Bank Indonesia Onflasi 5,95 Persen, Ingatkan Second Round Effect
METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi tahunan pada bulan September 2022 mencapai 5,95 persen (year-on-year/yoy).
Untuk bulan lalu, inflasi tercatat 1,17 persen (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,21 persen (mtm).
“Inflasi terutama yang bersumber dari peningkatan harga kelompok administered prices, di tengah penurunan inflasi inti dan deflasi pada kelompok volatile food,” tutur Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Selasa (4/10/2022).
Sesuai perkembangan tersebut, inflasi IHK September 2022 tercatat 5,95 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,69 persen (yoy).
Ke depan, Bank Indonesia mengingatkan tekanan inflasi IHK diprakirakan meningkat, akibat dampak lanjutan (second round effect) dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Lebih lanjut dia sampaikan kenaikan harga bisa terjadi seiring menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan dan masih tingginya harga energi dan pangan global.
“Berbagai perkembangan tersebut [second round effect] diprakirakan mendorong inflasi tahun 2022 melebihi batas atas sasaran 3,0±1 persen,” katanya.
Erwin menuturkan diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia baik dari sisi pasokan maupun sisi permintaan untuk memastikan inflasi kembali ke sasarannya pada paruh kedua 2023.
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
BI akan berpeluang menaikkan Suku Bunga hingga 5 Persen karena Inflasi Melonjak
“Koordinasi ini dilakukan elalui peningkatan efektivitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan [GNPIP] di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan,” imbuhnya. (MR/156).
