Masyarakat Peduli Pilkades Pulo Bandring Gelar Aksi
METRORAKYAT.COM, ASAHAN — Masyarakat yang tergabung dalam masyarakat peduli (pemilihan kepala desa) Pilkades Pulo Bandring menggelar aksi unjuk rasa menolak calon kades dari luar desa dengan membawa seribuan tandatangan masyarakat, Senin (20/6/22) di Kantor Kades Pulo Bandring.
Dalam orasinya Dimas, salah satu calon kades menyampaikan bahwa kedatangannya ke Kantor Desa Pulo Bandring merupakan bagian dari demokrasi, dan mengatakan pihaknya menggelar aksi tetap dengan damai.
” Kami melaksanakan aksi damai hari ini dan tidak akan anarkis, sebab cara pemilihan kepala desa yang terjadi saat ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan bertahun-tahun baru ini terjadi, ” ujar Dimas.
Ia juga berharap dengan aksi yang dilakukan pihaknya, hati para panitia Pilkades bisa tergugah. ” Diatas undang-undang ada peraturan adat istiadat, ” harapnya sembari mengajak masyarakat menolak calon dari luar desa mereka.
Sementara Supriadi SL selaku koordinator aksi menyampaikan bahwa pihaknya faham kalau undang-undang dan peraturan saat ini memperbolehkan siapapun maju sebagai calon kades. ” Kami faham tentang hal itu, ” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari semua data – data yang didapat pihaknya mengindikasikan keterlibatan incunbent dalam memobilisasi para calon kades diluar desa Pulo Bandring. ” Ada kecurangan disini, kami berharap paniti selektif memeriksa berkas para calon dari luar desa, ” ucapnya.
Selanjutnya para pengunjukrasa memberikan berkas dukungan berupa KTP dan tandatangan dari masyarakat kepada ketua panitia Pilkades.
Ketua Panitia Pilkades, Awaluddin, kepada massa aksi menyampaikan berkas dukungan masyarakat telah diterima pihaknya dan akan segera diperiksa dan diteliti ulang. ” Kalau ada kesalahan, masih ada waktu untuk diperbaiki, ” katanya.
Kepada masyarakat ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sebagai panitia ada aturan yang harus diikuti dan juga sipatnya bukan pribadi tapi kolektif. ” Semua akan disampaikan pada 28 Juni penetapan calon kades lolos seleksi, ” katanya sembari membantah tuduhan pendemo.
Sementara Kades Pulo Bandring Herman juga membantah tuduhan yang dialamatkan kepada pihaknya. ” Yang mereka sampaikan sah-sah saja karena saat ini mereka pihak yang dirugikan dan mereka mungkin belum faham tentang peraturan, mereka terlalu memaksakan diri, ” pungkasnya. (MR/EV)
