Plt.Kadis Kominfo P.Siantar, Johanes Sihombing, Diduga Pertunjukkan Sikap Pilih Kasih Kepada  Wartawan 

Plt.Kadis Kominfo P.Siantar, Johanes Sihombing, Diduga Pertunjukkan Sikap Pilih Kasih Kepada  Wartawan 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Media dan Instansi pemerintah memiliki peran dan fungsi yang penting, dimana keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Dinas Kominfo berfungsi mendata jumlah dan keberadaan media yang ada sekaligus bertanggungjawab untuk mempublikasikan semua kegiatan resmi pemerintah kabupaten/ kota agar diketahui khalayak umum atau publik. Sehingga media dan dinas kominfo tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan harus tetap bersinergi (kemitraan).

Namun sepertinya tidak demikian yang terjadi di dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematang Siantar sejak dijabat oleh Johanes Sihombing, S.STP sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas dan diduga telah terjadi pilih buluh atau pilih kasih kepada para wartawan yang beragama kristen yang terdaftar resmi dan ber unit tugas di dinas kominfo Kota Pematang Siantar.

Dari informasi yang beredar luas di lapangan, jelang akhir tahun 2022 atau menyambut Tahun Baru 2023, didapat kabar bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematang Siantar ada memberikan tali asih atau istilah umumnya uang tahun baru kepada para wartawan yang beragama Kristen. Tali asih natal dan tahun baru (Nataru) tersebut diketahui diberikan langsung  oleh Johanes Sihombing selaku Plt.Dinas Kominfo Kota Pematang Siantar melalui  salah seorang Kabidnya. Adanya informasi tersebut, selanjutnya kru media ini coba melakukan penelusuran dengan melakukan perbincangan dengan rekan rekan sesama wartawan dan mempertanyakan terkait kebenaran  informasi tersebut.

Dari beberapa rekan wartawan yang ditanyai membenarkan terkait pemberian uang tali asih dari Diskominfo Siantar.

“Iya, benar bang. Diskominfo ada bagi- bagi uang tahun baru (Nataru) kepada wartawan yang beragama Kristen dan terdaftar. Besarnya bervariasi antara 100 ribu sampai 300 ribu”, sebut mereka lagi, dan diNanti yang menyerahkan Kabidnya bukan kadisnya,”pungkas mereka yang mendapat bantuan tali asih tersebut.

Tak cukup sampai di situ, selanjutnya kru media ini menanyai rekan wartawan lainnya yang beragama Kristen dan terdaftar. Sebagian menjawab tidak mendapat tali asih meskipun mereka telah coba menghubungi kadis maupun kabid yang biasa membagi. Saat dipertanyakan, kenapa bisa seperti itu?, mereka hanya menggelengkan kepala sebagai tanda tidak mengerti. Dalam hal ini kru media sengaja tidak mengungkap nama wartawan maupun medianya. untuk menjaga privacy. Namun kru media ini memiliki bukti terkait pernyataan mereka.

Atas dugaan pilih kasih dan pilih buluh tersebut, Johanes Sihombing, S.STP selaku Plt.Kadis Kominfo Kota Pematang Siantar ketika dikonfirmasi di ruangannya Jumat, (30/12/2022) pagi di Jalan WR. Supratman Nomor 4, Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat Kota Pematang Siantar, menyebut jika hal itu tidak benar.

“Ga ada itu bang. Ga benar itu ada bagi-bagi uang tahun baru”, sebutnya.

Namun saat kru media menjelaskan jika itu benar ada nya berdasarkan fakta di lapangan dan kru media ini juga menyebut punya bukti rekaman pembicaraan, Johanes langsung terdiam.

Dan saat kru media ini mempertanyakan sumber dana atau anggaran untuk bagi-bagi tali asih tersebut, dengan wajah sinis Johannes menjawab itu privacy. Sembari menambahkan ‘anda tidak berhak tahu’, demikian ditirukan ucapnya.

Atas sikap Johanes tersebut, masih di hari yang sama Jumat (30/12/2022) sekira pukul 18.52 WIB, selanjutnya kru media mencoba mengkonfirmasi Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani lewat pesan singkat WhatsApp mempertanyakan terkait sikap pilih buluh/pilih kasih yang dilakukan oleh Johanes kepada wartawan sekaligus meminta tanggapan terkait jawaban yang menyebut privacy dan wartawan tidak berhak tahu darimana anggaran/sumber dana tali asih tersebut. Namun hingga berita ini sampai di meja redaksi dan dipublish Wali Kota Pematang Siantar dr. Susanti Dewayani belum memberi tanggapan.

Atas adanya sikap yang di pertunjukkan oleh Plt Kadis Kominfo Pematang Siantar, Johanes Sihombing dengan membeda-bedakan wartawan saat memberi bantuan untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) bagi wartawan yang beragama Kristen, membuktikan bahwa Johanes Sihombing, tidak mampu merangkul media di kota Siantar agar bersinerji mendukung program kerja Wali Kota Pematang Siantar.

Dampaknya, awak media yang ada di kota Pematang Siantar tidak akan dapat bersinergi baik sebagai mitra pemerintah kota Pematang Siantar karena ketidakmampuan Plt.Kadis Kominfo dalam merangkul awak media, apalagi media yang diduga dilakukan pilih kasih juga merupakan media yang memiliki legalitas lengkap dan juga telah terdaftar di Dinas Kominfo Kota Pematang Siantar.

Pasca naiknya berita ini, publik berharap kiranya Wali kota dr. Susanti Dewayani mengevaluasi kinerja dan sikap Plt. Kadis Kominfo Pematang Siantar Johanes Sihombing, S.STP yang dianggap tidak mampu menggandeng awak media di kota Pematang Siantar apalagi berlaku pilih buluh atau pilih kasih kepada wartawan/media yang man tentunya ini dapat menghambat program kerja Wali Kota Pematang Siantar. (MR/M.Baringin Sihombing)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.