Diduga Kurangnya Pengawasan Proyek Rehabilitasi Saluran Matang Seulimeng Diragukan Kualitasnya
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan di lapangan justru jadi pemicu bagi oknum kontraktor untuk kerja sesuka hati. Yang akhirnya hal mengorbankan mutu dan kualitas pekerjaan di lapangan.
Banyak proyek milik Pemerintah yang diduga di kerjakan asal – asalan, karena kurangnya pengawasan, baik dari pihak pengawas atau instansi terkait. Salah satunya yang menjadi sorotan warga, yaitu Proyek Rehabilitasi Saluran Primer Gampong Matang Seulimeum Lueng Raja Kecamatan Langsa Bara Kota Langsa Provinsi Aceh.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tugas dari pengawasan adalah:
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas serta laju pencapaian progres pekerjaan. Mengawasi pekerjaan serta produknya, mengawasi ketetapan waktu dan biaya pekerjaan agar tidak menyimpang dari kontrak.
Pada umumnya kegiatan pengawasan tersebut dimaksudkan untuk mengamankan dana pembiayaan proyek ( kredit investasi dan dana sendiri) sehingga penggunaannya dapat lebih efisien dan efektif, di samping untuk mengoptimalisasikan proyek agar berjalan tepat waktu, jumlah dan mutu sesuai dengan rencana kerja dan rencana
Akibat dari kurangnya pengawasan dari petugas yang telah di tunjuk oleh dinas PUPR Kota Langsa membuat para rekanan bekerja asal asalan untuk mendapat keuntungan yang besar,ini jelas membuat mutu dan kualitas bangunan tidak sempurna.
Dari hasil penelusuran di lapangan, Rabu (28/9/2022), terdapat beberapa kejanggalan di proyek bangunan rehabilitasi saluran primer, dalam pengerjaan nya terlihat dalam penyusunan batu terdapat lubang-lubang tidak ditutupi dengan baik menggunakan semen kemudian adukan semen pun kebanyakan pasir dari pada semen, diduga selesai dibangun proyek rehabilitasi saluran tidak akan bertahan lama karena kualitas diragukan. Akibat kurangnya pengawasan dari di lapangan.
Diminta dari dinas PUPR Kota Langsa untuk mengevaluasi kinerja dari PPTK dan Konsultan Pengawas yang telah di percaya untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan mengecek langsung kelokasi untuk membuktikan apakah sudah sesuai dengan teknis dan RAB pada proyek rehabilitasi saluran primer yang di kerjakan oleh CV. Permata Bunda.
Menurut informasi yang dihimpun oleh media ini, bahwa sanya proyek rehabilitasi saluran primer Matang Seulimeng Lueng Raja, PPTK Bidang Pengairan pada dinas PUPR Kota Langsa atas nama Meka jarang ada di tempat lokasi pekerjaan begitu juga dengan konsultan pengawas terjadi hal yang sama.
Meka selaku PPTK Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa yang dimintai tanggapannya melalu pesan WhatsApp, terima kasih atas sharing dan kebaikan ab🙏🙏🙏,” tulisnya dalam balasan pesan yang dikirimkan ke media ini.(MR/DANTON)
