SMP Negeri 3 Kota Banjar Studi Tour Ditengah Himpitan Ekonomi

SMP Negeri 3 Kota Banjar Studi Tour Ditengah Himpitan Ekonomi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BANJAR – Belum lepas dari ingatan kita kejadian di Tasikmalaya tahun 2020, dimana Polres Tasikmalaya Kota telah mengungkap penyebab kematian salah satu siswi kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya bernama Delis Sulistina (13 tahun), yang ditemukan tewas di gorong-gorong depan sekolahnya. Korban diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri yang berinisial BR (45). Diduga tersangka membunuh korban karena kesal dimintai uang untuk ikut study tour yang dilaksanakan oleh sekolahnya.

Belum lagi kejadian di Sukabumi bulan April 2021, sebuah bus study tour yang mengangkut puluhan pelajar beserta guru Madrasah Aliyah Negeri Surade mengalami kecelakaan di daerah Gakumbit, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Bus tiba-tiba oleng dengan kecepatan cukup tinggi sehingga menabrak pohon yang berada di tepi jalan. Akibatnya dua pelajar tewas akibat terjepit jok atau kursi bus. Sementara pelajar dan guru lainnya mengalami luka ringan.

Belajar dari kejadian diatas, seharusnya para pemangku kebijakan, yaitu kepala sekolah dan pelaksana teknis komite sekolah harus benar meninjau kembali rencana- rencana studi tour, karena sangat membahayakan para peserta dan juga sangat memberatkan para orang tua siswa. Seharusnya kegiatan perpisahan itu bisa dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah dengan menjalankan protokol kesehatan ketat juga berpedoman pada status kesiagaan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

SMP Negeri 3 Banjar mengadakan studi tour dalam waktu dekat ini, walaupun kondisi Masyarakat secara umum masih dalam keadaan susah akibat kenaikan BBM yang tentunya mengikuti kenaikan harga sembako, sepertinya tidak jadi soal, mengingat program studi tour sudah merupakan program prioritas dari tahun ke tahun. Diduga jumlah anggaran yang dipungut dari Rp 850.000,00/ siswa.

Menurut kepala sekolah Nia Kurniasih yang dihubungi lewat Hanphone pribadinya menjelaskan, pihak sekolah sudah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kota.

“Kami sudah mendapat rekomendasi dari Dinas kota Banjar, maaf pa saya lagi  sibuk pemantauan Adipura. Kami berangkat senen jam 17.00 WIB. Dan bukan hanya kami yang study tour, SMP Negeri 5, SMP N 2 dan SD Negeri 2 kemarin,”tulisnya.

Wakil kepala sekolah bidang kehumasan, Joko yang juga ketua panitia, ketika dihubungi media ini lewat telepon pribadinya yang dikirimkan kepala sekolah menanyakan tersebut, tidak mengangkat ponselnya dan juga tidak menjawab Whatsapp.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Dedi Supandi menegaskan, Sekolah yang berencana melakukan study tour atau karyawisata harus mendapatkan izin dari Disdik Jawa Barat. Jika ada sekolah yang tetap memberangkatkan siswanya tanpa mengantongi izin, kata dia, maka dipastikan akan dikenai sanksi.

“Kalau terjadi ada pemaksaan, jelas ada sanksinya baik lisan atau tertulis, atau jika membahayakan anak- anak bisa pemeriksaan khusus yang rekomendasi nya dari kami dan.” jelas Dedi.

Pemerhati pendidikan, Asep Nurdin ketika diminta tanggapannya tentang study tour di kota Banjar menjelaskan agar pihak dinas pendidikan jangan terlalu mudah memberikan izin studi tour.

“Kami berharap kepada pihak dinas pendidikan kota Banjar jangan terlalu gampang memberikan ijin study tour ke pihak sekolah manapun di kota Banjar khususnya dan Umumnya seluruh Indonesia, mengingat resikonya sangat tinggi dan juga keadaan ekonomi saat ini sangat susah ditambah lagi ancaman covid 19”. Juga telah banyak Dinas pendidikan kota/Kabupaten di Jawa Barat telah melarang kegiatan study tour ditingkat SD dan SMP,”tutur Asep dengan nada kesal. (MR/NC. NORYS/DAMAS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.