Bupati Samosir Hadiri Rakor PPKM, PKM dan Karhutla
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Forkopimda Samosir bersama Kepala KPH 13 Dolok Sanggul dan DAOPS Manggala Agni menandatangani pernyataan sikap dalam kesepakatan bersama pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Samosir.
Hal itu dilaksanakan dalam rapat koordinasi PPKM, PKM dan Karhutla di Aula Mapolres, Kamis (4/8/2022) Samosir
Ada 9 point kesepakatan bersama yakni;
1. Membentuk satgas pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Samosir. Kedua, 2. Menyusun struktur satgas pencegahan dan penanggulangan Karhutla, 3. Merencanakan dan pengelolaan Anggaran Satgas, 4. Melaksanakan gelar personil dan sarana prasarana penanganan Karhutla, 5. Melaksanakan patroli pencegahan karhutla, himbauan dan sosialisasi pencegahan, penanganan dan penanggulangan Karhutla serta sosialisasi hukum Karhutla mulai tingkat desa/kelurahan hingga tingkat dusun/lingkungan, 6. Melaksanakan pencegahan dan penanggulangan peristiwa karhutla yang terjadi, 7. Melakukan rehabilitas lingkungan pasca karhutla.
8. Membantu Polri dalam melakukan penyelidikan, dan pengumpulan data untuk ungkap penyebab Karhutla, 9. Melakukan sosialisasi melalui media cetak dan elektronik.
Bupati meminta Polres untuk mengusut serta menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan di Samosir.
“Perlu Penindakan tegas kepada Pembakar Hutan juga lahan, untuk memberikan efek jera. Membakar hutan merupakan tindak pidana,” tegasnya seraya menginstruksikan seluruh jajaran mulai dari pemerintah desa/kelurahan, kecamatan agar aktif melakukan pengawasan serta kerjasama dengan Polres
Dijelaskan, pendekatan telah dilakukan kepada masyarakat melalui pembuatan himbauan dan stiker untuk tidak membakar hutan, didalamnya dijelaskan mengenai hukum pidana pembakaran hutan, namun masih saja terjadi, sehingga harus ada tindakan tegas untuk pembakar hutan.
Untuk itu kita mengajak seluruh kalangan, perusahaan yang ada di Samosir bekerjasama mengantisipasi kebakaran hutan. Pemkab akan terus berupaya mengerahkan personil dan pemadam kebakaran,l guna mengantisipasi sedini mungkin.
“Ada 600 ha hutan terbakar di Samsoir. Tetapi tidak satupun yang ditindak. Untuk itu saya mohon kepada Kapolres dan Kejari, Dinas Kehutanan, Manggala Agni secara bersama-sama melakukan tindakan tegas”, ucapnya
Terkait penanganan Covid 19 yang sudah mulai meningkat, Bupati Samosir mengatakan akan tetap menggencarkan, tracing, vaksinasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk taat protokol kesehatan.
“Memang diakui masyarakat sudah mulai terlena dengan kelonggaran selama ini. Sehingga kita harus tetap memberikan himbauan dan sosialisasi,” ucapnya.(MR/156).
