Ketua PWI Sumut : Tantangan Diera Digital Perlu Inovasi dan Kreasi

Ketua PWI Sumut : Tantangan Diera Digital Perlu Inovasi dan Kreasi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Diera Digitalisasi dan gempuran media jaringan atau online dalam beberapa tahun terakhir, semakin membuat media cetak tidak diminati dan cenderung semakin ditinggalkan.

Untuk itulah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut H Farianda Putra Sinik, SE, saat menggelar Workshop Pra UKW dan panel diskusi PWI Sumut dalam acara seleksi anggota PWI Muda dan Biasa yang berlangsung di Ballroom Hotel Polonia, Kamis (28/07/22), dibutuhkan strategi kreatif dari perusahaan media, hal ini bertujuan sebagai kunci agar keberlangsungan bisnis media tetap berjalan.

Sambung Farianda yang juga Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatra Utara yang merajuk tema “Tantangan SPS Sumut dalam Era Digitalisasi” menyebutkan bahwa di era sekarang perlu untuk menjalankan sebuah bisnis media yang kolaboratif dan berjejaring dengan media yang lainnya.

Satu diantaranya mengemasnya dalam bentuk E-paper sehingga memudahkan orang dalam menyajikan informasi ke Publik. “Inovasi perlu dilakukan dalam transformasi berbasis online, juga kolaboratif dan berjejaring dengan media yang lainnya,” tutur Farianda yang juga Pemred Medan Pos.

Keunggulan media berbasis online, dari segi bisnis periklanan hampir 70 persen, sementara selebihnya untuk media cetak, televisi dan radio. “Sehingga perlu berinovasi dan kolaborasi,”ucapnya.

Didampingi Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Sumut, Drs Muhammad Syahrir, M.Ikom dan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Rianto Aghly SH, Farianda.

Dikatakannya, semua harus diubah tampilannya yang selama ini menjadi media cetak menjadi tertinggal diantaranya gaya penulisan yang dianggap kuno, bahasa yang terlalu tinggi, tampilan yang kurang menarik dan mekanisme kerja lembaga pers konvensional yang relatif panjang.

Tujuan kreatif sendiri menurut Farianda untuk sebuah kerja yang efisien, jadi bisnis modelnya harus kreatif, kemudian adalah bisnis prosesnya kemudian kontennya juga harus kreatif. “Dengan tidak meninggalkan esensi dari jurnalisme itu sendiri,” ujar Farianda.

Diakhir sambutannya media harus mampu menjadi corong penyampaian berita yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan faktualitas dengan menaati kode etik. “Jurnalistik agar dapat terus eksis di era disrupsi,”ujarnya.(MR/Amsal)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.