Alfius Kambu Minta Tim Percepatan Pemekaran Kabupaten Aitinyo Jangan Tidur Tetapi Melihat Potensi Peluang Ada Sat Ini
METRORAKYAT.COM, MAYBRAT– Pemekaran Kabupaten Aitinyo merupakan aspirasi masyarakat sehingga tim percepatan pemekaran yang sudah di bentuk agar jangan tidur tetapi melihat potensi peluang yang ada sat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Intelektual muda Aitinyo Alfius Kambu melalui pers rilisnya yang di terima media ini Jumat, (23/01/2023).
Alfius Kambu dalam pers rilis tersebut mengungkapkan bahwa sehubungan dengan adanya wacana pemekaran DOB provinsi Bomberay Raya, DOB Imekko, DOB Malamoi di Provinsi Papua Barat Daya oleh masyarakat dengan usulan ke pemerintah pusat untuk di tetapkan dalam RUU.
Tentunya ini peluang emas yang ada di depan mata sehingga saya meminta kepada Tim pemekaran DOB Kabupaten Aitinyo supaya jagan tidur tetapi harus aktif juga seperti tim pemekaran DOB wilayah lainya ini potensi peluang yang jagan kita sia-siakan.
“Tim pemekaran DOB wilayah Aitinyo sudah pernah di bentuk oleh bapak Dr. Bernard Sagrim Drs. MM pada masa beliau menjabat Bupati Maybrat dan di kukuhkan pada pelaksanaan HUT PI di Ikowok serta di saksikan Oleh intelektual senior Asal Aitinyo Bapak Dr,JP Wananen, Ketua Sinode GKI Tanah Papua Pdt. Alberth Yoku dan ribuan intelektual sat itu,”ujar Alfius.
Tim harus bekerja ekstra dan solid karena dokumen pengusulan dan tahapan sudah dilakukan seperti kajian Akademisi di laksanakan oleh Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas), maka ini tentunya merupakan kebanggaan khusus dan luarbiasa kehebatan Tim Pemekaran DOB Aitinyo.
“Perjuangan DOB Kabupaten Aitinyo ini harus berjalan dan di perjuangkan karena ini murni merupakan aspirasi masyarakat,”tegas Alfius.
Aitinyo ini merupakan pintu pembangunan bagi kabupaten Maybrat karena Agama dan pemerintah masuk di kabupaten Maybrat melalui wilayah Aitinyo, tetapi juga Aitinyo mempunyai aspek pendukung yang memenuhi syarat seperti Kepadatan Penduduk, luas wilayah, Potensi sumber daya alam yang memadai, sumber daya manusia yang Siap. Sehingga saya minta tim pemekaran untuk bergerak dan jagan vacum tetapi juga semua orang Aitinyo marih bersama bersatu dan berjuang.
Aitinyo tidak boleh ada dipersimpangan jalan, tidak boleh di tarik ke sana-kemari tetapi Aitinyo harus punya eksistensi dan harga diri karena Aitinyo merupakan pemula baik agama maupun pemerintah, maka marilah kita sama-sama bergandengan tangan untuk menghadirkan DOB Kabupaten Aitinyo. (MR/DEWA)
