Paguyuban Pusaka Blarak Sinerat Weleri, Jamas Pusaka Warisan Budaya Nusantara

Paguyuban Pusaka Blarak Sinerat Weleri, Jamas Pusaka Warisan Budaya Nusantara
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KENDAL — Paguyuban Pusaka blarak sineret Weleri Jamas Pusaka malam Asyuro,1 suro 1956 saka/1 muharam 1444. Keris tak harus dikaitkan dengan klenik dan mistis, bahwa senjata zaman dulu itu merupakan simbol budaya dan produk seni yang sudah terdaftar di UNESCO sebagai warisan budaya Nusantara.

Sebanyak 120 keris dilakukan penjamasan seusai doa bersama di Makam Habib Djafar Syaikhoni Assegaf,Nyai Sarifah Muyasaroh,habib Sulaeman Al-Andalus bersama tokoh masyarakat di desa Nawangsari,kecamatan Weleri, Kendal.Sabtu 30/8/2022. Bentuknya unik-unik. Selain usia, pusaka itu juga terlahir dari tangan empu yang berbeda-beda. Masing-masing keris membawa cerita yang tak sama.

”Keris-keris itu tidak saja peninggalan Kerajaan Majapahit. Namun, juga Mataram dan kerajaan lainnya di Nusantara,” ungkap joko Sulistiyono
Paguyuban pusaka blarak sineret Weleri,Kendal Jawa Tengah.

Jamasan pusaka merupakan salah satu cara merawat benda benda pusaka, benda bersejarah, benda Kuno bertuah.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, jamasan pusaka menjadi suatu kegiatan spiritual yang cukup sakral dan dilakukan hanya dalam satu tahun bulan Suro, ujar Joko Sulistiyono

Sementara, pemerhati budaya dan sekaligus penasehat dari paguyuban Tosan Aji Bahurekso Kendal, Anggono Wiryo Wijoyo menceritakan cara memahami makna filosofi keris itu perlu memahami corak dan seni sebagai dasar dari awal sampai akhir.

”Ini dalam rangka edukasi ke masyarakat. Tujuannya mengenalkan anak muda pada warisan budaya,” jelas Anggono Wiryo Wijoyo

Selama ini, paguyuban itu aktif mengundang anak muda untuk ikut mencintai tosan aji, warisan budaya asli Nusantara.

Pastinya tidak melulu mengenalkan koleksi. Paguyuban juga mengadakan diskusi budaya untuk umum. Pesertanya tidak hanya masyarakat yang memiliki keris. Namun, juga mahasiswa dan pelajar.

Anggono Wiryo Wijoyo menambahkan, komunitas ini tidak ujug-ujug muncul. Sebelumnya, pria yang mengoleksi benda pusaka keris itu bersama beberapa teman untuk membuat komunitas dan lahirlah paguyuban Tosan Aji Bahurekso Kendal

Ada beberapa kegiatan yang sering digelar dan di ikuti oleh paguyuban Tosan Aji Bahurekso Kendal diantaranya yaitu sarasehan pusaka dan pameran pusaka di kab kendal dan di berbagai kota.

Lanjut Anggono Wiryo Wijoyo, berdirinya paguyuban Tosan Aji Bahurekso Kendal sebenarnya tidak saja didasari adanya kesamaan hobi. Namun, juga komitmen untuk nguri-nguri peninggalan sejarah. Selain itu, pendirian paguyuban juga melihat kecenderungan anak muda masa kini yang apatis pada sejarah dan budaya.

Soal tosan aji yang identik dengan mistis, Anggono Wiryo Wijoyo mengakui memang masih ada masyarakat yang berpandangan seperti itu. ”Bagi kami, keris merupakan produk seni yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa keris merupakan simbol budaya suatu masa. Tidak sekadar lambang kebesaran negara dan ketokohan pemimpin. Namun, juga representasi dari perkembangan seni dan perpolitikan saat masa pembuatannya.

Keris merupakan mahakarya luar biasa. Peninggalan asli Nusantara yang diwariskan sejak zaman nenek moyang dan diakui dunia. Untuk membuat sebilah keris, empu menggunakan kemampuan cipta, rasa, dan karsa mereka.

Anggono Wiryo Wijoyo menilai bahwa keris bukan sekadar peninggalan masa lampau. Banyak yang bisa dipelajari dari tosan aji. Termasuk filosofi yang terkandung dalam pusaka.

”Wujud gagangnya berbeda-beda. Itu ada maknanya dan menarik dipelajari,” kata Anggono Wiryo Wijoyo. Pria berusia 44 tahun itu mengaku suka keris sejak masih kecil.

Kecintaan pada keris merupakan warisan kakek dan buyutnya yang aktif merawat pusaka sejak masih muda. Banyak keris dan tombak yang disimpan di rumah.

Saat melihatnya, Anggono Wiryo Wijoyo tertarik untuk ikut merawat. Benda pusaka dinilai antik. Bentuknya unik-unik. ”Sulit rasanya membayangkan. Betapa kreatifnya para empu,” pungkas Anggono Wiryo Wijoyo.(MR//Siva Zou)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.