Terkait peluang kerja PT PGE, Gubernur Aceh Diminta Pro Terhadap Putra Daerah

Terkait peluang kerja PT PGE, Gubernur Aceh Diminta Pro Terhadap Putra Daerah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ACEH UTARA – Gubernur Aceh Nova Iriyansyah diminta untuk pro terhadap putra daerah, khususnya masyarakat Aceh Utara untuk diberikan peluang kerja di PT Pema Global Energi (PGE) sesuai keahlian profesi yang dimiliki.

Tokoh Masyarakat Aceh Utara HM Yusuf Hasan di Aceh Utara, Senin (30/5/2022) mengatakan bahwa pihaknya berharap Gubernur Aceh Nova Iriyansyah mampu menampung aspirasi putra dan putri di lingkungan PT PGE untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut.

“Jangan hanya bicara data saja bahwa putra-putri Aceh Utara yang bekerja di PT PGE mencapai 70 persen, namun nyatanya di lapangan tidak sampai 5 persen warga lingkungan yang bekerja di perusahaan tersebut,” katanya.

HM Yusuf Hasan menyebutkan bahwa sejauh ini banyak warga, baik geuchik (kepala desa) maupun tokoh masyarakat setempat mendatanginya guna mengeluhkan persyaratan perekrutan pekerja yang dianggap menjadi salah satu upaya menjegal putra-putri daerah itu untuk bekerja di PT PGE.

“Mengingat masa jabatan yang hanya sebentar lagi, Gubernur Aceh harus turun langsung ke lapangan guna melihat dan menampung aspirasi warga lingkungan PT PGE, jangan hanya menerima data saja. Kebijakan bapak sangat mempengaruhi nasib putra-putri daerah. Kondisi yang terjadi saat ini adalah warga lingkungan hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,”ucapnya.

HM Yusuf Hasan meminta PT PGE untuk dapat lebih transparan dalam membuka kesempatan bagi putra-putri daerah ini, semoga dengan adanya PT PGE dapat memberikan keberkahan bagi warga lingkungan, bukan hanya menjadi penonton saja.

“Informasi yang saya terima dari masyarakat bahwa banyak famili dari karyawan PT PGE yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini sangat melukai warga lingkungan yang berharap dapat bekerja di perusahaan migas itu,” ujarnya.

Sulitnya anak daerah untuk dapat diterima bekerja sebagai karyawan di perusahaan migas PT PGE sudah lama disuarakan. Sayangnya, persyaratan harus memiliki pengalaman kerja masih juga dipersyaratkan pada perusahaan yang mengelola Blok B ini.

“Saya sarankan agar anak-anak daerah bisa diterima magang dan diberikan pelatihan (training) terlebih dahulu supaya setelah itu mereka bisa bekerja di PT PGE dari pada penerimaan karyawan dibuka namun menutup peluang anak daerah untuk diterima bekerja di perusahaan tersebut,” ucapnya.

HM Yusuf Hasan mengatakan bahwa persoalan ini harus segera diatasi agar tidak menjadi konflik kedepannya. Jika ini terus dibiarkan maka jangan salahkan warga lingkungan menyalurkan aspirasinya dengan caranya sendiri.

“Selama pengelolaan blok B ini di bawah PT PGE, tidak pernah melakukan audiensi dengan warga lingkungan. Sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan sebelumnya yang selalu melakukan audiensi dengan warga, paling tidak setahun sekali,” katanya.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.