OJK Edukasi Keuangan Untuk Perempuan Sumut

OJK Edukasi Keuangan Untuk Perempuan Sumut
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Melihat kondisi geografis Indonesia, merupakan negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri guna mewujudkan tingkat literasi serta inklusi keuangan secara merata di berbagai daerah juga di seluruh sektor jasa keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa perempuan atau ibu rumah tangga adalah salah satu sasaran prioritas penerima program edukasi pada Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025. Untuk tahun 2019, tingkat literasi keuangan perempuan sebesar 36,13% lebih rendah dibandingkan laki-laki sebesar 39,94%.

“Padahal perempuan sangat memiliki peran penting dalam mengelola keuangannya dan tidak jarang bertindak sebagai ‘Menteri Keuangan’ baik untuk individu maupun keluarga,” jelas Kepala Kantor Regional 5 OJK Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Anshori melalui sambutannya dibacakan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Untung Santoso pada Edukasi Keuangan bagi Perempuan di Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Selasa (20/9/2022), Medan.

Edukasi digelar hybrid, online dan offline dari Hotel Four Points by Sheraton Jalan Gatot Subroto Medan yang menampilkan sebagai narasumber, yakni Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan Yulianta, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah, Kepala Bidang Pendidikan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Medan Garda Tariasna Sibuea, Pj. Wakil Pemimpin Cabang PT Permodalan Nasional Madani Cabang Medan Ocfa Indah, dan Certified Financial Planner Frankie Wijoyo.

Acara di hadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provsu, diikuti sekira 200 peserta.

Peserta terdiri para perempuan pelaku UMKM yang mendapat materi tentang pengenalan OJK, Waspada Investasi juga Pinjaman Online Ilegal oleh Otoritas Jasa Keuangan. Kemudian, pengenalan Fintech Peer to Peer Lending oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Pengenalan Asuransi Pendidikan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia. Pengenalan Permodalan oleh PT Permodalan Nasional Madani. Perencanaan Keuangan oleh Certified Financial Planner.

Untung Santoso mengakui dalam situasi yang ditemui pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, tidak sedikit juga terdapat ibu rumah tangga memegang peranan ganda.

“Perempuan sebagai pengelola keuangan di keluarga merangkap menjadi tulang punggung keluarga dengan memiliki usaha sampingan bahkan bekerja,” bebernya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA), 94% pelajar memperoleh informasi literasi keuangan dari orang tua.

Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sebagai pendidik literasi keuangan yang pertama bagi sang buah hati minimal di tingkat keluarga. Perempuan bisa memberdayakan diri sendiri dan mendorong anak-anaknya agar cakap keuangan sejak usia dini.

“Maka perlu peningkatan literasi keuangan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, karena perempuan merupakan critical economic players di Indonesia mengingat dalam praktiknya di kehidupan sehari-hari cukup banyak keputusan ekonomi penting, baik di tingkat keluarga, tingkat perusahaan, maupun di tingkat negara dibuat oleh perempuan,” ucapnya.

Ia mengingatkan, literasi keuangan merupakan jendela menuju financial well-being atau kesejahteraan keuangan dan menjadi essential life skill yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang.

Upaya OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat. Sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, OJK telah menyediakan infrastruktur berupa Buku Seri Literasi Keuangan melalui pendekatan life cycle, dimulai dari buku saku literasi keuangan bagi calon pengantin dan buku perencanaan keuangan keluarga. Sedangkan untuk para pelajar di pendidikan formal juga terdapat buku literasi keuangan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Seluruh materi tersebut tentunya dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dengan mengunduh pada situs website sikapiuangmu.ojk.go.id.

Upaya peningkatan literasi keuangan berbasis digital pun terus ditingkatkan, salah satunya dengan menerapkan Massive Open Online Course melalui Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan yang merupakan sistem pembelajaran dan pelatihan terintegrasi yang menjadi pusat penghubung untuk pembelajaran, pelatihan, dan manajemen pengetahuan dalam mempelajari materi literasi keuangan.

Pengembangan LMS Edukasi Keuangan tersebut bertujuan untuk memudahkan kegiatan belajar dan pelatihan materi literasi keuangan, memperluas akses peserta terhadap sarana dan prasarana edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, mempercepat proses pembelajaran terkait materi literasi keuangan serta memetakan tingkat pemahaman materi terkait literasi keuangan.

LMS tersebut berisi kurikulum edukasi keuangan yang terbagi menjadi 3 (tiga) level, yaitu Basic, Intermediate dan Advance dimana saat ini terdapat 10 (sepuluh) modul basic yaitu Pengenalan OJK dan Waspada Investasi Ilegal, Perencanaan Keuangan, Perbankan, Pasar Modal, Asuransi, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, Pergadaian, Digital Financial Literacy dan Financial Technology peer to peer Lending.

OJK juga mengajak seluruh peserta untuk nantinya dapat menyempatkan belajar secara mandiri untuk meningkatkan pengetahuan terkait keuangan melalui Learning Management System Edukasi Keuangan OJK dengan mengakses situs website lmsku.ojk.go.id.

Sebagai informasi, bagi para pengguna yang telah menyelesaikan modul pembelajaran di LMS Edukasi Keuangan akan mendapatkan e-sertifikat dan juga poin, dimana poin ini dapat dikumpulkan dan pada jumlah tertentu bisa ditukarkan dengan merchandise menarik dari OJK.

Berharap kegiatan Edukasi Keuangan bagi Perempuan ini dapat memberikan manfaat, khususnya dalam meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. (MR/156).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.