Refleksi Akhir Tahun Pedagang Kaki Lima Kota Medan ‘ Damai Tapi Gersang’
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ketua Forum Pedagang Pasar dan Pedangan Kaki Lima (FPPKLM) Kota Medan,AP Luat Siahaan (foto) mengatakan hingga akhir tahun 2022, nasib para pedagang masih dapat dikatakan ‘Damai Tapi Gersang’. Hal disebabkan, masih kurang nya perhatian pemerintah kepada para PK5 yang berjualan setiap hari. Selain itu PK5 juga masih dianggap sebagai sumber kemacetan, padahal penyebab kemacetan salah satunya jumlah kenderaan yang tidak beraturan, sementara jalan masih tetap yang sama belum ada penambahan.
AP Luat Siahaan mengatakan lagi, setelah pandemi Covid 19 mulai mereda dan aktifitas para pedagang pun berangsur normal kembali, namun karena situasi dampak Covid-19 selama 2 tahun, sempat mengganggu aktifitas pedangang sehingga maksimal. Namun para PK5 tetap mendukung program pemerintah untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).
Penerapan Proses ini terus dilakukan karena pedagang kaki lima langsung berinteraksi dengan masyarakat untuk berjualan.
Karena itu, pedagang diutamakan menjaga kesehatan terlebih dahulu agar tubuh tetap bugar dan sehat.
Dikatakan lagi, Pedagang merupakan aset nasional yang perlu di bina dan dikembangkan oleh pemerintahan sehingga dapat menjadi ketahanan nasional bagi seluruh pedagang di tanah air.
“Ini sudah terbukti ketika terjadi Krisis moneter tahun 1997, hanya pedagang kaki lima yang mampu bertahan berjualan ditengah Krisis tersebut, dan sampai saat ini.
Berdasarkan pengalaman tersebut, kiranya pemerintah perlu memikirkan fasilitas untuk para pedagang kaki lima di seluruh Indonesia yang dapat menampung kehidupan para pedagang kaki lima dan tidak menggangu akses pengguna jalan lain,”ujarnya.
Sambung AP Luat Siahaan lagi, ” Pedagang kaki lima punya moto ” Anak Kon Ki di hamoraon dia au” yang artinya Anak ku kekayaan bagiku. “Pedagang kaki lima terus berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa. Tanpa mengenal waktu siang maupun malam tetap berjualan demi untuk memperjuangkan perekonomian keluarga demi menyekolahkan anak setinggi tingginya, selama hayat di kandung badan,”kata AP Luat Siahaan.
Ditahun 2023 mendatang sambung AP Luat Siahaan, para pedang hendak nya terus difasilitasi pemerintah untuk mendapatkan tempat berjualan yang nyaman, sesuai dengan program daerah DPRD Kota Medan bagi pedagang kaki lima.
AP Luat Sihaan juga berpesan bagi para pedagang kaki lima tetap semangat meski tantangan itu datang silih berganti, meski berat, namun diharapkan tantangan itu dapat membuat para pedagang menjadi dewasa dalam menyikapi nya.
Dan kepada Kapolda Sumatera Utara, AP Luat Siahaan juga mengucapkan terimakasih yang telah menyikapi adanya persoalan pedangang kaki lima. Dimana pedangang kaki lima mengadu namun malah ditahan. Dan setelah diketahui Kapoldasu langsung menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas.
AP Luat Siahaan juga mengucapkan terimakasih kepada Gubsu, Edy Rahmayadi yang mana pedagang kaki lima di Jalan Kartini samping Kantor Gubsu telah diberikan tempat yang layak di kantin resmi kantor gubernur untuk berjualan.
“Ini merupakan ungkapan hati yang tulus untuk meningkatkan harkat dan martabat para pedagang kaki lima, dalam hal ini Forum Pedagang Pasar Kaki Lima Kota Medan direncanakan akan memberikan piagam penghargaan kepada Bapak Gubernur dan Bapak Kapoldasu,” ujar Luat Siahaan sembari mengucapkan “SELAMAT NATAL & TAHUN BARU 2023, Merdeka.(MR/Red)

