Siapkan Mubes Pertama’ PPRS Agendakan Rawat Situs-situs, Cagar Budaya dan Kearifan Lokal Warisan Raja Silahisabungan.

Siapkan Mubes Pertama’ PPRS Agendakan Rawat Situs-situs, Cagar Budaya dan Kearifan Lokal Warisan Raja Silahisabungan.
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN –  Punguan Pomparan Rasa Silahisabungan atau disingkat PPRS yang mengagendakan merawat Situs Silahisabungan di Dairi guna menjaga Pelestarian Budaya serta Pariwisata.

Hal ini tertuang dalam Rapat dewan pendiri PPRS Indonesia yang dipimpin Martua Situngkir Ketua Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) bersama Sabar Silalahi (Ketum PPRS Indonesia), Eddin Sihaloho (Ketua DPD Sumut) yang telah berhasil membentuk Pokja untuk persiapan Musyawarah besar (Muber) Perdana.
Selain itu PPRS Indonesia juga mengagendakan kegiatan untuk merawat situs-situs, cagar budaya dan kearifan lokal warisan Raja Silahisabungan sekaligus mendaftarkannya Kemenkumham agar diakui negara.

Ini tentu sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus menjadi objek wisata baru di Desa Silalahi Nabolak, Kabupaten Dairi yang merupakan bona pasogit keturunan (pomparan) Silahisabungan. Melalui situs-situs tersebut adalah merupakan jejak sejarah hidup dalam perjalanan Raja Silahisabungan, yang setiap tahun dikunjungi sebagai agenda napak tilas atau ziarah dengan nama kegiatan Pesta Budaya dan Partangiangan Bolon.

Demikian disampaikan salah satu pendiri PPRS Indonesia, Drs Martua Situngkir Ak sekaligus sebagai Ketua PPRS Wilayah Jabodetabek didampingi Joefrizer Sipayung SE selaku Sekretaris Dewan Pendiri PPRS Indonesia, ketika memberi penjelasan setelah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh, termasuk Ketua Umum PPRS Indonesia, Sabar Silalahi SH. Dan saat ini tercatat hanya marga Silahisabungan satu-satunya marga Batak yang tiap tahun menggelar pesta budaya di Desa Silalahi Nabolak itu secara massal. Keunikan tersebut telah mencatar rekor MURI di tahun 2017 lalu. Panitia pelaksana saat itu adalah keturunan Tungkir Raja yang diketuai Johannes Situngkir. Rekor MURI dicatat ada dua yakni kategori Pelaksanaan Pesta Budaya Massal selama 30 tahun berturut-turut dan kategori Jumlah Peserta Makan Sirih atau Mardemban yang diikuti 6.137 peserta. Berdasarkab situs-situs pula para keturunan mengenal Ompung Silahisabungan sebagai sosok yang sakti, bijaksana, visioner serta adil.

Situs-situs adalah Batu Sinjonjong/Gadap, Aek Sipaulak Hosa Loja, Pansur Paranggiran dan Aek Nauli Basa. Raja Silahisabungan juga mewariskan Ulos Gobar berbeda dari ulos yang digunakan masyarakat Batak.

“Hanya Silahisabungan yang punya ulos itu, marga lain tidak. Harganya bisa di atas Rp 1 juta,” ucap Joefrizer.

Lanjut Martua Situngkir dengan menceritakan sekilas tentang Batu Gadap/Sijonjong sebagai alat yang digunakan Raja Silahisabungan untuk mengadili warga termasuk keturunannya yang berselisih. “Kalau orang yang diadili berkata bohong, maka batu itu gadap atau rebah ke tanah. Tapi kalau berkata jujur maka batu itu tetap berdiri,” sebutnya.

Dimana ratusan tahun lalu, Raja Silahisabungan juga menitipkan petuah sebagai guidance atau pedoman agar seluruh pomparannya selalu hidup damai antar sesama saudara. Petuah bernama PODA SAGU-SAGU MARLANGAN yang tercatat pada prasasti Tugu Makam Raja Silahisabungan di Desa Silalahi Nabolak.

Ditambahkan Ketua Umum PPRS Indonesia Sabar Silalahi SH, pomparan Raja Silahisabungan terdiri dari Sihaloho (LOHO RAJA), Situngkir (TUNGKIR RAJA), Rumah Sondi (SONDI RAJA), Sidabutar (BUTAR RAJA), Sidabariba (DABARIBA RAJA), Sidebang (DEBANG RAJA), Pintu Batu (BATU RAJA) dan Tambun (RAJA TAMBUN), plus putri semata wayang bernama Si Deang Namora.

Mubes Pertama

Pasca Deklrarasi PPRS Indonesia yang sukses di Adventist Convention Hall, Minggu (24/7/2022) Medan, yang selanjutnya digelar rapat perdana Selasa (26/7/2022) di Medan dengan peserta 26 orang dari 37 dewan pendiri secara langsung maupun via zoom.

Rapat itu dipimpin Martua Situngkir, Eddin Sihaloho dan Joefrizer Sipayung. Dengan hasil rapat sepakat membentuk kelompok kerja (Pokja) terdiri dari AKBP (Purn) Hotman Silalahi SH, AKP Nelson Silalahi SH MH, DR Remus Silalahi SE MSi, Jansen Sihaloho SE dan St THP Pasaribu.

Kemudian Pokja akan mempersiapkan Musyarawah besar nasional untuk membentuk pengurus definitif PPRS Indonesia.

Selanjutnya Mubes akan menyiapkan program pembangunan SDM anak-anak marga Silahisabungan melalui bantuan pendidikan termasuk upaya pelestarian adat dan cagar budaya. Beberapa tahun lalu, program pembangunan SDM itu telah dilaksanakan berupa kegiatan bimbel dan try out gratis kepada ribuan siswa keturunan Silahisabungan di Pardede Hall Medan untuk persiapan masuk perguruan tinggi negeri (PTN), juga persiapan seleksi CPNS. Kegiatan yang difasilitasi Letjen (Purn) TB Silalahi dan Martua Situngkir itu berlanjut di wilayah Jabodetabek, plus pemberian beasiswa.

“Program-program itu sempat terhenti, karena ada riak-riak di punguan kita. Dengan terbentuknya pengurus definitif nanti, berbagai program akan dilanjutkan termasuk merawat dan mengembangkan situs dan cagar budaya Silahisabungan untuk pelestarian budaya sekaligus menjadi potensi pariwisata,” katanya mengakhiri. (MR/156).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.