalu Kab. Langkat digegerkan dengan Penemuan mayat Paino (47) mantan anggota DPRD Langkat priode 2014 – 2019 ditembak orang tak di kenal.

Tak butuh waktu yang lama tim gabungan Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut dan Polres Langkat berhasil meringkus 5 tersangka dengan peran berbeda disampaikan dalam rilis kasus penembakan mantan anggota DPRD Langkat, Paino di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (13/2/2023), sekitar pukul 12.00 Wib.

Adapun tersangka, dalam kasus penembakan mantan anggota DPRD Langkat periode 2014-2019 adalah LS alias Tosa (26) berperan sebagai otak Pekaku, warga Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, PS (43), warga Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Serapit, Langkat, MH alias Tio (27), warga Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat, Langkat dan SY alias Tato (27), warga Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

Sementara itu Pelaku eksekutor penembakan mantan anggota DPRD Langkat berinisial DB (38), warga Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, tembakan nya mengenai dada kanan korban,dilakukan dari jarak dekat, sekira 0,5 meter. “Seperti ditempel lah gitu,” ujarnya.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Waka Polda, Brigjen Pol Jawari, Direktur Reskrimum, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kabid Humas, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan kejadian tersebut didasari oleh rasa sakit hati LS alias tosa (26) yaang bertindak sebagai otak pelaku.

Peristiwa itu terjadi ketika korban, Paino (48), warga Dusun VII Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Langkat itu hendak pulang dari warung Amiran yang berjarak sekira 3 kilometer dari rumahnya.

Namun, sekira 900 meter beranjak, korban ditemukan tewas oleh petugas jaga mal PT LNK dalam kondisi telentang dan dada kanan terluka tembak.

Korban kemudian dibawa ke RS Putri Bidadari Stabat, namun dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk di autopsi.

“Dari hasil penyelidikan tim gabungan, berhasil menemukan para pelaku Aksi penembakan yang telah direncanakan sepekan sebelumnya (20 Januari lalu),”jelas Kapolda.

Dalam proses penyelidikan ditemukan barang bukti senjata api jenis rakitan dan selongsong dan proyektil. “Para tersangka ditangkap secara terpisah, di Aceh, Deliserdang dan Langkat dan Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,”tutupnya. (mr/yo)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.