Plt.Kadis Kesehatan Marthina Atanay : Kasus Stunting di Sorong Selatan dari 39,9% ditahun 2021 Turun Menjadi 34,5% ditahun 2022

Plt.Kadis Kesehatan Marthina Atanay : Kasus Stunting di Sorong Selatan dari 39,9% ditahun 2021 Turun Menjadi 34,5% ditahun 2022

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – Terkait perkembangan penangan kasus gizi buruk (stunting) di Kabupaten Sorong Selatan kami sudah bekerja sehingga dari tahun 2021 – 2022 terdapat perubahan yang sangat besar yaitu mengalami penurunan Angka Stunting ditahun 2021 39,9% dan ditahun 2022 34,5% yang artinya kita di Kabupaten Sorong Selatan mengalami penurunan angka kasus gizi buruk (stunting).

Gambaran prevalensi stunting di Kabupaten Sorong Selatan dari data survey status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 masih sangat tinggi yaitu 39,6%, sehingga dari data electronic pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) pada tahun 2021 di temukan sebanyak 34,9%. Maka dari data tersebut Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan terus bergerak cepat melakukan gebrakan –gebrakan penanganan sehingga ditahun 2022 Kabupaten Sorong Selatan mengalami penurunan angka stunting menjadi 34,5%.

Plt.Kadis Kesehatan Ny.Marthina Atanay mengungkapkan bahwa Terkait dengan gizi buruk (stanting) kami di Dinas Kesehatan sudah bekerja yaitu dari 8 aksi kami hanya 30% dan dari 12 OPD itu 70% Jadi kami punya tugas “kami sudah bekerja”, dan saat ini tinggal kita mau masuk dalam penangangan namun kami di batasi dengan ketersedian keuangan.

Kami juga telah memerintahkan kepada bidang tekait untuk dapat menyiapkan data terkait gisi buruk (stunting) untuk kita dapat mendistribusikan ke Puskesmas untuk diteruskan ke Kampung-Kampung agar dengan adanya dana Kampung mereka bisa pakai untuk penaganan sebelum Pemerintah memberikan bantuan kepada kami di Dinas Kesehatan untuk malakukan penangan secara langsung.

Dari hasil pemantauan kami, “penanganan yang dilakukan oleh puskesmas menggunakan dana bantuan oprsional kesehatan (BOK) itu sudah dilakukan dan hampir sebagaian besar anak-anak yang dinyatakan sebagai pasien gisi buruk (stunting) mulai teratasi bahkan ada yang sudah sembuh dan ada yang sementara dalam proses,”tutur Marthina.

Sehingga bedasarkan hasil monitoring kami untuk tahun ini ada salah satu Distrik yaitu Distrik sawiat Kampung Eles mereka sudah meberikan dana kampung sebesar Rp.43.000.000 kepada petugas kesehatan dan kader untuk digunakan menangani gisi buruk (stunting) dan itupun sudah berhasil atau bayi itu sudah dinyatakan sembuh total

Untuk mengurangi angka gizi buruk (stunting) di kabupaten sorong selatan kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari 12 Organisasi Prangkat Daerah (OPD) terkait. Karena kami dari Dinas Kesehatan punya tugas hanya 30% dan itu kami sudah melakukan semua sehingga untuk angka stunting ditahun 2021 sebesar 39,9% dan ditahun 2022 sebesar 34,5% maka kita di kabupaten sorong selatan mengalami penurunan sebesar 5,4% bayi dan balita dinyatakan sembuh total dari Gisi Buruk (stunting). Data tersebut bersumber dari bagian Kesehatan Masyarakat besama-sama dengan tim Afe Gizi sehingga data tersebut kita kirim ke bangda.

“Kami berharap kepada masyarakat agar tetap mendukung kegiatan yang di lakukan oleh kami dinas kesehatan dan juga organisasi prangkat daerah (OPD) terkait dengan kepala Distrik, kepala kampung dan juga kader yang ada untuk meberikan pelayanan yang baik kepada bayi balita yang memang betul-betul mereka mengalami gizi buruk (stunting),” tutup Marthina.(MR/DESIANUS WATHO).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.