Tim Pengendalian Inflasi Daerah Inhu Tiap Hari Pantau Harga Bahan Pokok

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Inhu Tiap Hari Pantau Harga Bahan Pokok
Bagikan

METRORAKYAT.COM, IÑDRAGIRI HULU – Selama ini tim pengendalian inflasi daerah Kabupaten Indragiri Hulu setiap hari terus melakukan pemantauan harga bahan pokok, jika ada gejolak kenaikan harga bahan pokok langsung diatasi melakukan operasi pasar.

Hal ini dikatakan Kabag Ekonomi dan SDA Bakri, ST, kepada Metrorakyat.Com di kantor Bupati Inhu Pemetangreba Kamis (03/11/2022 ) kemarin menegaskan, inflasi itu banyak aitemnya  ada 20 aitem yang dihitung, dan rilis dari BPS di Inhu semua stabil

Terkait harga bahan pokok di Inhu juga stabil,tidak ada mengalami kenaikan tinggi, karena setiap hari di pantau dan diawasi serta di data untuk dilaporkan setiap hari pukul 10.00 Wib wajib harus di laporkan ke pusat dan biro ekonomi Provinsi.

Dikatakan, gerai pangan murah sudah 6 kali dilaksanakan yakni di Pasar Kecamatan Seberida, Pasir Penyu, Peranap, Lalak dan di Pasar Kecamatan Batang Cenaku dengan tujuan menstabilkan harga bahan pokok dimana saat ini harga beras perkilogram 14- 15 ribu perkilogram.

Dan laporan dari Disperindag jenis Comodity seperti cabe merah, kacang hijau,ikan,garam, minyak goreng kemasan sederhana dan lain lainnya semuanya tidak ada  mengalami kenaikan, bahkan harga daging ayam mengalami penurunan.

“Memang pasca kenaikan BBM kemarin terjadi mengalami kenaikan harga beras prenium, dari 15 ribu naik menjadi 16 ribu perkilogram hal ini wajar saja, tapi saat ini sudah stabil 14 ribu perkilogram,” katanya.

Plt Kadisperindag Pemerintah Inhu,  Aldhy Akbar, Jumat (04/11/2022) mengatakan Pemerintah Inhu memiliki tim pengendalian inflasi daerah yang di bentuk sesuai aturan yang ada, dimana dalam tim tersebut salah satunya Disperindag Inhu untuk melakukan pemantauan dan monitoring harga sembako.

Disperindag Inhu setiap hari  melaksanakan pemantauan dan monitoring ke Pasar Rakyat, dari hasil pemantauan terdapat komoditi beras (solok/premium) mengalami penyesuaian harga sebesar Rp. 1.000, sedangkan harga beras Bulog tidak mengalami kenaikan harga, untuk minyak goreng curah dan kemasan sederhana tidak mengalami penyesuaian harga.

Selanjutnya, Disperindag inhu bersama Tim TPID provinsi Riau telah melakukan operasi pasar  yang melibatkan Bulog Rengat dengan tetap mengacu Permen perdagangan nomor 7 tahun 2022 tentang harga acuan.

Adapun komoditi yang dioperasikan yaitu beras, gula, minyak goreng kemasan sederhana, tepung terigu dan telor guna mengatasi lonjatan harga.

“Untuk mengantisipasi dan pengendalian harga, Disperindag melakukan pemantauan di pasar rakyat dan melaporkan  setiap hari paling lambat Jam 11.00 Wib harus dilaporkan melalui aplikasi SP2KP (Kementrian Perdagangan), dan aplikasi Info Perdagangan (Provinsi Riau), data ini juga yang dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan dalam pengendalian Inflasi,’ katanya.

Pasca kenaikan BBM kemarin berdampak harga sembako artinya ada penyesuaian harga secara otomatis mengalami kenaikan terjadi hanya beras namun harga beras tersebut  sampai saat ini sudah stabil dan kondisi aman, dan juga harga minyak goreng masih koridor Harga eceran tertinggi ( HET ).

“Kemudian, kita juga ada timgas pangan untuk melakukan monitoring ketersediaan bahan pokok di di Kabupaten Inhu, selama ini dalam kondisi aman, jadi kita bingung dengan adanya isu tersebut, namun ada mis-komunikasi dengan Kemendagri, mungkin ada data yang tidak tersampaikan ke Kemendagri sehingga tercatat Inhu termasuk dua terbawah pengendalian inflasinya di Riau, ini akan lebih bekerja keras lagi kedepan menelusuri data mana yang digunakan oleh Kemendagri sebagai dasar penilaian tersebut,” ungkapnya ( MR/Ob )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.