Ekonomi Sumut Triwulan III Termoderasi pada Inflasi

Ekonomi Sumut Triwulan III Termoderasi pada Inflasi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) wilayah Sumatera Utara (Sumut) Doddy Zulverdi menyampaikan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan III untuk tahun ini berada pada kisaran rentang 4,1-4,9 persen.

“Proyeksi tersebut tentunya mengalami perlambatan jika dibandingkan pada triwulan II sesuai proyeksi berada di kisaran rentang 4,3-5,1 persen atas realisasi pada angka 4,7 persen,” terang Kepala KPw BI Sumut, Doddy Zulverdi saat Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar secara hybrid, Selasa (25/10/2022) di gedung Bank Indonesia (BI) wilayah Sumut.

Menurut dia, bahwa perlambatan disebabkan pada triwulan III tidak ada perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti di triwulan II ada perayaan Idulfitri.

“Namun BI tetap terbantu dengan adanya konsumsi masyarakat yang ditopang belanja pemerintah dari segi pengeluaran. Sedangkan dari sisi lapangan usaha terbantu pada sektor perdagangan, pertanian juga perkebunan,” ucapnya.

Akan tetapi lanjut Doddy, laju pertumbuhan ekonomi tersebut akan termoderasi inflasi yang cukup tinggi, sehingga konsumsi masyarakat tinggi yang tergerus oleh infllasi.

“Dengan adanya kenaikan harga, membuat konsumsi masyarakat tinggi dan tidak terlalu terlihat,” terang Doddy didampingi Deputi Kepala BI Sumut, Azka Subhan, dan Kepala Divisi Implementasi Kebijakan BI Sumut, Poltak Sitanggang dan komponennya.

Terkait dengan inflasi, Doddy menyampaikan, pada bulan Oktober ini tentunya ada peluang inflasi lebih rendah jika dibandingkan September 2022, seiring adanya volatile food yang biasanya menjadi penyumbang inflasi yang justru diperkirakan akan mengalami ddeflasi.

“Karena di saat sekarang ini, komoditi yang masuk dalam klasifikasi volatile food seperti cabai merah dan bawang merah sedang memasuki masa panen raya sehingga harga mengalami penurunan karena pasokan melimpah,” pungkasnya.

Namun Bank Indonesia menurut Doddy tetap meminta agar pemerintah daerah mewaspadai prakiraan tingkat curah hujan yang masih cukup tinggi sehingga berpotensi mengganggu produksi beberapa komoditas pangan, disamping masih berlanjutnya dampak penyesuaian harga BBM subsidi terhadap kenaikan biaya hidup dan biaya angkut. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.