Inflasi Sumut Berpotensi Tinggi pada Rentang Target Nasional

Inflasi Sumut Berpotensi Tinggi pada Rentang Target Nasional
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Tahun 2022 pada bulan Juni, bahwa Inflasi Sumatera Utara (Sumut) cukup baik secara bulanan maupun tahunan yang tentunya diprakirakan masih mengalami tekanan inflasi tinggi jika dibandingkan pada bulan sebelumnya.

Tingginya inflasi tersebut disebabkan masih derasnya curah hujan juga di karenakan peningkatan sifat hujan pada Juni diprakirakan komoditas aneka cabai dan bawang merah akan mengalami gangguan produksi, harga pupuk serta pakan ternak yang masih tinggi, dan tarif angkutan udara masih tinggi seiring mobilitas masyarakat maupun perkembangan harga avtur dunia.

”Nmaun secara keseluruhan tahun ini, inflasi Sumut dapat di prakirakan akan lebih tinggi dari tahun 2021, yang berpotensi berada di atas rentang target inflasi nasional,” papar Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Ibrahim saat Bincang Bareng Media (BBM) di kantor BI wilayah Sumut, Senin (27/6/2022), Medan.

Dijelaskan Ibrahim, peningkatan inflasi didorong dengan membaiknya pendapatan masyarakat sejalan kian pulihnya perekonomian dan berlanjutnya konflik geopolitik, kebijakan zero Covid di Tiongkok, kenaikan harga energi pangan global atas adanya kebijakan proteksionisme di beberapa negara, serta faktor gangguan cuaca.

Sambungnya lagi,Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu melaksanakan kebijakan yang tepat untuk mengantisipasi tekanan inflasi secara khusus pada kelompok bahan makanan, melalui upaya keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, peningkatan produksi bahan makanan, dan kelancaran distribusi. Untuk Bank Indonesia bersama TPID terus menghimbau masyarakat untuk melakukan belanja secara bijak sesuai kebutuhan.

”Sebagai kebijakan sistem pembayaran, Bank Indonesia juga terus mendorong efisiensi biaya yang dibarengi adanya aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempermudah transaksi keuangan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi dengan memperpanjang kebijakan tarif SKNBI maksimum Rp2.900 dari Bank ke nasabah hingga 31 Desember 2022,” cetunya.

Disamping itu, KPw BI Sumut juga terus melakukan berbagai upaya perluasan implementasi QRIS dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Sumut. Upaya sosialisasi dan edukasi QRIS menjadi langkah yang terus diupayakan guna mendorong peningkatan literasi dan akseptasi masyarakat terhadap QRIS.

Implementasi dan akseptasi ETPD juga terus diakselerasi, diantaranya melalui fasilitasi seta advisory penyusunan roadmap TP2DD, sosialisasi kepada masyarakat dan monitoring juga evaluasi atas pelaksanaan ETPD. Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan dapat turut mendorong optimalisasi belanja maupun penerimaan daerah di tengah upaya pemulihan ekonomi yang terus berkelanjutan.

“BI senantiasa akan mendorong pengembangan industri dan pariwisata halal serta ekonomi syariah. Bank Indonesia telah bersinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pelaksanaan penyelenggaraan Kongres Halal Internasional 2022 guna mendorong akselerasi pencanangan Indonesia menjadi Pusat Industri Produk Halal Indonesia Tahun 2024,” pugkasnya.

Selanjutnya KPw BI Sumut juga akan menyelenggarakan Road to Fesyar untuk melakukan akselerasi pengembangan ekonomi syariah di Sumut. “Kegiatan Road to Fesyar sendiri akan berisi berbagai kegiatan seperti pameran, perlombaan hingga business matching UMKM yang diharapkan juga dapat memperkuat upaya pemulihan ekonomi,” tutupnya. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.