oleh

Wabup Samosir Buka Kegiatan Advokasi Percepatan Penurunan Stunting

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Wakil Bupati (Wabup) Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM membuka secara resmi kegiatan advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai percepatan penurunan stunting di Samosir, yang bertempat di Aula AE Manihuruk Pangururan, Selasa (22/6/2022).

Kegiatan merupakan kerja sama BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Provsu) dengan Pemkab dalam rangkaian road show kegiatan Hari Keluarga Nasional ke XXIX Tingkat Samosir, peserta dari 10 desa lokus stunting di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Samosir.

Wabup dalam sambutan menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provsu, karena akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Samosir, melalui program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana) untuk mewujudkan keluarga kecil, dan sejahtera.

Lebih lanjut disampaikan beliau, salah satu fokus dari program Bangga Kencana adalah pencegahan stunting, sebab upaya penurunan stunting merupakan kebijakan yang terintegrasi mulai pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, mempedomani Amanah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Upaya penurunan stunting dilakukan penguatan kerangka intervensi, seperti gizi sensitif yang difokuskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sementara intervensi gizi sensitif adalah intervensi pendukung seperti penyediaan air bersih dan sanitasi” jelas Wabup lagi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provsu M. Irzal, SE, ME menyampaikan bahwa BKKBN telah dipercayakan oleh Presiden Joko Widodo untuk menangani percepatan penurunan angka stunting, sehingga BKKBN akan terus bersinergi dengan berbagai stakeholder dan lembaga sehingga penurunan angka stunting terutama di Sumut akan sesuai target 2024 sebesar 14 persen.

Irzal juga menjelaskan, BKKBN menjadikan persoalan stunting menjadi prioritas utama sebagai upaya mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik. Saat ini BKKBN telah membuat Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil), yang berguna untuk mendeteksi lebih awal terhadap potensi bayi yang akan dilahirkan dengan melihat kondisi calon pasangan pengantin (Catin).

Kemudia kata Irzal, untuk percepatan penurunan stunting, BKKBN memiliki Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI), dan strategi ini diharapkan diterapkan di seluruh pemerintah daerah di Sumut.

“Persoalan stunting bukan hanya soal gizi, lingkungan atau sanitasi, tetapi juga harus diperhatikan pemakaian kontrasepsi. Persoalan stunting ini menjadi prioritas. Jadi diperlukan kerja sama semua pihak dan stakeholder untuk sama-sama bekerja menurunkan angka stunting sesuai dengan yang kita harapkan” ajak Irzal.

Hadir, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Pemkab Samosir, Jajaran BKKBN Provsu, TP PKK Prn, TP PKK Samosir. (MR/156).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Breaking News