BPJAMSOSTEK Lhokseumawe Berikan Penyuluhan Anti Korupsi Kepada Para Stakeholder
METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJAMSOSTEK) Cabang Lhokseumawe gelar sosialisasi anti korupsi kepada perusahaan peserta di berbagai sektor, Selasa 13 September 2022.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda rutin BPJAMSOSTEK Lhokseumawe yang dilaksanakan setiap tahun. Acara kali ini dikemas bersamaan dengan sosialisasi Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2022 yang akan segera dilaksanakan oleh Pemerintah.
Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Lhokseumawe, M. Sulaiman Nasution mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi dalam upaya pencegahan tindak korupsi dengan cara yang kreatif dan mudah diterima.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menciptakan lingkungan BPJAMSOSTEK yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme,” kata Sulaiman.
Sulaiman menjelaskan, hal tersebut penting bagi pihaknya sebagai salah satu institusi yang memberikan pelayanan publik kepada masyarakan dan untuk mewujudkan cita-cita tersebut dibutuhkan sinergi yang baik dari berbagai pihak, sehingga perlu melibatkan seluruh peserta dan stakeholder BPJAMSOSTEK.
Selain melakukan kampanye antikorupsi ke berbagai sasaran lapisan masyarakat, Sulaiman menyampaikan pihaknya juga selalu mengkampanyekan anti korupsi dan gratifikasi kepada peserta BPJAMSOSTEK yang datang melakukan klaim di kantor.
“Kami menolak segala bentuk gratifikasi. Sosialisasi kali ini memberikan edukasi agar stakeholder mengetahui apa itu korupsi, jenisnya, sanksi apa saja yang diperoleh akibat dari tindakan tersebut,” ujar Sulaiman.
BPJAMSOSTEK gencar melakukan kampanye antikorupsi demi mendukung proses pelayanan publik yang bebas dari KKN dan bersih dari suap ataupun gratifikasi, karena pelayanan publik haruslah bersih dan transparan.
Kasidatun Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Muhammad Azril, SH, M.H. yang pada acara tersebut diundang sebagai pemateri menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan sosialisasi anti korupsi itu.
“Penyuluhan ini sangat penting bagi kita dalam meningkatkan integritas dan moral kita dalam melawan KKN, semoga sosialisasi seperti ini dapat terus dan secara konsisten dilaksanakan guna menambah wawasan stakeholder akan bahaya morupsi,”kata Muhammad Azril.(MR/red)
