Proyek Pengaspalan Jalan di Aceh Timur Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Kini Kondisinya Sudah Rusak 

Proyek Pengaspalan Jalan di Aceh Timur Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Kini Kondisinya Sudah Rusak 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ACEH TIMUR – Masyarakat Desa Alue Bue Tuha, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, sangat kecewa dengan hasil pengerjaan proyek pembangunan jalan tepatnya di kawasan Desa Aleu Bue Tuha Jalan menuju Desa Panton Rayeuk Alue Bue Tunong, yang diduga dikerjakan asal asalan.

Pasalnya, pengaspalan jalan yang baru selesai dikerjakan kondisinya sudah rusak. Dari pantauan awak media, proyek yang bernomor kontrak dengan nilai, sumber dana dari mana dan perusahaan apa yang mengerjakan yang baru selesai dikerjakan tersebut sudah mulai pecah-pecah dibeberapa ruas dan terlihat berlubang. Media belum mendapatkan informasi karena papan nama proyek di lokasi sudah tidak ada lagi.

Salah seorang warga di Kecamatan Peureulak Barat Ruben, kepada media ini mengatakan, proyek pengaspalan jalan ini semestinya dikerjakan dengan baik. Karena jalan ini dibangun untuk dipergunakan masyarakat.

“Rusaknya jalan yang baru selesai dibangun tersebut diduga akibat pihak pelaksana proyek dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi tehnik,” kata Ruben kepada media ini, Sabtu (7/1/2023).

Menurutnya, buruknya kualitas pelaksanaan proyek tersebut diduga karena lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak konsultan pengawas dan pihak dinas terkait.

“Kalau kita lihat, ketebalan aspal tersebut tipisnya seperti kartu ATM. Hal itu dikarenakan lemahnya pengawasan dari pihak konsultan pengawas maupun dinas terkait, sehingga pihak rekanan bekerja asal jadi dan diduga demi mengeruk keuntungan besar,” ujarnya.

Karena itu, sambung Ruben kami meminta kepada pihak penegak hukum khususnya Polres dan Kejaksaan Negeri Aceh Timur dapat segera memproses permasalahan ini. Karena sudah jelas bahwa pengerjaan proyek tersebut merugikan negara.

“Semestinya pihak konsultan pengawas dan PPTK dinas terkait dapat bekerja secara profesional, sehingga kualitas pekerjaan itu dapat dinikmati masyarakat,” imbuh Ruben.

Terkait adanya pemberitaan yang mengabarkan bahwa rusaknya jalan yang baru dikerjakan itu, Ruben mengatakan jika pihak pelaksana proyek bekerja sesuai spesifikasi tehnik, tidak mungkin jalan itu langsung rusak.

“Walaupun jalan di lintasi truk bermuatan sawit, tidak mungkin jalan yang baru selesai di aspal itu rusak, kalau tidak karena buruknya kualitas pekerjaan itu,” pungkas Ruben.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media belum mendapat keterangan dari pihak terkait.(MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.