BI Sumut, Inflasi Sumut Nopember 2022 Sebesar 4,55 ytd Lebih Rendah dari Nasional
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia KPw BI) wilayah Sumatera Utara (Sumut) Doddy Zulverdi menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi nasional mengalami peningkatan dan untuk Sumut masih terkendali dengan baik.
“Untuk perkembangan perekonomian nasional, di Sumut masih dapat terkendali dengan positif, namun harus tetap dijaga,” jelas Doddy Zulverdi pada Bincang Bincang Media (BBM) dan juga dilakukan secara Offline di hadapan wartawan yang diselenggaran di gedung BI Sumut, Selasa (27/12/2022, Medan.
Ia menjelaskan, untuk inflasi kumulatif di Sumut hingga pada November 2022 kemarin mencapai 4,55% (ytd) lebih rendah jika dibanding Nasional dan untik Kawasan Sumatera tercatat masing-masing sebesar 4,82% (ytd) dan 5,14% (ytd),” ucapnya.
Disampaikan dia lagi, sedangkan mengenai pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang dianggap melambat pada November 2022 sebesar 6,41% dengan NPL 2.50%.
Selanjutnya penyaluran kredit perbankan melambat dari 11,11% (yoy) pada triwulan III 2022 menjadi 6,41% (yoy) pada November 2022. Perlambatan akibat penurunan pertumbuhan kredit investasi seiring pada musiman periode pembayaran proyek sevara koorporasi oleh principal dengan didorong pelunasan sebagian kredit.
“Walaupun demikian, kredit modal kerja dan konsumsi masih mencatat peningkatan pertumbuhan pada bulan November 2022. Perekonomian Sumut tumbuh di dorong pada sektor utama yaitu sektor Pertanian, Industri dan Konstruksi yang mengalami perlambatan pertumbuhan kredit, namun tidak pada kredit Perdagangan yang mencatat kenaikan pertumbuhan.
“Namun bulan November 2022, kredit konstruksi dan pertanian tercatat kontraksi. Di sisi lain, NPL sektor utama masih relatif terjaga, kecuali sektor perdagangan dan konstruksi tercatat lebih dari 59% pada November 2022 sehingga perlu diwaspadai,” tukasnya seraya mengungkapkan bahwa untuk pertumbuhan ekonomi tetap bisa ke atas dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3% pada 2022.
Akan tetapi kalau dilihat prospek perekonomian Indonesia saat ini tetap membaik. Selain itu perlu
kita ketahui untuk pertumbuhan ekonomi tetap baik seiring dengan perkembangan dari sisi lapangan usaha, dimana sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Transportasi dan Pergudangan, tumbuh cukup lebih signifikan
Kemudian untuk tahun 2023, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap kuat meskipun sedikit melambat sejalan dengan perlambatan ekonomi global ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%,” bebernya lagi.
Ditambahkan Doddy, perkembangan ekonomi secara global sekarang ini masih berjalan melambat. Akan tetapi perekonomian global diprakirakan tumbuh sebesar 3,0% pada 2022 & menurun menjadi 2,6% tahun 2023.
Diakhir paparannya disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat dengan risiko resesi yang tinggi di beberapa negara, antara lain Amerika Serikat dan negara Eropa. Perlambatan ini dipengaruhi akibat fragmentasi ekonomi, perdagangan maupun investasi akibat ketegangan politik yang berlanjut serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju. Sehingga Bank Indonesia akan memprakirakan ekonomi dunia tumbuh sebesar 3,0% pada 2022 dan menurun menjadi 2,6% di tahun 2023.
“Namun BI memprediksi bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh dengan baik yang didorong sektor pertanian, sektor wisata dan industri”, paparnya mengakhiri. (MR/156).
