185 Kenderaan Antri di SPBU Hiasi Jalan Poros. Ketua DPC Hipmikimdo Karimun Angkat Bicara
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Setiap pengguna jalan poros dari arah Masjid Agung menuju SPBU terpaksa harus mengurangi kecepatan berkendara dikarenakan ada hiasan mobil truck dan bus serta mini bus yang parkir dengan berbaris disepanjang 1 Km menjelang SPBU Poros.
Dari pantauan metrorakyat Karimun dilapangan, bahwa seluruh kenderaan yang antri tersebut adalah menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar solar yang sekarang sedang langka di Karimun.
Ketua DPD Hipmikimdo Kabupaten Karimun Arif Hutanan Siregar yang juga turut ikut antri disepanjang 1.5 Km ketika dimintai tanggapannya sangat menyayangkan kejadian tersebut yang sampai adanya antri sepanjang 1.5 Km di Jalan Poros.
Selain ketersediaan solar yang selalu langka di Karimun, Arif mengharapkan pihak Perusda untuk dapat melakukan sirkulasi pembelian solar ke pertamina tanpa menunggu stok habis, sehingga solar tidak putus di SPBU Poros.
Lebih lanjut Arief mengatakan bahwa kelangkaan solar di Karimun bukan lagi ini yang pertama, tetapi ini sudah kesekian kalinya, namun beliau selama ini belum pernah menyaksikan antri sepanjang yang terjadi pada saat ini Rabu (25/05/2022).
Ketua DPD Hipmikimdo tersebut meminta Bupati Karimun untuk dapat mengambil sikap dengan situasi ini, karena menurut arief hal ini sangat rentan menghambat pertumbuhan ekonomi apalagi situasi saat ini pasca bencana Covid 19.
“Kelangkaan solar di Karimun ini ibarat suatu penyakit yang tidak bisa sembuh namun disaat saat tertentu akan kambuh. Saya juga heran, kenapa solar bisa langka di Karimun, sementara dik Kundur tidak. Ini perlu campur tangan penegak hukum seperti Bapak Kapolres Karimun, diharapkan dapat mempelajari apa penyebab solar langka dikarimun. Dan apabila memang ada mafia mafia minyak solar yang sedang mengganggu ketersediaan solar dikarimun ini, saya harap dapat diproses hukum,”urainya.
Tak henti hentinya Arief berharap situasi yang merugikan para pengusaha pengguna solar ini bisa diatasi dengan cermat dan secepat mungkin. “Saya yakin kalau bapak Bupati mau, ini bisa teratasi. Itu saya yakin, apalagi jika tiga SPBU, Poros, Sungai Raya, dan Costal Area dapat menyediakan solar, justru lebih terpenuhi permintaan untuk bahan bakar solar di Karimun,”ujarnya.
Marthin (56), salah seorang warga Karimun yang kesehariannya bekerja sebagai sopir truk mengaku kecewa dengan langkanya solar di Karimun.
“Sampai kapanlah situasi seperti ini teratasi?, Ini terus yang menjadi kendala bagi kami untuk mengais rezeki. Kami digaji oleh bos sesuai dengan trip, jika situasi seperti ini sampai 1.5 bahkan sudah 2 km antri, kami juga tidak terima gaji lqgi, dan besok juga kami belum tentu bisa kerja apabila solar tidak ada,”ujarnya.
Direktur Utama Perusda Karimun Jaya Defanan Syam ST ketika ingin dikonfirmasi terkait penyebab antri pengisian bahan bakar solar yang mencapai 1.5 km ini, beliau tidak dapat dihubungi. Sampai berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari Kepala Perusda Karimun. (MR/Red)

